Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Masyarakat Wonorejo Trisulo Bergerak dan Bersatu Kediri, Tuntut Ganti Rugi Akibat Banjir

    Masyarakat Wonorejo Trisulo Bergerak dan Bersatu Kediri, Tuntut Ganti Rugi Akibat Banjir

    Mohamad EdyMohamad Edy News 5 Maret 2025 - 07:13
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Para petani nanas di Trisulo, Plosoklaten, Kediri mengalami kerugian besar akibat tanaman mereka rusak parah tersapu banjir bandang.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ratusan warga Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, menggelar aksi protes menuntut ganti rugi kepada PTPN Nusantara 1 Regional 5. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas banjir kiriman yang diduga terjadi akibat alih fungsi lahan perkebunan.

    Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/3/2025) pukul 08.00 WIB di Pos Pintu Masuk PTPN Nusantara 1 Regional 5. Sekitar 400 warga akan turut serta dengan membawa perlengkapan seperti satu set soundsystem, bendera, ban bekas, dan baliho.

    Tuntutan Warga

    Banner Promo

    Masyarakat menuntut enam poin utama:

    PTPN Nusantara 1 Regional 5 harus memberikan ganti rugi atas kerugian tanaman nanas yang terdampak banjir.

    Memperbaiki jalan desa yang putus sebagai akses pertanian warga.

    Memperbaiki jembatan penghubung antar kampung di utara Kampung Kenthung RT 005 RW 004.

    Mengembalikan fungsi awal perkebunan sebagai daerah resapan dengan tanaman keras seperti karet, kopi, dan kakao, serta melarang penanaman tebu.

    Memaksimalkan sudetan untuk mencegah banjir dalam jangka pendek.

    Jika tidak ada kesepakatan, warga mengancam akan menutup akses jalan ke PTPN Nusantara 1 Regional 5 secara permanen.

    Koordinator aksi, Sutanto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dampak negatif yang dialami warga akibat perubahan tata guna lahan di perkebunan.

    Kerugian Petani Nanas Capai Ratusan Juta Rupiah

    Sebelumnya, petani nanas di Desa Wonorejo Trisulo mengalami kerugian besar akibat banjir bandang yang merusak puluhan hektar lahan pada Rabu malam (29/1/2025). Salah satu petani, Sukadi (54), menyebut bahwa total kerugian yang ia alami mencapai Rp500 juta.

    “Insya Allah di Sepawon, dulu tanaman keras, sekarang diambil alih tanaman tebu dan nanas,” ujarnya, pada Jumat lalu (31/1/2025).

    Infrastruktur di Desa Wonorejo Trisulo Kediri rusak akibat banjir kiriman

    Selain merusak lahan pertanian, banjir juga menyebabkan putusnya akses jalan utama yang menghubungkan Desa Wonorejo Trisulo dengan Sepawon, Plosoklaten. Jalan tersebut mengalami ambrol sepanjang 15 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 3 meter.

    DPRD Jatim Soroti Alih Fungsi Lahan

    Anggota DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, menyatakan keprihatinannya atas bencana yang menimpa masyarakat.

    “Saya menduga bahwa banjir kali ini salah satu penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan yang ada di lereng Gunung Kelud,” ujarnya pada Selasa lalu (4/2/2025).

    Politikus yang akrab disapa Mas Pipin ini menekankan pentingnya menjaga ekosistem alam di kawasan tersebut untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

    “Kami mendorong pihak terkait untuk memastikan bisa menjaga ekosistem alami yang ada di kawasan lereng Gunung Kelud,” tambahnya.

    Sebagai Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, ia mengapresiasi langkah cepat Dinas PUPR Kabupaten Kediri yang segera berkoordinasi dengan pemangku wilayah, termasuk PTPN XII Ngrangkah Sepawon. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya sinergi antara Pemkab Kediri, pemerintah provinsi, dan PTPN XII Ngrangkah Sepawon dalam memperkuat sistem pengelolaan lahan dan mitigasi bencana.

    “Mengatasi permasalahan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, dan harus komprehensif serta terintegrasi,” pintanya. ***

    Aksi Unjuk Rasa Banjir jatim kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMulut Netizen : Vinanda Prameswati, Wali Kota Termuda di Indonesia yang Patut Dicontoh
    Next Article Goa Selomangleng, Petilasan Dewi Kilisuci yang Sarat Sejarah di Kota Kediri

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.