Kediri (tahukediri.id) – Isak tangis terjadi di rumah warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri pada Jumat (25/9/2026) pagi. Jenazah Aditya Firmansyah, korban penumpang KMP Virgo Transport yang tenggelam pada 13 September 2026 tiba di rumah duka sekitar pukul 09.30 WIB.
Kerabat Aditya, Ana Raudatul Azka (27) mengatakan, Aditya semasa hidupnya merupakan sosok pekerja keras. Perilaku itu sudah tetlihat sejak ia duduk di bangku SMA, dimana ia bekerja sebagai tukang aspal jalan. Aditya merupakan lulusan SMA Al Wahid Kepung.
“Adit itu orangnya pekerja keras. Dia dari SMA tuh, SMA-nya kan kadang paruh waktu. SMA-nya jam 12.00 WIB masuk, paginya tuh dibuat kerja gitu. Kerjanya tuh kadang di aspal gitu loh, Mbak. Kayak nambal lubang-lubang aspal, kayak gitu,” katanya saat mengenang Almarhum.
Sebelumnya, Aditya bersama kakak iparnya Tri Sutrisno (30), yang bekerja sebagai sopir tronton berangkat ke Banjarmasin untuk mengirim muatan paket ekspedisi.
Menurut Azka, Aditya mulai ikut kakaknya bekerja sejak sebulan terakhir. Sempat kembali bekerja menjadi tukang aspal jalan, namun kembali ketika mendapat tawaran mengantarkan paket ekspedisi tersebut.
“Sebulan di sana, pulang, sempat balik lagi kerja di aspal. Terus ada kerjaan lagi di sana kirim paket ke Banjarmasin itu, terus kok ngikut si Adit ini. Ya udah itu, terus ternyata kapalnya ikut tenggelam,” jelasnya.
Kabar ditemukannya Aditnya dalam keadaan meninggal menjadi duka mendalam bagi keluarga, teman hingga tetangga sekitar. Isak tangis tak henti-hentinya mewarnai rumah pemuda berusia 20 tahun tersebut hingga zenazah di bawa ke tempat peristirahtan terakhirnya.
Azka menuturkan, kabar ditemukannya Aditnya telah diterima keluarga sejak Kamis (24/9/2026) sore. Namun informasi tersebut masih simpang siur hingga petugas Tim Sar menunjukkan foto dengan ciri-ciri pakian serta aksesoris yang digunakan, dan melakukan tes DNA dengan jenazah yang ditemukan.
“Kabar meninggalnya kemarin sore. Terus habis magrib itu baru keluar tes DNA-nya kalau cocok. Kan yang dibuat patokan orang-orang kan pakai baju Panjilaras itu to, Mbak. Kan Adit ini semasa kerja kan ikut Panjilaras. Panjilaras itu kayak grup Aspal. Namanya Panjilaras,” terangnya.
Jenazah Aditya dibawa ambulan dengan diiringi mobil lantas. Turut hadir dalam rumah duka jajaran Polres Kediri, Dinas Sosial Kabupaten Kediri, BPBD Kabupaten Kediri, Jasa Raharja, serta perangkat daerah setempat. [nik/ang]

