Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Masuk Desa Pesing di Kediri Ini Kamu Tidak Perlu Tutup Hidung, Nggak Bau Kok!

    Masuk Desa Pesing di Kediri Ini Kamu Tidak Perlu Tutup Hidung, Nggak Bau Kok!

    Mohamad EdyMohamad Edy News 6 Maret 2025 - 15:28
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Gapura masuk Desa Pesing Kediri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) –  Masuk Desa Pesing di Kabupaten Kediri ini kamu tidak perlu tutup hidung. Nggak bau kok, namanya aja yang aneh.

    Ya, nama desa di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri ini memang terdengar sangat aneh. Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pesing adalah istilah untuk bau air kencing.

    Tapi, salah satu warga Desa Pesing, Bardi tak menampik soal nama desanya yang memang diambil dari istilah bau air kencing itu.

    Banner Promo

    Dulu, sebelum kemerdekaan menurut Bardi, bau pesing itu akrab di kawasan tersebut karena aktivitas pabrik gula Purwoasri yang menggunakan cikar sapi sebagai alat pengangkut tebu. Pabrik itu dioperasikan oleh pasukan Belanda.

    “Jadi dulu cerita dari mbah-mbah, disini kawasan pabrik gula Purwoasri, mereka menggunakan sapi sapi untuk mengangkut tebu. Baunya pesing memang dulu,” cerita pria kelahiran 1958 tersebut, dalam kesempatan beberapa waktu silam.

    Sejak tahun 1930an menurut sepupu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko itu sejumlah warga telah menempati desa tersebut. Mereka kebanyakan adalah pasukan Laskar Diponegoro yang lari dari Kudus Jawa Tengah. Termasuk keluarganya.

    “Di sini dulu daerah operasinya Belanda. Banyak warga yang kena mortir begitu,” tambah Bardi.

    Tapi di tahun 1947, Belanda diusir oleh warga dari Desa Pesing ini. Pabrik gula itu juga dirusak. Penduduk di desa itu pun terus berkembang hingga saat ini.

    Sementara itu, Desa Pesing merupakan tanah kelahiran Panglima TNI ke-18 Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Kepala Staf Kepresidenan di Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin itu lahir dan besar di desa tersebut. ***

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMenilik Sejarah Kampung Tahu Warga Pribumi di Kota Kediri, Lahir 1954 dari Siasat Markam
    Next Article Madu Mongso Tradisional dari Desa Jarak, Kediri: Cita Rasa Klasik yang Bertahan Sejak 1997

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.