Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak 1.306 atlet mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur Piala Ketua Umum Pengprov Wushu Jatim 2026 dan Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 yang dibuka mulai hari ini, Jumat (16/10/2026).
Ajang yang berlangsung di GOR Jayabaya, Kota Kediri, ini diharap menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet berprestasi.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan kebanggaannya karena Kota Kediri kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan wushu. Menurutnya, kompetisi ini menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kemampuan di bidang olahraga.
“Kami berharap dengan adanya kejuaraan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus meningkatkan potensinya di cabang wushu,” kata Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu.
Mbak Wali menegaskan, kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter atlet. Melalui kompetisi, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kedisiplinan, mental bertanding, dan semangat untuk terus berlatih.
“Ini bisa menjadi wadah untuk pembinaan karakter anak-anak, pengembangan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan atlet wushu,” ujarnya.
Pihaknya berharap para atlet muda dapat mengikuti jejak para seniornya yang telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Ia ingin atlet Kota Kediri dan Jawa Timur mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga internasional.
“Bukan hanya bisa menjadi atlet di tingkat provinsi atau nasional, tetapi nanti anak-anak juga bisa meraih prestasi di tingkat internasional seperti yang ditunjukkan oleh senior-seniornya,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian Pengkot Wushu Kota Kediri, Dedi Setiawan Priambodo, menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor utama, yakni Taolu dan Sanda.
Pada nomor Taolu, terdapat sejumlah kategori pertandingan, termasuk Kung Fu dan Wing Chun, dengan sekitar 27 nomor pertandingan.
Sedang nomor Sanda mempertandingkan kelas berat badan 45 hingga 60 kilogram untuk putri dan 45 hingga 75 kilogram untuk putra.
Dedi menyebut, peserta Kejurprov berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Adapun Open Nasional Piala Wali Kota Kediri diikuti atlet dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.
“Total jumlah atlet menjadi yang terbesar selama Kejurprov, yakni 1.306 atlet. Itu yang Kejurprov dan ada Open Nasional Piala Wali Kota Kediri,” jelas Dedi.
Dedi menambahkan, wushu merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Kota Kediri. Hal tersebut terlihat dari capaian atlet wushu dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Pada ajang tersebut, Wushu Kota Kediri berhasil meraih posisi juara umum kedua. Dari nomor Sanda, atlet Kota Kediri mengoleksi satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Sementara dari nomor Taolu, tim menyumbangkan satu medali perunggu.
Prestasi itu menjadi modal sekaligus motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya. [nik/ang]

