Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Candi Adan-Adan Kediri Miliki Makara Tertinggi di Indonesia

    Candi Adan-Adan Kediri Miliki Makara Tertinggi di Indonesia

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 10 April 2025 - 17:12
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Ketua DK4 Gus Barok berfoto dengan makara di Situs Adan-adan Gurah Kediri. [IG @ngabehi_kidulpasar]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Penelitian arkeologis di Situs Candi Adan-Adan, Kabupaten Kediri, mengungkap temuan mengejutkan berupa makara terbesar dan tertinggi yang pernah ditemukan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) sejak tahun 2016 hingga tahap ketiga pada 2018.

    Arkeolog Puslit Arkenas, Sukawati Susetyo, mengungkapkan bahwa penelitian bermula dari informasi mengenai sepasang makara yang terlihat di permukaan tanah setinggi 30 cm.

    “Penelitian di candi Adan-Adan dimulai tahun 2016 sampai tahap ketiga, bermula dari informasi sepasang makara yang berada di atas permukaan tanah setinggi 30 cm. Kemudian kami melakukan penggalian, dan nampaknya itu dalam sekali sampai 3 meter dengan tinggi makara 2,3 meter, sejauh ini makara tertinggi yang kita temukan di Indonesia,” ungkapnya.

    Banner Promo

    Keunikan makara ini bukan hanya dari ukurannya, namun juga dari sisi artistiknya.

    “Uniknya dari makara ini adalah selain terbesar, dia juga memiliki ukiran yang detil dan berbeda, keindahannya dengan yang ada di Jogjakarta dan juga makara dari zaman Majapahit. Arah hadap dari makara ini ke barat laut, dengan demikian dapat kita asumsikan Candi Adan-Adan menghadap ke barat laut,” tambahnya.

    Penelitian juga mengungkap keberadaan arca Dwarapala yang tak kalah unik.

    “Temuan menarik selanjutnya adalah arca Dwarapala, ada di sebelah utara dari makara. Ukurannya 2 meter dengan posisi berdiri. Ini merupakan hal yang unik, karena biasanya Dwarapala jengkeng. Selain itu, pengarcaannya juga unik berbeda dari Dwarapala yang lain,” jelasnya.

    Setelah dilakukan penggalian untuk mencari pasangan arca tersebut, ditemukan bahwa arca pasangannya kini berada di Museum Airlangga Kediri.

    “Lalu kami mencari pasangan dari arca ini dengan menggali ke selatan, ternyata kosong. Hal ini sesuai dengan informasi yang didapatkan di dalam catatan Belanda, bahwa pada waktu itu terdapat temuan dari Candi Adan-Adan yang disimpan di alun-alun di Kabupaten Kediri. Saat ini arca tersebut disimpan di Museum Airlangga Kediri. Berdasarkan ukuran dan pengarcaannya sesuai bahwa arca di Museum Kediri dan yang ada di Candi Adan-Adan itu sama dan memang itu pasangannya,” bebernya.

    Penelitian juga menemukan sejumlah artefak lain seperti makara kecil, kepala kala unfinished, dan komponen arsitektur candi lainnya.

    “Temuan-temuan lain yang tidak di situ, artinya sudah berpindah di tempat aslinya ada tiga makara dengan ukuran 60 cm, kemudian ada fragmen kemuncak dan ada tiga buah kepala kala yang unfinish, artinya masih berbentuk pola, bentuknya setengah lingkaran, ada matanya, hidungnya dan giginya, tetapi itu belum dipasang di tempat aslinya,” terusnya.

    Ketua DK4 Gus Barok berfoto dengan makara di Situs Adan-adan Gurah Kediri. [IG @ngabehi_kidulpasar]

    “Barang kali akan dihias setelah makara ini dipasang di tempatnya. Tetapi tampaknya candi ini belum selesai dibuat, jadi kalanya belum selesai. Selain itu juga ditemukan batu candi, yaitu lintel atau ambang bawah candi, kemudian profil candi yang berbias padma dan juga kala sudut,” jelasnya.

    Upaya pemetaan denah candi juga telah dilakukan, meskipun belum lengkap.

    “Pada penggalian tahun 2018 atau terakhir, kami mencoba mencari denah dengan membuat kotak gali di sebelah timur makara itu. Di kedalaman 3 meter, ditemukan struktur barat daya dari Candi Adan-Adan. Kemudian kita buat ke arah utara, di situ ditemukan sudut barat laut. Mengenai denah secara lengkap belum diketahui,” ungkapnya.

    Struktur bangunan Candi Adan-Adan diperkirakan mencakup pondasi hingga bagian atap, meski tidak semuanya utuh.

    “Hingga akhir penelitian 2018, meskipun sudah tercerai berai, memang berdasarkan unsur-unsur bangunan ada dan dipadukan unsur di situ, kita bisa mengetahui Candi Adan-Adan terdiri pondasi, bagian dasar, bagian kaki candi, bagian tubuh candi diketahui dari kepala kala yang unfinish. Lalu profil candi yang berbias padma, ini biasanya terletak di antara kaki dan tubuh candi. Selain itu, juga ditemukan kemuncak, mungkin candi ini dulu ada atapnya,” imbuhnya.

    Dari kajian geologi, batuan yang digunakan dalam konstruksi candi ini berasal dari sekitar lokasi.

    “Dari studi geologi, batu-batu andesit yang dipakai diambil dari sekitar lokasi saja. Meskipun itu adalah berasal dari batu vulkanik dari Gunung Kelud,” terusnya.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa pembangunan candi ini kemungkinan besar terhenti akibat bencana alam.

    “Situs Candi Adan-Adan merupakan situs yang belum selesai sudah ditinggalkan oleh penduduknya karena letusan Gunung Api Kelud. Hal ini berdasarkan dari stratigrafi dari kotak-kotak eskavasi,” pungkasnya. ***

    Sumber : Puslit Arkenas

    Candi Adan Adan kediri Makara
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePersik Kediri Bangga, Tiga Pemain Muda Wakili Timnas U-17 di Piala Dunia 2025 Qatar
    Next Article Cegah Penyumbatan Arus, DPUPR Kota Kediri Bersihkan Sungai Kedak

    Info Lainnya

    Tak Sekadar Peringatan, Hotel Lotus Garden Kediri Hadirkan Pengalaman Membatik untuk Tamu

    2 Oktober 2026 - 19:05

    Lukis Kisah Panji, Puluhan Pelajar Kediri Asah Kreativitas di Museum Sri Aji Joyoboyo

    28 September 2026 - 07:34

    Dewata Keling Carnival Pertahankan Tradisi di Tengah Maraknya Karnaval Sound System

    7 September 2026 - 12:53

    Pameran Abhirama 2 di Kediri Kenalkan Pesona Barongan dari Masa ke Masa kepada Generasi Muda

    19 Agustus 2026 - 20:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.