Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    PHRI Kabupaten Kediri Resmi Dibentuk, Dorong Kolaborasi dengan Pemkab dan Pelaku Usaha

    14 Oktober 2026 - 21:08

    Mas Dhito Targetkan Pasar Ngadiluwih Kediri Rampung November, 715 Pedagang Bersiap Pindah

    14 Oktober 2026 - 21:02

    Kaki Terinfeksi, Wiji Warga Kandat Kediri Butuh Perhatian, KIS Justru Nonaktif

    13 Oktober 2026 - 21:58
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»PHRI Kabupaten Kediri Resmi Dibentuk, Dorong Kolaborasi dengan Pemkab dan Pelaku Usaha

    PHRI Kabupaten Kediri Resmi Dibentuk, Dorong Kolaborasi dengan Pemkab dan Pelaku Usaha

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 14 Oktober 2026 - 21:08
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri resmi terbentuk.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri resmi terbentuk hari ini, Rabu (14/10/2026).

    Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, mengatakan pembentukan BPC PHRI Kabupaten Kediri inibsebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, selama ini, pelaku usaha di Kabupaten Kediri masih berada dalam lingkup PHRI Kediri Raya bersama Kota Kediri.

    “Khususnya di Kediri Itu dulu kan cuma ada Kediri Raya, ya. Mungkin terlalu luas. Jadi dengan sekarang berdiri sendiri, Kabupaten Malang, ini diharapkan betul-betul menjadi think tank pemerintah, ya. Karena kita pembayar pajak juga untuk PAD di Kabupaten Kediri, jadi menjadi pemikir-pemikir untuk kemajuan pariwisata di Kediri,” katanya, Rabu (14/10/2026).

    Banner Promo

    Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri dan akses jalan tol menjadi peluang penting bagi pengembangan pariwisata dan investasi di Kabupaten Kediri.

    Dwi Cahyono menegaskan, infrastruktur tersebut harus diikuti strategi promosi dan pengelolaan destinasi yang baik. PHRI, menurutnya, memiliki peran penting karena hotel dan restoran menjadi bagian dari kebutuhan wisatawan ketika berkunjung ke suatu daerah.

    “Jadi ini yang nanti akan kita apa namanya kita bantu-bantu baik untuk kepentingan lokal pemberdayaan rotan maupun kepedulian pemerintah daerah untuk menambah PAD daerah. Kemudian yang kedua yang dilakukan PHRI selain memanage anggota hotel dan restoran yaitu mendorong sinergi ekonomi lokal dan UMKM,” jelasnya.

    Ia juga mendorong agar kebijakan pariwisata disusun berdasarkan data yang akurat, sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan wisatawan dan menentukan program yang sesuai.

    Data mengenai jumlah wisatawan, daerah asal pengunjung, karakteristik perjalanan, hingga kebutuhan akomodasi dan transportasi juga dinilai penting untuk menentukan arah pengembangan pariwisata secara tepat sasaran.

    Ia berharap PHRI Kabupaten Kediri tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha hotel dan restoran, tetapi juga mampu berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pariwisata berbasis data.

    “Saya mau, mudah-mudahan tidak hanya pelantikannya saja, tapi nanti kepengurusan ini berjalan dengan baik karena PHRI saya tekankan lagi, memang namanya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. Anggotanya hotel dan restoran, hingga ada yang afiliasi sekolah pariwisata dan segala macam. Tapi jangan lupa, PHRI itu Bapak Kepala Dinas, PHRI itu siap menjadi benteng pemerintah,” ujarnya.

    Ketua BPC PHRI Kabupaten Kediri terpilih, Ir. Esterita Dian Kenjorini, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan yang telah lama diharapkan para pelaku usaha pariwisata.

    Menurutnya, gagasan pembentukan PHRI Kabupaten Kediri telah dirintis sekitar dua tahun lalu. Kini, dengan berdirinya kepengurusan tersendiri, pihaknya berkomitmen memperluas keanggotaan sekaligus merangkul pelaku usaha yang tersebar di berbagai kecamatan.

    “Perasaannya senang, bahagia karena sudah terbentuk PHRI Kabupaten Kediri yang lama diinginkan sama teman-teman pelaku pariwisata dan baru kali ini terwujud dan terkabul. Kita sudah 2 tahun yang lalu, Kak, pencetus idenya itu kepengin gencar gini-gini, tapi enggak jadi, enggak jadi dan akhirnya alhamdulillah hari ini terkabul muscab,” ungkapnya.

    Lebih jauh Esterita menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mendata hotel dan restoran, menjalin silaturahmi dengan para pelaku usaha, serta mengajak mereka bergabung dalam PHRI Kabupaten Kediri.

    “Langkah terdekat kita inventaris eh hotel sama resto, nanti kita silaturahmi dan dengan harapan bisa masuk ke anggota PHRI Kabupaten Kediri,” ujarnya.

    Esterita melanjutkan, berdasarkan pendataan awal terdapat sekitar 49 usaha yang telah tercatat, dengan sekitar 17 di antaranya telah bersertifikat. Pendataan dan pembinaan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi ke depan.

