Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 19 Juni 2026 - 15:52
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Tradisi budaya leluhur Mendhem Golekan (Mengubur Boneka) kembali digelar masyarakat Desa Kandangan, Kabupaten Kediri. Adat istiadat tersebut bagian dari rangkaian acara Bersih Desa tahun 2026, pada Jumat (19/6/2026).

    Ritual yang digelar setiap hari Jumat Pahing bulan Suro pada kalender Jawa ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh warga desa.

    Kepala Desa Kandangan Hendro Misdiono Susilo, mengatakan bahwa tradisi Mendhem Golekan merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

    Banner Promo

    “Ini merupakan budaya luhur yang sudah ada sejak dulu. Kami hanya meneruskan tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

    Menurut Handro, tradisi tersebut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Kandangan. Mendhem Golekan disimbolkan sebagai pengorbanan. “Kita mengorbankan istilahnya gitu,” katanya.

    Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Mendhem Golekan juga menjadi sarana doa bersama agar desa senantiasa diberi keamanan, ketenteraman, dan keberkahan.

    “Agar supaya ya, warga Kandangan ini damai, tentrem, sejahtera gitu. Dan hasil buminya gemah ripah loh jimawi. Rasa syukur pertama,” imbuhnya.

    Tradisi budaya leluhur Mendhem Golekan

    Layaknya membawa jenazah, boneka tersebut ditempatkan di dalam peti. Ada dua boneka yang akan dikubur satu laki-laki dan perempuan.

    Boneka yang digunakan pun bukan seperti boneka pada umumnya, melainkan dibuat dari ketan, dan gula merah serta air kacang hijau sebagai darah dengan bentuk menyerupai bayi ukuran sekitar 30 cm.

    “Golekan itu terbuat dari ketan. Jadi, bahannya itu memang, bahan pilihan. Jadi, bahannya ada darahnya itu terbuat dari gula merah sama kacang hijau. Jadi kalau disembelih dia juga keluar kayak darah,” ujarnya.

    Prosesi tersebut diawali dengan membawa sepasang boneka mengelilingi desa sejauh kurang lebih tiga kilometer sebelum akhirnya dikubur di dua lokasi berbeda. Pertama di Dusun Krajan dan yang kedua di Desa Kandangan tepatnya di tengah pertigaan Pasar Kandangan.

    Lokasi tersebut tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Bahkan pada lokasi pertigaan aspal dimana area jalan beraspal, sengaja disediakan ruang khusus agar prosesi Mendhem Golekan tetap dapat dilaksanakan tanpa merusak infrastruktur jalan.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, prosesi Mendhem Golekan hanya diikuti oleh perangkat desa dengan pertimbangan kondisi lalu lintas dan penyesuaian lainnya.

    “Biasanya kita kan ada kirab budaya. Kirab budaya itu pakai tema, temanya budaya. Tapi karena kondisi dan suasana lalu lintas sehingga kita tidak ada kirab budaya. Maksudnya kalau kirab budaya itu kita memperdayakan anak kandangan, yang muda-muda punya apa Jalur seperti seni tari, jaranan, macam-macam lah. Itu kita perdayakan agar bisa ikut untuk meramaikan acara bersih desa ini,” terangnya.

    Meski digelar secara sederhana, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Salah satunya Saila (60), warga setempat ini setiap tahun selalu antusias melihat prosesi yang dianggapnya sebagai tolak bala di desanya. Meski tahun ini tidak seramai tahun kemarin

    “Mendhem Golekan ini kan biar tolak bala, keselamatan. Dari dulu tempatnya ya disitu tidak berubah. Tapi tahun ini gak serame tahun kemarin. Tahun kemarin ada anak-anak sekolah. Tahun ini cuma perangkat desa,” ujarnya.

    Pemerintah Desa Kandangan berharap semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal terus terjaga di tengah berbagai perubahan zaman.

    “Walaupun sederhana, warga tetap antusias. Semoga tradisi ini terus membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan masyarakat Kandangan,” pungkas Hendro. [nik/ang]

    Berita Kediri Mendhem Golekan Tradisi Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleModus Gunakan Identitas Palsu di Telegram, Guru SMK di Pare Kediri Cabuli Siswanya
    Next Article Tak Hanya Proses Hukum, Polres Kediri Dampingi Psikologis Korban Pencabulan Guru SMK

    Info Lainnya

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54

    Tertibkan Mafia Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Surati Pedagang yang Kuasai Lebih dari 5 Unit

    24 September 2026 - 20:45

    15 Pedagang Minta Kepastian Sewa Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Ungkap Banyak Lapak Belum Terpakai

    24 September 2026 - 20:10
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.