Kediri (tahukediri.id) – Peringati Hari Pelajar Sedunia, PT. Berkah Langgeng Kencana (BLK) Arsy Gas Indonesia menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) menggelar masak bersama di SMK Kartanegara Wates, pada Kamis (15/10/2026).
Bertajuk Satu Sekolah Sejuta Cerita, kegiatan yang mengikutsertakan siswa itu tidak hanya masak skala besar hingga 2.500 porsi, tetapi juga sebagai upaya mengenalkan dunia kuliner sekaligus menggali potensi dan kreativitas siswa.
Direktur Operasional PT Berkah Langgeng Kencana, Kevin Eriko Purnomo Junaedi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengekspos bakat siswa, khususnya di bidang tata boga, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor industri.
“Harapan, seperti yang saya sudah sampaikan tadi yaitu untuk mengekspos bakat-bakat siswa dan tentu saja untuk menjalin relasi bersama mungkin dari dunia pendidikan, sektor industri jadi bisa lebih ya terkoneksi,” jelasnya.
Di samping itu, Ketua ICA BPC Kediri Raya, Agus Minarko, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada sektor pendidikan.
Menurutnya, ICA sebelumnya merencanakan penyelenggaraan kompetisi kuliner Dandang Mas. Namun, karena sejumlah pertimbangan, program tersebut dialihkan menjadi kegiatan edukasi dan kolaborasi bersama sekolah.
“Kita awalnya kan di tanggal 28, awalnya hari Sumpah Pemuda seperti tahun kemarin. Berhubung tanggal 28 itu semua anak-anak ada TKA, tes akademik itu, jadi kita cari tanggal lain yang sesuai dengan program kita. Tepatnya di tanggal 15 Oktober ini kita peringati juga sebagai hari pelajar internasional seperti itu,” jelasnya.

Agus menyebut kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi insan kuliner untuk mendukung pengembangan keterampilan generasi muda, khususnya siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang boga.
“Ini adalah salah satu program ICA yang kontinu ya setiap tahunnya. Sebenarnya tahun ini kita mau mengadakan lagi kompetisi Dandang Mas yang bed dua. Berhubung eh tahun ini banyak hal-hal yang tidak bisa kita lakukan, kita ubah ke program CSR. Jadi, CSR ke arah pendidikan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SMK Kertanegara Wates, Pujiono, menyambut baik kolaborasi yang melibatkan pihak sekolah, asosiasi profesi, dan dunia industri tersebut.
Ia berharap kegiatan itu mampu memberikan pengalaman baru, memperluas wawasan siswa, serta mendorong peningkatan prestasi peserta didik.
“Yang pasti hari ini harapan kami dengan adanya kolaborasi kerja sama bersama ICA dan PT BLK Berkah Langgeng Kencana ini akan membuat suasana baru, wawasan baru bagi kami, terutama bagi murid-murid kami untuk ke depan lebih berprestasi lagi,” ujarnya.
SMK Kartanegara Wates sendiri saat ini memiliki tujuh kompetensi keahlian dengan total 2.336 siswa. Sekolah tersebut juga telah membuka ekstrakurikuler tata boga yang dilaksanakan setiap Sabtu.
Menurut Pujiono, minat siswa terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Dari 13 ekstrakurikuler yang tersedia, tata boga menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati, dengan jumlah peserta lebih dari 170 siswa, baik laki-laki maupun perempuan.
Tingginya minat tersebut menjadi salah satu pertimbangan sekolah untuk mengembangkan pembelajaran tata boga secara lebih luas. Ke depan, pihak sekolah berencana mengevaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler tersebut sebagai langkah awal menuju kemungkinan pembukaan kompetensi keahlian tata boga.
Melalui kegiatan ini, SMK Kartanegara Wates bersama ICA dan PT Berkah Langgeng Kencana berharap tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di kelas, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja. [nik/ang]

