Kediri (tahukediri.id) – Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri mulai mematangkan persiapan penerapan digitalisasi pemungutan jasa pelayanan kios dan los pasar. Hari ini, Selasa (27/10/2026), pihaknya menggelar pelatihan kepada seluruh petugas jasa pelayanan kios/los pasar di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Direktur Perumda Pasar Joyoboyo, Djauhari Luthfi mengatakan sistem baru ini ditargetkan mulai diterapkan pada awal November 2026 sebagai upaya mewujudkan pengelolaan pasar yang lebih transparan, tertib, dan akuntabel.
“Kami akan menerapkan digitalisasi sehingga semua harus berbasis digital, sehingga transparan dalam pengelolaan pasar. Sebelum penerapan kami akan melatih para petugas dalam pengoperasian nya,” katanya.
Lutfi menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi tahapan penting sebelum sistem diterapkan di seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Joyoboyo.
“Yang dilatih semua petugas jasa pelayanan kios/los. Jadi nantinya semua berbasis digital alias tidak manual lagi,” terangnya.
Dalam minggu ini, Perumda Pasar Joyoboyo akan melakukan uji coba atau trial terlebih dahulu. Tahapan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun operasional yang mungkin muncul di lapangan, sehingga dapat segera dievaluasi dan diperbaiki.
Menurut Djauhari, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian utama dalam penerapan sistem tersebut.
Karena itu, seluruh petugas jasa pelayanan kios dan los perlu memahami mekanisme serta cara pengoperasian aplikasi yang akan digunakan.
Melalui sistem digital ini, pembayaran pedagang nantinya dapat langsung tercatat secara real-time. Ketika transaksi dilakukan, data pembayaran akan masuk ke dalam sistem sehingga pencatatan dapat dipantau secara langsung tanpa harus bergantung pada proses administrasi manual.
“Trial nanti dilakukan di seluruh pasar. Bagaimana ada kendala atau tidak dalam penerapannya. Terutama untuk pengoperasian karena terkait SDM. Misal pedagang pasar saat ini sudah bayar dan masuk sistem dan sistem langsung membaca secara realtime saat itu juga,” jelasnya.
Dari sisi teknis, petugas akan menggunakan telepon seluler (HP) untuk mengoperasikan sistem pemungutan. Sementara bukti pembayaran dapat dicetak menggunakan printer portabel, sehingga proses pelayanan tetap praktis dan memberikan bukti transaksi kepada pedagang.
Selain pelatihan petugas, Perumda Pasar Joyoboyo juga berencana mengumpulkan para bendahara pasar pada Kamis (29/10/2026) untuk melakukan pengecekan sistem.
Dengan persiapan tersebut, Perumda Pasar Joyoboyo berharap digitalisasi pemungutan jasa pelayanan dapat menjadi langkah konkret menuju pengelolaan pasar tradisional yang lebih modern, transparan, dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pedagang. [nik/ang]