    Esterita optimistis sektor perhotelan dan restoran di Kabupaten Kediri masih memiliki peluang berkembang. Keberadaan berbagai agenda kegiatan serta daya tarik Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dinilai dapat mendukung pergerakan wisatawan dan kebutuhan akomodasi.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan agar industri pariwisata semakin kuat.

    “Semua bisa berkolaborasi, dengan pariwisata bisa semua, UMKM, dengan stakeholder apapun bisa gitu loh. Karena namanya kebijakan kita melangkahnya bagaimana, ya itu tantangan, ya itulah kerja keras kita gimana,” imbuhnya.

    Dukungan terhadap pembentukan PHRI Kabupaten Kediri juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Kediri. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menilai hotel dan restoran merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata.

    Pemerintah daerah berharap PHRI dapat menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan, menggerakkan perekonomian, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

    “Hari ini adalah langkah awal dari tanggung jawab besar yang akan diemban serta mampu menggerakkan bagi dunia perhotelan, restoran, dan usaha-usaha pariwisata. Semoga panjenengan semua bisa menjaga amanah yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterlibatan UMKM dan produsen kuliner khas Kediri dalam rantai pasok industri perhotelan dan restoran.

    Melalui kerja sama tersebut, produk lokal diharapkan memiliki akses pasar yang lebih luas, sementara hotel dan restoran dapat memanfaatkan potensi produk unggulan daerah.

    Pemerintah Kabupaten Kediri juga mendorong pengembangan wisata alam, budaya, olahraga, dan kuliner agar daerah ini semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.

    “Mari kita racun ekosistem pariwisata Kediri menjadi satu kesatuan yang utuh, gandeng pelaku UMKM lokal, libatkan sektor ekonomi kreatif dan manfaatkan infrastruktur agar Kabupaten Kediri tumbuh menjadi destinasi wisata alam, olahraga, budaya, dan kuliner unggulan di Jawa Timur,” ucapnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, menilai potensi pariwisata, perhotelan, dan restoran di Kabupaten Kediri sangat besar. Namun, kondisi ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

    Menurutnya, pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi pariwisata perlu duduk bersama untuk merumuskan langkah kreatif agar aktivitas wisata dan konsumsi masyarakat tetap bergerak.

    Ia juga menyoroti peluang ekonomi dari Bandara Internasional Dhoho Kediri, termasuk rencana pelayanan perjalanan umrah dan haji yang disampaikan dalam wawancara. Peluang tersebut dinilai dapat memicu investasi dan membuka kebutuhan usaha baru jika dipersiapkan dengan baik.

    “Harapan kami percepatan persiapan untuk layak melakukan fasilitasi umrah dan haji ini segera bisa dilakukan sehingga masyarakat juga bisa cepat merespon kebutuhan apa saja sebagai peluang ekonomi yang segera dipersiapkan juga,” terangnya.

    Terbentuknya BPC PHRI Kabupaten Kediri diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pelaku usaha, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi wisata, serta mendorong keterlibatan UMKM.

    Bagi Kabupaten Kediri, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana aktivitas wisata mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

    Sinergi antara PHRI, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

    Dengan kepengurusan baru, PHRI Kabupaten Kediri diharapkan mampu menghadirkan program nyata yang mendorong pertumbuhan hotel dan restoran sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kediri sebagai salah satu destinasi wisata potensial di Jawa Timur. [nik/ang]

    Berita Kediri Pemkab Kediri PHRI Kabupaten Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMas Dhito Targetkan Pasar Ngadiluwih Kediri Rampung November, 715 Pedagang Bersiap Pindah

    Info Lainnya

    Mas Dhito Targetkan Pasar Ngadiluwih Kediri Rampung November, 715 Pedagang Bersiap Pindah

    14 Oktober 2026 - 21:02

    Kaki Terinfeksi, Wiji Warga Kandat Kediri Butuh Perhatian, KIS Justru Nonaktif

    13 Oktober 2026 - 21:58

    Gagal Bobol Rumah Warga di Ringinrejo Kediri, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    13 Oktober 2026 - 21:55

    Duh! Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Baru Capai 54 Persen

    13 Oktober 2026 - 09:08

    Inter Kediri Tunjuk Alviat-Habibi, Bidik Tiket ke Putaran Nasional Liga 4

    13 Oktober 2026 - 09:03

    Borong 29 Emas, Kickboxing Kabupaten Kediri Tempati Peringkat Kedua Kejurprov Jatim 2026

    13 Oktober 2026 - 08:58
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    PHRI Kabupaten Kediri Resmi Dibentuk, Dorong Kolaborasi dengan Pemkab dan Pelaku Usaha

    14 Oktober 2026 - 21:08

    Mas Dhito Targetkan Pasar Ngadiluwih Kediri Rampung November, 715 Pedagang Bersiap Pindah

    14 Oktober 2026 - 21:02

    Kaki Terinfeksi, Wiji Warga Kandat Kediri Butuh Perhatian, KIS Justru Nonaktif

    13 Oktober 2026 - 21:58

    Gagal Bobol Rumah Warga di Ringinrejo Kediri, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    13 Oktober 2026 - 21:55

    Duh! Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Baru Capai 54 Persen

    13 Oktober 2026 - 09:08
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.