Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bidik Emas di Porprov 2027, Ju-Jitsu Kediri Seleksi Atlet Terbaik Lewat Kejurkab

    17 Oktober 2026 - 20:19

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Fenomena Langka: Hujan Es Pertama Kali Terjadi di Kecamatan Semen Kediri

    Fenomena Langka: Hujan Es Pertama Kali Terjadi di Kecamatan Semen Kediri

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 20 Oktober 2025 - 20:39
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Ilustrasi hujan es yang mengguyur Kediri. [Foto : AI]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pertama kalinya hujan es terjadi di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri,tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen pada Senin (20/10/2025) sore tadi.

    Sejumlah titik di wilayah Kediri bagian tengah mengalami fenomena langka ini, di antaranya Kecamatan Semen. Namun berbeda dengan Desa Sidomulyo, dimana tidak hanya mengalami hujan deras, tetapi juga hujan es.

    Meski demikian Kepala BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Stefanus Djoko Sukrisno pastikan hujan es tersebut tidak berdampak bahaya. “Aman. Kita tidak dapat laporan mbak karena tidak berdampak apa apa,” terangnya.

    Banner Promo

    Djoko menambahkan bahwa hujan es yang ada di wilayah Semen tersebut adalah pertama kalinya terjadi selama ia menjabat sebagai Kepala BPBD Kabupaten Kediri. Sedangkan tahun kemarin hujan es juga pernah terjadi di lereng Gunung Kelud.

    “Selama saya di BPBD baru kali ini (tahu hujan es di daerah Semen,” imbuhnya.

    Sementara Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha mengatakan bahwa hal tersebut biasa terjadi di musim peralihan dimana suhu tingggi, kelembapan pun ikut tinggi.

    “Justru panas sekali ditambah kelembaban tinggi bisa memicu pertumbuhan awan konvektif yang cepat dan tinggi. Tapi ini normal di masa peralihan seperti ini,” ujarnya.

    Lebih lanjut Satria menjelaskan bahwa di masa peralihan ini ada potensi angin puting beliung dan hujan es.

    “Penyebabnya daratan yang panas dan kelembaban tinggi, sehingga arus konveksi sangat cepat, biasanya munculnya hujan es disertai hujan dan angin yang sangat kencang. Es yang biasanya mencair jadi hujan ketika sampai permukaan bumi tidak sempat mencair karena terdorong angin yg kencang tadi,” Jelasnya.

    Pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati di masa peralihan musim. Hindari terlalu banyak terpapar terik matahari, perbanyak minum air putih, gunakan sunscreen, dan topi untuk meredam sinar UV langsung ke kulit.

    “Ketika matahari berada tepat di eilayah ekuator, otomatis sinar uv akan semakin besar efeknya ke kulit. Kalau terlalu sering terpapar sinar uv, dan ada efek jangka panjang,” lanjutnya.

    Kemudian selalu waspada karena angin kencang dan hujan es masih berpotensi terjadi di wilayah Kediri. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Fenomena Langka Hujan Es kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGolkar Kota Kediri Peringati HUT ke-61 dengan Doa dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
    Next Article ODGJ Mengamuk di Desa Wonosari Kediri, Lukai Anak Kecil

    Info Lainnya

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bidik Emas di Porprov 2027, Ju-Jitsu Kediri Seleksi Atlet Terbaik Lewat Kejurkab

    17 Oktober 2026 - 20:19

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.