Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Atasi Limbah Ternak, Mahasiswa Kukerta Universitas Kadiri Olah Kotoran Puyuh dan Kambing Jadi Pupuk Bokashi di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 06:47

    Kebakaran Melanda Pabrik Tekstil PT Mahatex di Badas Kediri, Aset Rp5 Miliar Berhasil Diselamatkan

    24 Agustus 2026 - 20:24

    550 Pelajar Ramaikan KSAC 2026, PASI Kediri Bidik Bibit Atlet untuk Popda hingga Porprov 2029

    24 Agustus 2026 - 19:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Atasi Limbah Ternak, Mahasiswa Kukerta Universitas Kadiri Olah Kotoran Puyuh dan Kambing Jadi Pupuk Bokashi di Wonocatur

    Atasi Limbah Ternak, Mahasiswa Kukerta Universitas Kadiri Olah Kotoran Puyuh dan Kambing Jadi Pupuk Bokashi di Wonocatur

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 25 Agustus 2026 - 06:47
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Kadiri menghadirkan inovasi tepat guna bagi masyarakat Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Kadiri menghadirkan inovasi tepat guna bagi masyarakat Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Melalui pelatihan yang digelar pada Senin (24/8/2026), mahasiswa Fakultas Pertanian mengedukasi warga mengolah limbah kotoran puyuh dan kambing menjadi pupuk organik bokashi berkualitas tinggi.

    Solusi Limbah Peternakan dan Kemandirian Pupuk

    Ketua Kelompok Kukerta Desa Wonocatur, Sih Anggara, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari potensi maraknya usaha peternakan puyuh dan kambing di desa setempat yang limbahnya belum terolah secara optimal.

    “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Kami siap apabila ke depan dimintai pendampingan lanjutan oleh para petani,” ujar Anggara.

    Kabid Publikasi LP3M Universitas Kadiri, Dr. M. Dian Ruhamak, S.E., M.M., menambahkan bahwa program ini merupakan wujud aplikasi ilmu perkuliahan untuk memberi nilai ekonomis pada limbah peternakan.

    “Petani biasanya membeli produk pupuk jadi di toko. Dengan memanfaatkan limbah kotoran puyuh dan kambing yang ada di sekitarnya, petani memperoleh pemahaman baru untuk mengolah limbah menjadi pupuk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” jelas Dian.

    Tahapan Pembuatan dan Edukasi BPP Ngasem

    Proses pembuatan pupuk bokashi diawali dengan melarutkan mikrob pengurai (EM4) dan molase (tetes tebu) ke dalam air. Bahan baku berupa kotoran kambing, kotoran puyuh, sekam bakar, dan dedak dicampur merata di atas terpal lalu disiram larutan bioaktivator secara perlahan. Campuran kemudian ditutup terpal dan difermentasi selama 15-25 hari dengan pembalikan rutin setiap 4 hari.

    Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ngasem, Elma Ainun Juniarti, mengapresiasi pemanfaatan kotoran puyuh yang kaya hara. Ia memberi masukan teknis agar bahan ditambah dolomit untuk mempercepat penguraian di dalam tanah serta menyarankan penggunaan bioaktivator EM21.

    Apresiasi Pemerintah Desa

    Kasi Pelayanan Desa Wonocatur, Aditya Wira Sujana, menyambut positif keaktifan mahasiswa dalam membantu lingkungan desa. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan dampak langsung bagi penanganan limbah peternakan warga sekaligus mempererat keakraban bersama masyarakat desa. [nik/ang]

    Berita Kediri Mahasiswa Kukerta Pupuk Bokashi Universitas Kadiri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKebakaran Melanda Pabrik Tekstil PT Mahatex di Badas Kediri, Aset Rp5 Miliar Berhasil Diselamatkan

    Info Lainnya

    Kebakaran Melanda Pabrik Tekstil PT Mahatex di Badas Kediri, Aset Rp5 Miliar Berhasil Diselamatkan

    24 Agustus 2026 - 20:24

    550 Pelajar Ramaikan KSAC 2026, PASI Kediri Bidik Bibit Atlet untuk Popda hingga Porprov 2029

    24 Agustus 2026 - 19:50

    Mas Dhito Lantik 121 Pejabat Pemkab Kediri, Segera Tuntaskan 63 Jabatan Kosong

    24 Agustus 2026 - 19:46

    Antusiasme Warga Tinggi, Polisi dan Satpol PP Kediri Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

    23 Agustus 2026 - 12:49

    Kecelakaan Maut di Wates Kediri, 2 Pengendara Honda Beat Tewas 1 Luka Serius

    23 Agustus 2026 - 12:10

    Tak Sekadar Bertanding, Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 Dorong Sport Tourism dan Geliat Ekonomi

    22 Agustus 2026 - 18:48
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Atasi Limbah Ternak, Mahasiswa Kukerta Universitas Kadiri Olah Kotoran Puyuh dan Kambing Jadi Pupuk Bokashi di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 06:47

    Kebakaran Melanda Pabrik Tekstil PT Mahatex di Badas Kediri, Aset Rp5 Miliar Berhasil Diselamatkan

    24 Agustus 2026 - 20:24

    550 Pelajar Ramaikan KSAC 2026, PASI Kediri Bidik Bibit Atlet untuk Popda hingga Porprov 2029

    24 Agustus 2026 - 19:50

    Mas Dhito Lantik 121 Pejabat Pemkab Kediri, Segera Tuntaskan 63 Jabatan Kosong

    24 Agustus 2026 - 19:46

    Antusiasme Warga Tinggi, Polisi dan Satpol PP Kediri Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

    23 Agustus 2026 - 12:49
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.