Kediri (tahukediri.id) – Menjelang pertandingan kontra Madura United pada Jumat (9/10/2026), Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandinga Persik Kediri memastikan pemasangan pagar tahap awal di Stadion Brawijaya telah selesai sesuai target yang telah ditentukan, Rabu (7/10/2026).
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri, Tri Widodo mengatakan, pengerjaan pagar baru memang sempat menjadi tantangan karena waktunya berdekatan dengan jadwal pertandingan. Namun, target tahap pertama pemasangan pagar sepanjang 94 meter dipastikan selesai sebelum laga digelar.
“Untuk persiapan melawan Madura hari Jumat ya, tanggal 9 ya, sedikit ribet karena kan bersamaan dengan pengerjaan pagar baru. Nah, jadi untuk pengerjaan besok itu sudah selesai untuk target yang pertama,” katanya.
Menurutnya, saat ini pekerja tinggal melakukan tahap finishing dan membersihkan material yang masih berada di sekitar pagar.
Panpel juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Kediri. Widodo menyebut Ditpamobvit Polda Jatim juga telah melakukan re-assessment terkait keberadaan dan kondisi pagar baru menjelang pertandingan.
Menariknya, meski pembangunan pagar belum sepenuhnya rampung, hasil penilaian terbaru terhadap kondisi stadion justru mengalami peningkatan.
Widodo menuturkan, sebelumnya terdapat sejumlah catatan dalam penilaian. Namun, setelah dilakukan koordinasi bersama PUPR Kota Kediri dan Ditpamobvit Polda Jatim, sejumlah persoalan tersebut dapat dijelaskan dan ditindaklanjuti.
“Kalau kemarin itu kan 60-62, sekarang menjadi 60-65,15 persen untuk skor. Jadi malah naik skornya meskipun belum selesai total untuk pagar,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi pagar aman digunakan saat pertandingan. Pemasangan pagar setinggi tiga meter berikutnya akan kembali dilanjutkan setelah pertandingan.
“Jadi targetnya 94 m pertama sudah selesai ini. Tinggal pengecatan, finishing, dan nanti setelah pertandingan tanggal 10 mereka kerja lagi sampai menjelang tanggal 22 Oktober,” terangnya.
Sejumlah pagar baru saat ini sudah terpasang di beberapa akses stadion. Di antaranya pintu B, C, D, E, serta sebagian pintu F.
Sementara, pintu-pintu gerbang yang belum terpasang pagarnya ditutup permanen. Namun jika sudah terpasang seluruhnya akan dibuka sistem buka-tutup. Hal tersebut guna memudahkan proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
“Nanti kalau sudah ada pagarnya sudah jadi dipasang yang bisa buka tutup ya. Karena ini untuk evakuasi kan. Kan apabila terjadi chaos, keributan apapun itu yang paling aman memang di lapangan. Makanya banyak pintu di sini ya,” terangnya.
Keberadaan pagar baru juga dinilai memberikan peningkatan dari sisi keamanan. Selain lebih kuat, tampilan stadion juga menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
Widodo menegaskan, aspek keamanan menjadi perhatian utama agar penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan nyaman, termasuk mereka yang datang bersama keluarga.
“Terus dari sisi keamanan juga pagarnya kuat, tidak rawan roboh seperti yang sudah-sudah. Mudah-mudahan ini menjadi apa ya, dari peristiwa kemarin, tidak akan terjadi lagi ya, biar aman. Karena tujuan kita itu eh tujuan penonton hanya satu mendukung timnya, sekaligus hiburan keluarga,” terangnya.
Sementara itu, penjualan tiket pertandingan home melawan Madura United sejak Selasa (6/10) pukul 18.00 WIB.
Harga tiket tidak mengalami perubahan. Untuk kategori ekonomi dibanderol Rp50 ribu, kategori utama Rp100 ribu, sedangkan tiket VIP seharga Rp150 ribu.
Total tiket yang disiapkan sekitar 6.000 lembar untuk seluruh kategori.
Penjualan dilakukan secara online. Sistem tersebut dinilai lebih praktis karena suporter cukup menunjukkan barcode yang diperoleh setelah melakukan pembelian untuk mendapatkan akses masuk stadion.
“Persik membuat yang simpel-simpel saja. Begitu dapat barcode, ya itu untuk masuknya, untuk aksesnya masuk stadion,” pungkas Widodo. [nik/ang]

