Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Antusiasme Warga Tinggi, Polisi dan Satpol PP Kediri Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

    23 Agustus 2026 - 12:49

    Kecelakaan Maut di Wates Kediri, 2 Pengendara Honda Beat Tewas 1 Luka Serius

    23 Agustus 2026 - 12:10

    Tak Sekadar Bertanding, Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 Dorong Sport Tourism dan Geliat Ekonomi

    22 Agustus 2026 - 18:48
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»El Nino ‘Godzilla’ Ancam Kota Kediri, Risiko Kekeringan hingga ISPA Mengintai

    El Nino ‘Godzilla’ Ancam Kota Kediri, Risiko Kekeringan hingga ISPA Mengintai

    Mohamad EdyMohamad Edy News 7 Juli 2026 - 11:26
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ancaman kekeringan, krisis air bersih, penurunan hasil panen hingga meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diperkirakan akan membayangi musim kemarau 2026. Menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang disebut sebagai “El Nino Godzilla”, BPBD Kota Kediri bersama BMKG Dhoho memperkuat langkah mitigasi dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

    Perwakilan BMKG Dhoho, Satria Kridha Nugraha menjelaskan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus, sementara defisit curah hujan terbesar berpotensi terjadi pada September hingga November 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang membuat musim kemarau terasa lebih kering.

    Menurutnya, dampak paling besar akan dirasakan di berbagai sektor. Di bidang pertanian, berkurangnya ketersediaan air irigasi berpotensi menurunkan hasil panen, meningkatkan serangan hama dan penyakit tanaman, serta memengaruhi produktivitas padi akibat suhu udara yang lebih tinggi.

    Sementara di sektor kesehatan, cuaca panas diperkirakan meningkatkan risiko ISPA, dehidrasi, hingga heat stroke, terutama pada September hingga November. Selain itu, musim kemarau yang lebih kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

    Satria menegaskan, El Nino merupakan fenomena alam yang tidak disebabkan langsung oleh perubahan iklim. Namun, perubahan iklim dapat memperparah dampaknya sehingga suhu udara menjadi lebih panas dan musim kemarau terasa semakin kering.

    Ia mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan menjaga kesehatan. Petani juga diharapkan menyesuaikan waktu tanam, memanfaatkan air irigasi secara efisien, serta menerapkan pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah pun diminta memastikan ketersediaan air bersih, memperkuat mitigasi kebakaran, serta memanfaatkan informasi dan peringatan dini dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan pihaknya telah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem.

    BPBD berkoordinasi dengan BMKG Dhoho untuk memantau perkembangan cuaca, bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengantisipasi potensi gagal panen, serta menggandeng PDAM menyiagakan armada tangki air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan.

    Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan fasilitas layanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan guna mengantisipasi penyakit akibat cuaca panas, seperti dehidrasi, ISPA, dan heat stroke.

    Joko mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara hemat, tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok di lahan kering, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari.

    “Yang tidak kalah penting adalah tanggap melapor. Apabila masyarakat mengalami krisis air bersih maupun menemukan kejadian kebakaran di wilayahnya, segera laporkan melalui layanan Mbak Wali 112 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

    BPBD Kota Kediri El Nino Musim Kemarau
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDiduga Bakar Sisa Daun Tebu, Petani di Kediri Tewas Gosong
    Next Article Razzi: Komitmen dan Profesionalisme Marcos Reina Tidak Diragukan Lagi

    Info Lainnya

    Antusiasme Warga Tinggi, Polisi dan Satpol PP Kediri Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

    23 Agustus 2026 - 12:49

    Kecelakaan Maut di Wates Kediri, 2 Pengendara Honda Beat Tewas 1 Luka Serius

    23 Agustus 2026 - 12:10

    Bukan Sekadar Tradisi, Parade Cikar Kediri Dorong Generasi Muda Kenal Potensi Ekonomi Peternakan

    22 Agustus 2026 - 18:44

    Jelang Kompetisi 2026/2027, Perbaikan Stadion Brawijaya Kediri Dikebut untuk Penuhi Standar I-League

    21 Agustus 2026 - 21:16

    Tinjau Rumah Warga Tak Layak Huni, Wali Kota Kediri Gerakkan Gotong Royong Bantu Subagio

    21 Agustus 2026 - 21:11

    Mbak Wali Perhatikan Rumah Tak Layak, Tuai Apresiasi DPRD

    21 Agustus 2026 - 21:07
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Antusiasme Warga Tinggi, Polisi dan Satpol PP Kediri Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

    23 Agustus 2026 - 12:49

    Kecelakaan Maut di Wates Kediri, 2 Pengendara Honda Beat Tewas 1 Luka Serius

    23 Agustus 2026 - 12:10

    Tak Sekadar Bertanding, Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 Dorong Sport Tourism dan Geliat Ekonomi

    22 Agustus 2026 - 18:48

    Bukan Sekadar Tradisi, Parade Cikar Kediri Dorong Generasi Muda Kenal Potensi Ekonomi Peternakan

    22 Agustus 2026 - 18:44

    Jelang Kompetisi 2026/2027, Perbaikan Stadion Brawijaya Kediri Dikebut untuk Penuhi Standar I-League

    21 Agustus 2026 - 21:16
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.