Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Ulat di Makanan MBG untuk Siswa SMK di Kediri, Penyedia Bahan Baku Minta Maaf

    Ulat di Makanan MBG untuk Siswa SMK di Kediri, Penyedia Bahan Baku Minta Maaf

    Mohamad EdyMohamad Edy News 24 Mei 2025 - 06:24
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Penyedian Bahan Baku MBG Tulungrejo Pare Kediri memberi klarifikasi dan minta maaf dengan adanya penemuan ulat. [foto : tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Insiden tak mengenakkan terjadi dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Bhakti Mulya, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Pada Kamis siang, 22 Mei 2025, ditemukan seekor ulat dalam satu kemasan makanan yang disediakan untuk siswa.

    Temuan tersebut langsung mengundang perhatian pihak sekolah dan penyedia bahan baku. Ulat diketahui berada di lauk tahu, dan diduga berasal dari buah salak yang busuk. Koordinator Tim Penyedia Bahan Baku MBG untuk wilayah Tulungrejo dan Pare Kabupaten Kediri, Zulfa Ikfina, memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

    “Kami dari tim bahan baku dari BGN Tulungrejo meminta maaf kepada pihak yang terkait. Kronologinya memang kita pembelian bahan baku dari UMKM. Jadi pindah-pindah UMKM. Tidak pasti satu orang. Ketika pembelian kita sudah pilih satu per satu. Memang buahnya bagus-bagus. Tidak ada yang busuk. Tetapi tidak tahu ternyata kok,” ujar Zulfa.

    Zulfa menegaskan bahwa semua bahan makanan yang masuk ke gudang maupun dapur telah melalui proses pengecekan dan quality control. Namun, ulat tetap ditemukan dalam salak yang secara fisik terlihat baik dari luar.

    “Ulatnya itu dari salaknya. Kelihatannya bagus, dari luar keras. Tetapi di dalamnya ada ulatnya. Kami akan memperbaiki kualitas, kami akan lebih memilih-milih,” tambahnya.

    Ia juga mengungkap bahwa ini merupakan insiden pertama sejak dua bulan terakhir dirinya bertugas sebagai penyedia bahan mentah. Buah salak yang digunakan diketahui berasal dari salah satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Kediri, meski Zulfa tidak menyebutkan nama Bumdes tersebut.

    “Kita pasti akan menegur untuk penyedia buahnya. Kita pasti pindah. Salak itu baru 3-4 kali. Sebelumnya kita anggur, jeruk, klengkeng, semangka. Tetapi karena ada guru sekolah yang bersangkutan bilang kadang buahnya ganti dong, misalkan salak, dan lainnya. Jadi dia menyebutkan salak, akhirnya saya beli salak. Padahal udah agak lama saya tidak menggunakan salak,” jelas Zulfa lebih lanjut.

    Program MBG tersebut melayani sekitar 3.133 porsi makanan setiap hari. Makanan dikemas dalam food tray berbahan logam yang tertutup. Zulfa menduga kelembapan dalam kemasan, ditambah suhu makanan panas, bisa menyebabkan kontaminasi.

    Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa hanya satu kemasan yang ditemukan mengandung ulat. Sementara kemasan lain dikabarkan tetap dikonsumsi oleh siswa.

    Zulfa juga menambahkan bahwa rantai distribusi bahan makanan melibatkan tim dapur yang melakukan seleksi dan quality control tambahan sebelum makanan disajikan.

    “Selama ini alhamdulillah tidak pernah ada komplin atau masalah. Cuma ini ada masalah, tetapi kok langsung diup,” ujarnya, menyayangkan penyebaran informasi sebelum ada klarifikasi menyeluruh. ***

    kediri MBG Minta Maaf Ulat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDinas Sosial Kabupaten Kediri Latih Tata Boga Keluarga Penyandang Thalasemia
    Next Article 768 Pegawai Pemerintah di Kediri Terima SK Pengangkatan, Ini Rinciannya

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.