Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Sungai Brantas: Potensi Ekonomi Besar yang Terancam oleh Penangkapan Ikan dengan Setrum

    Sungai Brantas: Potensi Ekonomi Besar yang Terancam oleh Penangkapan Ikan dengan Setrum

    Mohamad EdyMohamad Edy News 27 Januari 2025 - 10:00
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Sungai Brantas, salah satu sungai terpanjang di Jawa Timur, memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat Kediri. Sungai ini tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga menyediakan pasir serta ikan air tawar yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

    Namun, keseimbangan ekosistem di Sungai Brantas kerap terancam akibat perilaku masyarakat yang menangkap ikan dengan cara-cara merusak, seperti menggunakan setrum listrik.

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid S.Pt., M.M., mengungkapkan bahwa praktik penyetruman ikan ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya. “Penyetruman ikan di Sungai Brantas sudah menjadi perhatian kami sejak tahun lalu. Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menangkap pelaku penyetruman,” ujar Nurhafid.

    Banner Promo

    Pada tahun lalu, Satpol PP berhasil menangkap tiga pelaku penyetruman ikan di Sungai Brantas. Ketiga pelaku tersebut kemudian dibina, sementara peralatan setrum yang digunakan disita dan diganti dengan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

    Nurhafid juga menyoroti bahwa pelaku penyetruman sering masuk melalui wilayah Nganjuk, memanfaatkan celah yang ada di daerah tersebut.

    Selain melarang penyetruman ikan, Dinas Perikanan juga telah memulai langkah rehabilitasi untuk memulihkan kondisi perairan. Langkah ini dilakukan melalui program restocking ikan di Sungai Brantas dan patroli yang lebih masif.

    “Kami berharap dengan langkah-langkah ini, ekosistem Sungai Brantas bisa pulih kembali dan masyarakat dapat menangkap ikan dengan cara yang lebih berkelanjutan,” pungkas Nurhafid.

    Namun, dampak dari penyetruman ikan ini tidak hanya memengaruhi populasi ikan, tetapi juga memicu konflik antara hewan liar dan manusia. Di Kecamatan Kras, Kediri, berang-berang mulai memasuki permukiman warga untuk memangsa ikan peliharaan karena habitat aslinya mengalami penurunan populasi ikan.

    Penyetruman ikan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga membahayakan kelangsungan hidup ikan-ikan lokal yang memiliki peran penting dalam keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri terus mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak dan beralih pada metode yang lebih ramah lingkungan. ***

    jatim kediri Sungai Brantas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSoto Mantenan, Kuliner Legendaris di Kediri dengan Sensasi Kuah Bening
    Next Article Aksi Demonstrasi di Kota Kediri: Enam Lembaga Tuntut Transparansi Dana Pendidikan

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.