Kediri (tahukediri.id) – Cabang olahraga Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Kabupaten Kediri mencatatkan prestasi membanggakan pada debutnya di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IODI Jawa Timur 2026. Meski baru terbentuk pada Desember 2025, para atlet berhasil menembus babak final di sejumlah nomor sekaligus meraih posisi runner up pada ajang yang digelar di Ciputra Mall Surabaya, 5 Juli 2026.
Sebanyak 15 atlet IODI Kabupaten Kediri diterjunkan untuk bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Penampilan perdana tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus menunjukkan potensi besar atlet Dance Sport Kabupaten Kediri di tingkat provinsi.
Ketua IODI Kabupaten Kediri, Lintang Ratri Anggita, mengatakan seluruh atlet telah menjalani persiapan intensif selama tiga bulan dengan frekuensi latihan empat kali setiap pekan.
“Persiapan sebelum kejurprov meliputi persiapan fisik dan materi dance selama 3 bulan empat kali dalam seminggu,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Pada kejuaraan tersebut, atlet Arjuna Putra Satria berhasil meraih 4th Runner Up pada nomor Line DanceSport Beginner Cha Cha Cha, 3rd Runner Up nomor Rumba, serta 4th Runner Up nomor Jive.
Sementara itu, pasangan Kanaya Aurellia Yonanta dan Ivanna Kayla Shanie Wijaya sukses menembus babak final dan menempati peringkat keenam pada nomor Traditional DanceSport U-16.
Prestasi serupa juga diraih pasangan Abid Fadlurohman Hidayat dan Cipto Adi Santoso yang berhasil melaju ke babak final dan finis di peringkat keenam nomor Traditional DanceSport Open.
Lintang menilai hasil tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Menurutnya, pengalaman mengikuti Kejurprov Jatim untuk pertama kalinya akan menjadi bahan evaluasi agar prestasi atlet IODI Kabupaten Kediri semakin meningkat pada kejuaraan berikutnya.
“Ke depan kami akan lebih intensif lagi berlatih, berbekal pengalaman meskipun masih satu kali mengikuti kejuaraan tapi akan kami gunakan pengalaman kejurprov kemarin untuk berbenah diri untuk lebih baik lagi,” terangnya.
Saat ini IODI Kabupaten Kediri memiliki sekitar 50 atlet yang aktif mengikuti program pembinaan. Ke depan, intensitas latihan akan ditingkatkan dengan fokus pada penguatan kondisi fisik, penyempurnaan teknik, serta pendalaman materi dance sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengapresiasi pencapaian cabor IODI yang mampu menunjukkan prestasi meski baru terbentuk. Ia berharap hasil tersebut menjadi motivasi bagi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersembahkan lebih banyak medali bagi Kabupaten Kediri.
“Kami mengapresiasi perjuangan dan dedikasi dari para atlet dan pelatih IODI Kabupaten Kediri, semoga dengan hasil prestasi tersebut bisa menjadi motivasi agar tetap semangat berlatih sehingga kedepannya mendapatkan lebih banyak medali dan prestasi untuk Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, IODI Kabupaten Kediri mulai menyusun strategi pembinaan. Sebanyak 15 atlet disiapkan untuk mengikuti Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang akan digelar KONI Kabupaten Kediri sebagai bagian dari persiapan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Semoga IODI dapat memberikan kontribusi terbaik untuk kabupaten kediri,” pungkas Lintang. [nik/ang]

