Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Cerita Genti, Ibu Muda yang Berjuang Merawat Anak Penderita Tumor dan Pembesaran Lidah Sejak Lahir

    Cerita Genti, Ibu Muda yang Berjuang Merawat Anak Penderita Tumor dan Pembesaran Lidah Sejak Lahir

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 19 November 2025 - 05:36
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Genti, ibu dari anak penderita tumor lidah di Kediri. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, perjuangan panjang seorang ibu merawat anaknya yang menderita tumor bawaan sejak lahir. Adalah Genti (32) dan Febio Oktavian, anak usia lima tahun yang tengah menghadapi kondisi kesehatan langka sejak lahir yakni limfangioma (tumor jinak bawaan) dan makroglosia, kondisi yang menyebabkan lidahnya membesar melebihi ukuran normal.

    Masih ingat jelas dalam ingatan Genti, bagaimana perjuangan itu dimulai. Saat Febio baru berusia tujuh bulan, bengkak di bagian leher dan lidahnya sudah membesar hingga dua kali lipat. Ia memberanikan diri membawa putranya ke Surabaya untuk diperiksa.

    “Waktu itu dokter bilang lidahnya harus dipotong, tapi saya nggak berani. Dokter biusnya bilang risikonya tinggi, apalagi lidahnya sebesar itu. Saya takut… akhirnya pulang,” kenang Genti pada reporter tahukediri.id, Selasa (18/11).

    Perempuan berusia 32 tahun tersebut baru berani mengambil langkah besar untuk Febio setelah dilakukan assesment dari Dinas Sosial pada bulan Desember tahun 2024. Febio kembali dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Ia menjalani MRI serta serangkaian pemeriksaan lanjutan.

    Dokter anestesi kembali menegaskan risikonya bahkan lebih tinggi dibanding pasien biasa, karena saluran napas yang mudah tersumbat. Tetapi dorongan keluarga dan pendamping membuat Genti memberanikan diri mengambil langkah besar.

    “Trus akhirnya itu tetap dokter biusanya bilang kalau adik ini lain dari yang lain. Pasti resikonya ada. Takutnya itu kalau ada sesak napas, agak napas gitu loh, Mbak, kan orang yang lidahnya normal aja dibius itu sesak apalagi adiknya kondisinya gini. Akhirnya sudah dibilangin kalau ibu berdoa saja, ini di sini juga kita siapin alat-alatnya kalau backup. Akhirnya berani. Terus alhamdulillah adek, bisa. Dilancarkan semuanya.,” ujarnya.

    Selain operasi tumor, dokter juga merencanakan prosedur rekonstruksi lidah. Hal tersebut mengingat risiko lidah Febio yang terus membesar seiring pertumbuhan usianya, dan hal tersebut bisa mengganggu makan, bicara, hingga pernapasan.

    Rumah Febio, anak penderita tumor lidah di Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. [Nanik/tahukediri.id]

    Lagi-lagi itu bukan keputusan yang mudah bagi Genti. “Saya tanya dokter berkali-kali, nanti makannya gimana? Harus steril kan? Kata dokter sementara lewat selang dulu, sampai lukanya kering. ,” jelas Genti.

    “Kalau dengar kata ‘operasi lidah’, saya langsung down. Tapi ya mau gimana, demi dia.” imbuhnya.

    Beberapa dokter memberikan opsi berbeda—mulai dari embolisasi hingga rekonstruksi langsung sehingga keluarga pun harus menunggu jadwal pasti operasi besar berikutnya.

    Di tengah proses panjang itu, ia merasa bersyukur, Dinas Sosial, Kementerian Sosial dan sejumlah relawan terus memberikan pendampingan. Walau berat, Genti mengaku dukungan itulah yang menjaga semangatnya tetap hidup.

    “Kalau ada yang support, rasanya dipedulikan. Jadi kuat lagi,” katanya.

    Namun ia juga mengakui bahwa yang paling melelahkan bukan hanya soal biaya atau perjalanan, melainkan kesiapan mental sebagai orang tua.

    “Waktu injeksi aja, lihat dia dibawa masuk ruang operasi… rasanya kayak kehilangan. Nangis sampai nggak kuat,” terangnya.

    Meskipun menjalani banyak perawatan, Febio tumbuh sebagai anak aktif dan cerdas. Ia berbicara lancar, bermain ceria, dan jarang sekali mengeluh sakit.

    “Kadang saya bingung, ‘Le, yang sakit yang mana?’ Dia pintar sekali. Ditanya dokter, ‘Sakit nggak?’ Dia jawabnya, ‘Enggak,’” kata Genti

    Meski Febio sudah memasuki usia lima tahun, ada satu hal yang membuat Genti menunda sekolah untuk sementara, rasa tidak nyaman Febio ketika dipandangi orang asing.

    “Kan belum tak sekolahin kan, Mbak? Terus biasanya orang-orang tanya, kenapa kok belum sekolah, kok belum sekolah. Belum, masih fokus pengobatan, aku bilang gitu aja, Mbak. Yang sehat saja kadang sekarang banyak bully,”

    Di tengah berbagai prosedur medis yang masih harus dijalani, Genti hanya memiliki satu harapan besar untuk anaknya, “Semoga semua operasi lancar, tumornya hilang, lidahnya bisa normal, dan dia bisa sekolah seperti teman-temannya… Saya cuma ingin dia tumbuh seperti anak-anak lain,” tutupnya.

    Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur Arif Witanto mengatakan, tumor yang diidap Febio membuatnya kesulitan untuk makan, minum, bicara maupun bernapas.

    “Kami berharap agar anak ini mendapatkan bantuan penanganan medis dengan harapan bisa beraktivitas lagi normal sebagaimana anak seusianya,” pintanya. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Ibu Muda kediri Perjuangan Tumor Lidah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMelihat Sekolah Remaja Sehari PRAMESWATI di Kota Kediri: Perkuat Akhlak-Kesehatan
    Next Article Waroeng Baroe Lama Kediri Tawarkan Suasana Jadoel yang Bikin Pengunjung Bernostalgia

    Info Lainnya

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.