Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Viral Sungai Emas di Tulungagung Berujung Razia: Desa Keboireng Hentikan Aktivitas Penambangan Liar

    Viral Sungai Emas di Tulungagung Berujung Razia: Desa Keboireng Hentikan Aktivitas Penambangan Liar

    Mohamad EdyMohamad Edy News 5 Juni 2025 - 06:34
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pencarian emas di Sungai Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tulungagung (tahukediri.id) – Fenomena tak terduga menyelimuti Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, setelah video pencarian emas di sungai desa tersebut viral di media sosial.

    Dalam hitungan hari, ratusan orang dari berbagai kota seperti Lumajang, Blitar, hingga Pasuruan berdatangan dan bahkan rela menginap demi menggali harapan dari endapan pasir sungai.

    Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat warga lokal resah. “Warga saya terganggu kedatangan orang-orang luar daerah dan orang-orang luar daerah itu pada mencari di tebing-tebingnya sungai. Termasuk juga banyak yang menginap malam hari ratusan orang dari luar,” ujarnya.

    Banner Promo

    Aktivitas para pendatang tidak hanya memenuhi bantaran sungai, tetapi juga mulai menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan.

    Pencarian emas yang awalnya dilakukan oleh segelintir warga lokal menjelma menjadi keramaian tak terkendali. Para pencari emas mulai mengambil tanah di tebing sungai, mengancam keseimbangan ekologis kawasan.

    Situasi ini mendorong pemerintah desa berkoordinasi dengan Perhutani untuk menghentikan seluruh aktivitas pencarian emas di aliran sungai tersebut.

    “Seluruh warga kami minta ikut mengawasi, jika ada yang masih nekat mencari emas kita akan minta bantuan dari instansi kepolisian atau mungkin APH lainnya untuk menindak tegas,” tegas Supirin.

    Sementara itu, Asper KBKPH Bandung, Edi Purnomo, menambahkan bahwa sungai yang dijadikan lokasi pencarian emas berada di kawasan hutan lindung milik Perhutani, tepatnya di petak 98 H. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2023, segala bentuk penambangan di kawasan tersebut dilarang keras.

    “Selain itu juga dendanya cukup besar mencapai Rp 10 miliar,” pungkasnya. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana hingga 15 tahun penjara.

    Peristiwa ini menjadi potret bagaimana kekuatan media sosial dapat mengubah dinamika desa secara instan, sekaligus mengungkap pentingnya regulasi dan pengawasan lingkungan agar tidak dikorbankan demi kepentingan sesaat. ***

    jatim Pencarian Emas Tulungagung
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDua Siswa Kediri Wakili Jawa Timur di Seleksi Nasional Paskibraka 2025
    Next Article Waspada Lonjakan Covid-19, Ini Langkah Dinkes Kabupaten Kediri

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.