Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten melalu Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) kembali menyelenggarakan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) yang ketiga kalinya, Senin (6/7/2026). Mengusung tema Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan, Gertek 2026 dilaksanakan di Desa Bulupasar, Kecamatan Tarokan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Gertek tahun ini digelar dengan skala lebih besar dibanding sebelumnya. Sebanyak 14.000 petani ditargetkan hadir selama tujuh hari pelaksanaan, dengan 6.000 petani mengikuti Temu Tani yang terbagi dalam 150 kelas pembelajaran.
“Gertek ini dimaksudkan sebagai forum media yang mempertemukan antara petani, kemudian maupun industri juga sektor, juga para pelaku di sektor pertanian sehingga bisa sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi yang terbaru dan itu bisa dimanfaatkan oleh petani tentu dalam rangka meningkatkan produktivitas dan juga kesejahteraan petani khususnya nilai tukar tani kita untuk semakin lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurut Solikin, regenerasi petani masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah petani berusia di bawah 35 tahun di Kabupaten Kediri masih di bawah 10 persen. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menghadirkan Gertek sebagai ruang edukasi sekaligus promosi bahwa pertanian kini telah berkembang menjadi sektor modern yang memanfaatkan smart farming, drone, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), hingga pemasaran digital.
Pada Gertek 2026, sebanyak 77 peserta turut ambil bagian, terdiri atas perusahaan benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian, lembaga perbankan, instansi pemerintah, serta pelaku UMKM. Selain pameran teknologi, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi alat mesin pertanian dan berbagai inovasi terbaru di bidang pertanian.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga terus memperkuat dukungan bagi sektor pertanian melalui bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jaringan irigasi, hingga jalan usaha tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Tahun 2026 ini juga akan kami salurkan bantuan alsintan masing-masing 22 unit rice transplanter dan 15 unit traktor roda dua. Sedangkan untuk prasarana pertanian tahun 2025 terbangun 301 unit irigasi tanah dangkal untuk pertanian baik dari dukungan APBN bantuan siasat. Sedangkan tahun 2026 ini kami akan bangun 277 titik irigasi tanah dangkal, 30 jaringan irigasi tersier, 22 jalan usaha tani, 10 unit box bagi irigasi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, optimistis Kabupaten Kediri memiliki potensi besar menjadi daerah penghasil komoditas pertanian unggulan apabila didukung penerapan teknologi yang tepat sesuai karakteristik lahan.
“Ya, sebenarnya kan di sini ada padi juga ya, juga ada tanaman hortikultura seperti bawang merah, cabai, dan sebagainya. Tinggal kita memastikan bahwa tanah tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan oleh tumbuhan. Jangan sampai mentang-mentang yang lain produksinya banyak, kita ikut-ikutan, padahal enggak cocok gitu,” terangnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan Gertek 2026 berlangsung pada 6–12 Juli 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Selain meningkatkan kapasitas petani, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan potensi kawasan Tarokan yang didukung pembangunan infrastruktur strategis, termasuk bandara dan akses jalan tol.
“Kami memilih tempat ini Pak Sekda karena yang pertama kami ingin menyampaikan kepada pengusaha-pengusaha atau investor yang ada yang hadir ikut partisipasi ini,
bahwasanya di daerah Tarokan ini di tata ruang sudah ditetapkan sebagai kawasan industri. Yang kedua, transformasi, transportasi, adanya bandara dan adanya jalan tol, sehingga kegiatan hari ini merupakan kami ikut memasarkan kawasan industri yang ada di Kabupaten Kediri,” katanya.
Melalui Gertek 2026, Pemkab Kediri berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian serta mampu memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Pemerintah daerah berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus meningkatkan nilai tukar petani dan kualitas hidup para petani,” tandas Solikin. [nik/ang]

