Kediri (tahukediri.id) – Satreskrim Polres Kediri memastikan penanganan kasus dugaan pencabulan guru salah satu SMK di Pare terhadap muridnya tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis korban agar tetap dapat menjalani kehidupan dan pendidikan dengan baik.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri Ipda Eko Idya Sunarwan mengatakan, hingga saat ini penyidik baru menemukan satu korban dalam perkara tersebut. Meski begitu, pihaknya terus berupaya untuk pengembangan kasus.
“Kami di sini fokus pada korban. Karena anak masih sekolah, bagaimanapun juga harus tetap lanjut sekolahnya, harus punya lingkungan yang baik, lingkungan yang nyaman, lingkungan yang aman buat si anak,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui informasi terkait kasus tersebut untuk segera berkomunikasi dengan kepolisian. Sehingga seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara dapat terungkap secara menyeluruh.
“Kami juga membuka layanan aduan, sehingga apabila ada korban lain silakan segera berkomunikasi dengan kami,” tegasnya.
Dalam hal ini, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap tersangka guna mengetahui kondisi kejiwaan, sekaligus melengkapi kebutuhan penyidikan.
“Kami akan berkoordinasi dengan jaksa terkait itu untuk melengkapi berkas,” jelas Eko.
Selain itu, lanjutnya, perhatian utama juga ditujukan pada kondisi korban. Pihaknya berkoordinasi dengan DP2KBP3A Kabupaten Kediri terkait guna memberikan layanan psikologis.
Menurutnya, pendampingan psikologis dinilai penting agar korban tidak kehilangan semangat belajar dan tetap memiliki motivasi dalam menjalani masa depannya.
“Kita lakukan pendampingan psikologi supaya anak tetap punya motivasi untuk tetap sekolah, untuk tetap meraih cita-citanya,” jelasnya. [nik/ang]

