Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Mbak Wali Tekankan MCSP Bukan Sekadar Penilaian, tetapi Instrumen Nyata Pencegahan Korupsi

    Mbak Wali Tekankan MCSP Bukan Sekadar Penilaian, tetapi Instrumen Nyata Pencegahan Korupsi

    Mohamad EdyMohamad Edy News 10 Februari 2026 - 18:04
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Implementasi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) untuk Pemerintahan Berintegritas, yang diselenggarakan di Hotel Grand Surya Kediri, Selasa (10/2/2026).

    Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bimtek tersebut. Menurutnya, MCSP memiliki peran strategis sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya pencegahan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. “Percuma kita hanya fokus pada nilai, tetapi secara realita masih terdapat praktik yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

    Wali Kota termuda ini juga menyampaikan keprihatinannya terhadap capaian penilaian MCSP Kota Kediri yang masih berada di peringkat tujuh terbawah di tingkat provinsi. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk melakukan monitoring dan perbaikan secara menyeluruh.

    Banner Promo

    “Ini penting sekali untuk kita evaluasi. Kekurangannya di mana, dan bagaimana kita memperbaikinya. Implementasi MCSP jangan dianggap sebagai beban administrasi atau kewajiban penilaian semata, tetapi harus menjadi semangat bersama untuk memperkuat pengendalian internal dan meminimalkan risiko penyimpangan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa MCSP mencakup beberapa fokus utama, di antaranya perencanaan APBD yang harus konsisten dengan RPJMD, RKPD, dan Renstra, serta penganggaran APBD. Tentunya dalam hal penganggaran, juga diperlukan adanya transparansi pembahasan anggaran, dan perlu juga disosialisasikan tentang pencegahan markup dan anggaran fiktif. Karena itu juga salah satu upaya untuk menunjukkan tata kelola pemerintahan yang baik.

    Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengadaan barang dan jasa untuk mencegah kolusi, pelayanan publik yang harus memiliki standar jelas dan bebas pungutan liar, serta pengelolaan barang milik daerah yang tertib agar tidak terjadi penguasaan aset oleh pihak yang tidak berhak. “Jangan sampai pencatatan aset tidak jelas, lalu ketika terjadi pergantian kepemimpinan, aset pemerintah justru berpindah ke pihak lain. Ini harus kita benahi bersama,” jelasnya.

    Aspek lain yang tak kalah penting adalah optimalisasi pajak dan retribusi daerah. Mbak Wali menekankan bahwa pencegahan kebocoran pendapatan daerah sangat krusial agar pembangunan dapat berjalan optimal.

    Menutup arahannya, Wali Kota Kediri kembali menegaskan bahwa MCSP harus dijadikan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. “Saya berharap MCSP ini benar-benar menjadi semangat kita bersama untuk mewujudkan Kota Kediri dengan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sehingga insyaallah Kota Kediri menjadi kota yang semakin Mapan,” pungkasnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, serta Direktur BUMD se-Kota Kediri.

    Mbak Wali Vinanda Prameswati
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKasus PMK Kediri Naik Lagi, 1 Ekor Sapi Mati, 5 Potong Paksa
    Next Article Pemkab Kediri Sambut TMMD ke-127, Dorong Percepatan Pembangunan Desa Gadungan

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.