Kediri (tahukediri.id) – Upaya membangun generasi berintegritas terus dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Salah satunya melalui kegiatan implementasi pendidikan antikorupsi yang dikemas dalam Lomba Melukis Poster Antikorupsi pada media kanvas yang diselenggarakan hari ini, Selasa (3/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik sejak dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap mental anak-anak pada perilaku-perilaku antikorupsi yang dimulai dari misalnya disiplin ya, kedisiplinan, menghargai orang lain, dan sebagainya,” jelasnya saat ditemui di lokasi lomba melukis Antikorupsi di Gedung Bagawanta Bhari.
Menurut Muhsin, perilaku antikorupsi tidak cukup hanya diajarkan melalui teori. Nilai-nilai tersebut harus dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, seperti melalui kantin kejujuran, membangun kebiasaan tidak menyontek, serta menumbuhkan keberanian siswa untuk melaporkan apabila menemukan kecurangan maupun pelanggaran di lingkungan sekolah.
Ia berharap, keberanian menyampaikan kebenaran dapat tumbuh menjadi karakter generasi muda sehingga mereka tidak hanya mampu menghindari perilaku koruptif, tetapi juga berani mencegah terjadinya kecurangan.
“Dengan lomba poster ini, paling tidak dari anak-anak yang mengikuti lomba pembuat ini punya sikap bagaimana harus apa menyampaikan pesan-pesan antikorupsi ya, pendidikan antikorupsi kepada temannya atau kepada warga sekolah. Nah, bagi warga sekolah yang lain setidaknya bisa menikmati ya hasil karya temannya berupa poster-poster itu dan bisa mengimplementasikan nanti dalam kehidupan di sekolah,” ujarnya.
Lomba melukis poster antikorupsi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sendiri diikuti 70 peserta dari 70 SMP negeri maupun swasta. Masing-masing sekolah mengirimkan satu siswa sebagai perwakilan.
Lomba tersebut mengusung konsep melukis secara manual di atas kanvas. Para peserta diberikan waktu sekitar empat jam untuk menuangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan antikorupsi melalui karya seni.
Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wawan Suradi, menjelaskan bahwa penggunaan media lukis manual dipilih agar panitia dapat melihat langsung proses pengerjaan karya para peserta. Sehingga, penilaian tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan ruang bagi kreativitas, kejujuran, dan proses berkarya para siswa.
“Kenapa kok tidak digital, malah lebih manual? Biar prosesnya itu secara waktu dan secara apa ya, pengerjaan proses, kita biar mengetahui prosesnya, lebih ke apa ya, nilai-nilai antikorupsi itu juga, biar anak-anak juga jujur,” ujarnya.
Dari 70 peserta, nantinya akan dipilih 10 karya terbaik untuk melaju ke tahap final. Penentuan juara pertama, kedua, dan ketiga dijadwalkan pada puncak acara atau awarding tanggal 16 November 2026.
Selain lomba melukis poster antikorupsi, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan pemilihan Duta Antikorupsi yang diikuti perwakilan dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Kediri.
Proses seleksi calon duta dilakukan melalui tes pengetahuan mengenai antikorupsi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan gagasan dari masing-masing peserta.
Kegiatan ini juga melibatkan praktisi seni sebagai juri serta menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk Kejaksaan dan Polres, dalam memperkuat edukasi antikorupsi di lingkungan pendidikan.
Tidak berhenti pada perlombaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga berencana memanfaatkan karya poster terbaik sebagai media kampanye antikorupsi kepada masyarakat luas.
Poster-poster pemenang nantinya direncanakan dipublikasikan melalui media sosial, media digital, hingga media luar ruang seperti baliho milik Pemerintah Kabupaten Kediri, dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Komunikasi dan Informatika.
Puncak rangkaian kegiatan ini sendiri akan berlangsung pada 16 Oktober 2026 yang di dalamnya akan diisi dengan pemberian penghargaan, deklarasi antikorupsi, serta penguatan Zona Integritas Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. [nik/ang]

