Kediri (tahukediri.id) – Kontingen Kickboxing Indonesia (KBI) Kabupaten Kediri kembali sukses menorehkan prestasi. Kali ini sebanyak 66 medali berhasil diraih dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kickboxing Indonesia Jawa Timur 2026.
Dengan borongan medali itu, Kabupaten Kediri berhasil menempati posisi juara umum II dalam kejuaraan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Hi-Tech Mall, Kota Surabaya.
Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) KBI Kabupaten Kediri, Shirojuddin, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Para atlet harus menghadapi persaingan ketat, terutama di kelas sosialisasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Untuk tantangan kemaren perjuangnnya sungguh luar biasa untuk masuk final khususnya yg dikelas sosialisasi porprov karena harus bertanding 4 kali baru masuk final,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Dalam kompetisi ini, KBI Kabupaten Kediri menurunkan 67 atlet yang berjuang menghadapi para pesaing dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dari hasil pertandingan, kontingen Kabupaten Kediri berhasil mengoleksi 29 medali emas, 21 medali perak, dan 16 medali perunggu.
Dalam kejuaraan tersebut, satu atlet KBI Kabupaten Kediri tidak dapat diberangkatkan karena sakit. Meski demikian, kontingen Kabupaten Kediri tetap mampu mencatatkan hasil positif dengan menempati posisi kedua dalam klasemen juara umum.
Shirojuddin menjelaskan, pengalaman bertanding dalam kejuaraan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi para atlet, khususnya mereka yang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov tahun depan.
Saat ini, KBI Kabupaten Kediri masih memfokuskan pembinaan atlet Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) melalui program latihan rutin tiga kali dalam sepekan.
“Untuk atlet puslatkab persiapan Porprov tahun depan kita masih fokuskan latihan seminggu 3 kali,” ujarnya.
Menurut Shirojuddin, banyaknya atlet yang berpartisipasi dalam Kejurprov juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil latihan sekaligus mengevaluasi kemampuan atlet dalam menghadapi persaingan sesungguhnya.
Shirojuddin menegaskan, meraih medali emas bukan perkara mudah. Setiap atlet harus memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, disiplin, serta kesiapan menghadapi lawan-lawan tangguh dari daerah lain.
“Dengan banyaknya partisipasi dari kontingen KBI kab. Kediri ini kami mengharapkan atlet-atlet puslatkab bisa menjadi tolak ukur latihannya karena untuk bisa mendapatkan medali emas tidak lah mudah karena harus melawan atlet dr daerah lain yg tidak midah untuk dikalahkan,” tegasnya.
Selain menjadi ajang evaluasi bagi atlet Puslatkab, kejuaraan ini juga menjadi sarana bagi atlet umum untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding.
“Dan untuk partisipan atlet umum bisa menjadi pengalaman jam terbang tanding untuk bisa diakui kemampuannya sehingga jika berpotensi bisa kita masukkan ke atlet puslatkab,” katanya.
Prestasi yang diraih KBI Kabupaten Kediri mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Ia menyampaikan penghargaan kepada para atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengharumkan nama Kabupaten Kediri.
“KONI Kabupaten Kediri mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet Kickboxing Kabupaten Kediri atas prestasi yang diraih pada Kejuaraan Provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur 2026. Raihan medali ini menunjukkan bahwa proses pembinaan atlet di Kabupaten Kediri berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Hakim berharap, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding, dan menjaga sportivitas dalam setiap kompetisi.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan olahraga prestasi merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus berlatih, meningkatkan mental bertanding dan menjaga sportivitas. KONI Kabupaten Kediri akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi, karena prestasi olahraga merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, orang tua dan seluruh stakeholder olahraga di Kabupaten Kediri,” pungkasnya. [nik/ang]

