Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Antrean Mengular di GPM Pare Kediri, Gula dan Beras SPHP Jadi Incaran Warga

    Antrean Mengular di GPM Pare Kediri, Gula dan Beras SPHP Jadi Incaran Warga

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 5 Agustus 2026 - 11:50
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Antusiasme masyarakat mewarnai gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri di halaman depan Masjid An-Nur Pare, Rabu (5/8/2026).

    Terlihat warga yang mulai antre sejak lapak dibuka. Bahkan komoditas gula habis hanya dalam waktu 30 menit sejak GPM resmi dibuka. Begitu juha beras SPHP yang dibandrol lebih murah dibanding pasaran.

    Salah satunya Katemi (60), warga Tulungrejo yang mengaku sengaja membeli beras SPHP sebanyak 15 kilogram karena harganya lebih murah dibandingkan di pasaran.

    Banner Promo

    “Senang, sangat terbantu karena harganya lebih murah. Kebetulan beras di rumah juga sudah habis, jadi mumpung ada yang murah saya beli untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

    Selain beras, Katemi juga membeli minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih. Menurutnya, harga kebutuhan pokok di Gerakan Pangan Murah jauh lebih terjangkau sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

    Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setio Kurniawan, menuturkan, kegiatan yang menjadi penutup pelaksanaan GPM periode Juli–Agustus ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran guna membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

    “Untuk periode ini, kebetulan untuk Agustus ini, ini yang terakhir. Jadi yang di An-Nur ini penutupan dari periode Juli sampai Agustus. Untuk total kemarin Juli-Agustus itu ada 18 kali. Ini yang terakhir,” ujarnya.

    Lebih jauh Budi menjelaskan, bahwa kegiatan GPM ini memang terbuka untuk seluruh masyarakat. Pada pelaksanaan di Pare, DKPP Kabupaten Kediri menyediakan beras SPHP dari Bulog sebanyak 4 ton dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp11.400 per kilogram.

    “Harga beras di pasaran saat ini rata-rata masih di atas Rp13.500 per kilogram. Melalui GPM, masyarakat bisa memperoleh beras SPHP dengan harga jauh lebih murah,” jelasnya.

    Selain beras, DKPP juga menghadirkan minyak goreng dari distributor, gula pasir dari pabrik gula, bawang merah dan bawang putih yang dipasok langsung oleh pelaku usaha bekerja sama dengan petani, telur hasil kemitraan dengan peternak, serta berbagai produk olahan UMKM Kabupaten Kediri.

    Untuk komoditas gula, harga jual di GPM mencapai Rp15.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang masih berada di atas Rp16.000 per kilogram. Bawang merah dijual sekitar Rp22.000–23.000 per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp25.000 per kilogram, juga berada di bawah harga pasar.

    Menurut Budi, antusiasme masyarakat selama pelaksanaan GPM sangat tinggi. Biasanya Bulog menyediakan sekitar 2 ton beras di setiap lokasi, namun khusus penutupan GPM di Pare jumlahnya ditambah menjadi 4 ton karena tingginya permintaan masyarakat.

    DKPP Kabupaten Kediri gelar GPM di Masjid An-Nur Pare

    “Alhamdulillah ini juga pare bisa teman-teman lihat juga sangat ramai antusiasmenya juga tinggi. Biasanya beras saja kami bawa 2 ton, bulog bawa 2 ton. Hari ini khusus di Pare An-Nur ini bisa bawa sampai 4 ton,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan di Kecamatan Pare menjadi penutupan GPM periode Juli–Agustus. Sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyelenggarakan 39 kali Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah.

    Sementara itu, Camat Pare Habib Adnan mengapresiasi penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah harga pangan yang masih tinggi.

    “Gerakan Pangan Murah ini sangat bisa ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga, juga untuk pengendalian inflasi daerah. Di samping itu, masyarakat juga antusias menyambut gerakan pangan murah di Kecamatan Pare ini, ujarnya.

    Melalui Gerakan Pangan Murah, pihaknya berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga daya beli dan kestabilan harga pangan di daerah.

    “Harapannya dengan adanya gerakan ini kebutuhan warga masyarakat terutama untuk kebutuhan pokok bisa tercukupi,” pungkas Habib. [nik/ang]

    Berita Kediri DKPP Kediri GPM Kediri Masjid An Nur Pare
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKediri Town Square Perbanyak Tenant F&B, Jawab Tren Wisata Kuliner dan Gaya Hidup Pengunjung
    Next Article Penataan Jalan Stasiun Kediri Dimulai, Pelaku Usaha Dukung dengan Catatan

    Info Lainnya

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54

    Tertibkan Mafia Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Surati Pedagang yang Kuasai Lebih dari 5 Unit

    24 September 2026 - 20:45

    15 Pedagang Minta Kepastian Sewa Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Ungkap Banyak Lapak Belum Terpakai

    24 September 2026 - 20:10

    Ratusan Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Belum Urus Legalitas, Perumda Beri Waktu 7 Hari

    24 September 2026 - 08:47
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54

    Tertibkan Mafia Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Surati Pedagang yang Kuasai Lebih dari 5 Unit

    24 September 2026 - 20:45

    15 Pedagang Minta Kepastian Sewa Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Ungkap Banyak Lapak Belum Terpakai

    24 September 2026 - 20:10
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.