Kediri (tahukediri.id) – Warga Dusun. Kalasan Barat, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri dikejutkan dengan penemuan mayat berupaya memadamkan api di lahan kebun bambu yang terbakar, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (23/10/2026). Korban diketahui seorang pria lansia berinisial JM (81). Ia merupakan petani di daerah tersebut.
Kapolsek Plosoklaten AKP Dwi Widodo menyampaikan, peristiwa bermula ketika seorang warga berinisial SP sedang berada di rumah. Tiba-tiba, seseorang yang tengah mencari rumput memberitahunya bahwa kebun bambu terbakar.
Mendengar informasi tersebut, SP langsung bergegas menuju lokasi untuk memadamkan api yang membakar bagian pinggir kebun. Namun, saat mengecek bagian tengah lahan, ia justru mendapati JM sudah tergeletak di tanah.
SP kemudian memanggil saksi lainnya berinisial SR serta warga sekitar untuk memastikan kondisi korban. Setelah diketahui korban telah meninggal dunia, kejadian itu dilaporkan kepada perangkat desa dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Plosoklaten.
“Mendengar informasi kebunnya kebakaran, SP bergegas ke kebun dan memadamkan api dipinggir kebun, sesampai ditengah kebun SP mendapati korban sudah tergeletak kemudian memanggil warga sekitar untuk sama-sama melihat, kemudian melaporkan kejadian ke Perangkat Desa, selanjutnya mengecek ke lokasi dan memastikan benar di temukan JM sudah tergeletak dalam keadaan sudah meninggal dunia kemudian langsung melaporkan ke Polsek Plosoklaten,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), lokasi penemuan korban merupakan kebun bambu di Dusun Kalasan Barat, Desa Jarak. Lahan tersebut berada bersebelahan dengan kebun bambu milik korban.
AKP Widodo menjelaskan, dugaan awal, kebakaran bermula ketika korban membakar sampah di lahan miliknya. Api kemudian diduga merembet ke kebun bambu milik SP.
“Diduga sebelumnya korban membakar sampah di lahan kebun bambu miliknya kemudian api merembet ke lahan kebun bambu milik SP, selanjutnya korban berusaha memadamkan api yang membakar lahan kebun bambu milik SP tersebut, kemudian korban terjatuh dan meninggal dunia,” jelasnya.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kediri bersama tim medis dari Puskesmas kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan menemukan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh korban, meliputi kaki, pantat, dan punggung. Korban diduga meninggal dunia akibat gangguan pernapasan setelah terlalu banyak menghirup asap kebakaran.
Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan luar.
“Diduga korban meninggal dunia akibat sesak nafas terlalu banyak menghirup asap / CO2, dan di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan/aniaya,” terangnya.
Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia jenazah korban diautopsi dan bersedia membuat surat pernyataan.
“Keluarga korban menerima dengan ikhklas atas musibah tersebut, tidak bersedia korban dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan,” pungkasnya. [nik/ang]

