Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Soft Opening Museum Sri Aji Joyoboyo, Bupati Kediri Tekankan Penyempurnaan Narasi Sejarah

    Soft Opening Museum Sri Aji Joyoboyo, Bupati Kediri Tekankan Penyempurnaan Narasi Sejarah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 25 Desember 2025 - 14:31
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana soft opening Museum Sri Aji Joyoboyo. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Moment libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar soft opening Museum Sri Aji Joyoboyo yang berlokasi di Jl. Totok Kerot, Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Kamis (25/12/2025).

    Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan bahwa pembukaan museum baru ini masih bersifat soft opening dan akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum menuju grand opening. Ia juga meminta agar narasi sejarah yang ditampilkan didiskusikan secara mendalam bersama para sejarawan dan budayawan, baik dari Kabupaten Kediri maupun Jawa Timur.

    “Ini kan masih soft opening. Tadi masih ada beberapa catatan, terus nanti untuk mencapai grand opening, saya minta alurnya untuk disempurnakan lagi, ceritanya juga harus di diskusikan dengan teman-teman sejarawan, budayawan,” katanya.

    Banner Promo

    Menurutnya masyarakat perlu tahu alur sejarah Kabupaten Kediri sejak tahun 1221 yang lalu. Mulai dari menyimpan air, masak nasi, menyusun bata hingga adanya era pabrik gula di daerah Badas.

    “Karena Kabupaten Kediri ini tidak lepas dari cerita masa lampau dari 1221 tahun yang lalu, karena usia sekarang kita 1221. Maret, 25 Maret tahun depan sudah 122. Jadi sudah tua sekali,” lanjutnya.

    Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri juga akan menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan agar mewajibkan para siswa untuk datang ke Kabupaten Kediri.

    “Jadi anak-anak jangan zaman sekarang jangan cuman buka medsos, harus tahu akar-akar budayanya mereka sekarang. Lahir, bernafas, hidup di tanah Kabupaten Kediri, tanah tertua di Jawa Timur,” tegasnya.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melihat koleksi Museum Sri Aji Joyoboyo. [Nanik/tahukediri.id]

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menyampaikan bahwa soft opening telah berjalan lancar meski masih terdapat banyak keterbatasan. Saat ini, museum baru menampilkan sekitar 50 artefak dari total 190 koleksi yang dimiliki.

    “Kita masih masih memamerkan 50 artefak yang kita punya. Padahal kita punya sekitar 190 artefak. Ini masih arkeologika, padahal rencana kita sebetulnya museum ini bukan hanya arkeologika tapi etnologika. Jadi barang-barang yang kesenian itu kita pamerkan juga mulai ya, Tiban, mungkin wayang kucil seperti Jaranan Jowo dan lain-lain,” terangnya.

    Lebih lanjut Mustika menjelaskan, kawasan museum memiliki luas hampir 5 hektare, namun yang dimanfaatkan saat ini masih sebagian kecil. Ke depan, akan dilakukan optimalisasi ruang pamer arkeologika, etnologika, ruang pamer temporal, serta penyempurnaan interior dan eksterior.

    Pada tahun 2026 mendatang, Pemkab Kediri juga merencanakan pembangunan fasad depan dan optimalisasi amphitheater yang akan difungsikan sebagai ruang pentas seni secara rutin untuk mewadahi bakat generasi muda.

    “Itu target tahun depan, amphitheater sama, kalau saya informasi, amphitheater sama fasad bangunan. Dan kita optimasi untuk ruang amphitheater nanti,” ujarnya.

    Untuk sementara, Museum Sri Aji Joyoboyo dibuka gratis bagi masyarakat dan akan beroperasi setiap hari kecuali Senin. Ke depan, museum ini diarahkan menjadi destinasi culture tourism yang tidak hanya memberikan nilai edukasi dan pelestarian budaya, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Jadi dari culture tourism memang ada selain dari sisi budaya juga senang, dari sisi apa, pengamanan benda-benda purbakala kena dari sisi edukasi kena, dari ekonomi pun juga kena. Ekonomi secara tidak langsung ya nanti ada pemasukan ke PAD juga, mengarahnya demikian,” tandasnya. [nik/ang]

    jatim kediri Museum
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSafari Natal 2025, Wali Kota Kediri Kunjungi Gereja Lintas Denominasi Jaga Kerukunan
    Next Article Jejak Iman Abad ke-19, Al-Kitab Kuno Berusia 158 Tahun Tersimpan di Gereja Merah Kediri

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.