Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Pemkab Kediri Hibahkan Lahan Rp63,2 Miliar untuk Hotel Haji, Bandara Internasional Dhoho Ditarget Jadi Embarkasi 2027

    27 Agustus 2026 - 16:14

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    26 Agustus 2026 - 18:54

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Pemkab Kediri Hibahkan Lahan Rp63,2 Miliar untuk Hotel Haji, Bandara Internasional Dhoho Ditarget Jadi Embarkasi 2027

    Pemkab Kediri Hibahkan Lahan Rp63,2 Miliar untuk Hotel Haji, Bandara Internasional Dhoho Ditarget Jadi Embarkasi 2027

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 27 Agustus 2026 - 16:14
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Harapan Bandara Internasional Dhoho Kediri menjadi salah satu embarkasi haji di Jawa Timur semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Kediri resmi menyerahkan aset tanah seluas kurang lebih 59.307 meter kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk mendukung pembangunan hotel haji di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Kamis (27/8/2026).

    Lahan yang berada di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri tersebut memiliki nilai mencapai Rp63.283.593.657. Penyerahan aset ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan ekosistem pelayanan haji di kawasan Bandara Internasional Dhoho Kediri.

    Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kediri serta pihak swasta yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan haji di Kediri.

    “Tentu kita berterima kasih pada Pemerintah Kabupaten Kediri, kepada grup dari Gudang Garam ini atas perhatian dan apa ya, support, dedikasi kepada kami, Kementerian Haji. Semoga bagian dari kita untuk bisa kita tahun depan tahun 2027 berusaha keras bagaimana kita bisa membuka Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji,” jelasnya.

    Irfan Yusuf menegaskan, pemerintah terus mengupayakan Bandara Internasional Dhoho Kediri dapat digunakan sebagai embarkasi haji mulai 2027.

    Menurutnya, rencana tersebut bukan semata-mata untuk mendekatkan layanan kepada jemaah. Lebih dari itu, keberadaan embarkasi haji di Dhoho diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Kediri dan daerah sekitarnya.

    “Kita juga ingin, bahwa daerah Kediri bisa ikut berkembang dengan adanya Embarkasi haji di Bandara Doho ini,” ujarnya.

    Irfan menjelaskan, penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar dari Bandara Dhoho berpotensi memberikan efisiensi biaya penerbangan. Dari perhitungan yang telah dilakukan, terdapat selisih biaya sekitar 53 dolar atau lebih dari Rp1 juta.

    Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji. Ia menyebut indeks kepuasan pelayanan haji pada 2026 mencapai 92,9 persen.

    “Tentu kalau kita Mendapatkan angka yang sama Itu suatu kerugian Kita harus menjadi orang yang benar-benar beruntung. Jika angka ini bisa menaik dari 92, 93 atau 94 dan itulah tantangan kita hadapi semua. Termasuk kita berupaya membuka embarkasi di Kediri,” terangnya.

    Meski lahan telah diserahkan, pembangunan Hotel Haji belum memiliki target waktu maupun anggaran yang final.

    Irfan mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah masih membahas skema pendanaan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menggandeng pihak ketiga.

    “Tentu kita akan menyiapkan berbagai hal, termasuk bagaimana funding-nya. Karena kita tahu pemerintah kita sekarang sedang banyak efisiensi, sehingga tentu kalau langsung dibangun sekarang akan kesulitan, maka kita berpikir mungkin enggak. Ada enggak upaya hukumnya untuk bisa kerja sama dengan pihak ketiga? Itu masih kita bicarakan, termasuk juga dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dan kemudian Gudang Garam juga,” terangnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan Pemkab Kediri siap memberikan dukungan terhadap kebutuhan penyelenggaraan haji dari Bandara Dhoho.

    Selain menghibahkan lahan, Pemkab juga menyiapkan dukungan infrastruktur berupa pelebaran jalan di sekitar kawasan yang akan dikembangkan sebagai fasilitas pelayanan haji.

    “Karena Masbup selain kita hibahkan lahan kan juga pelebaran jalan juga di di luar yang tadi loh ya. Di luar 59.307 itu, ada pelebaran jalan yang disupport oleh Pemkab,” ujarnya.

    Pemkab Kediri, lanjutnya, juga telah menyiapkan site plan untuk pelebaran jalan. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai dilakukan pada 2027.

    Lebih jauh Mbak Wabup, sapaan akrab Wakil Bupati menjelaskan, dalam kunjungan tersebut Menteri Haji dan Umrah juga meninjau sejumlah fasilitas yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.

    Salah satunya Fave Hotel yang nantinya dapat digunakan sebagai tempat menginap calon jemaah haji apabila pemberangkatan melalui Bandara Dhoho terealisasi.

    “Ya ini tadi masih kita hitung sampai sore nanti, okupansinya, persiapannya, kebutuhan kan kita sesuaikan dengan kapasitasnya pesawat di sini. Insyaallah lah, doanya ya,” ujarnya.

    Mbak Wabup menambahkan, lahan hibah tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan Hotel Haji, tetapi juga kantor Kementerian Haji dan Umrah.

    Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan Pemkab saat ini masih melakukan penghitungan kapasitas dan kesiapan sejumlah hotel. Selain Fave Hotel, Grand Surya juga telah dilakukan pengecekan.

    Menurut Sukadi, kedua hotel tersebut berpotensi digunakan dalam penyelenggaraan haji 2027. Pembagian penggunaannya akan menyesuaikan kebutuhan jemaah, petugas, dan kru.

    “Dalam proses haji 2027 nanti, mungkin dua hotel ini dipakai, baik Fave maupun Grand Surya,” ujarnya.

    Pertimbangan utama yang dilakukan pemerintah adalah kapasitas kamar dan kenyamanan jemaah. Selain tempat menginap, fasilitas ibadah juga menjadi salah satu perhatian.

    “Yang di prioritaskan, yang paling pertama itu tempat tinggal, kamarnya ya. Bagaimana kamarnya cukup apa enggak, Kalau enggak cukup, solusinya bagaimana. Terus tempat ibadah mereka. Jadi butuh ruangan, paling enggak menampung 100 atau 150 orang,” jelasnya.

    Pemkab Kediri berharap pembangunan Hotel Haji dapat mulai dikerjakan pada 2027 sehingga bisa digunakan pada musim haji 2028.

    “Harapan dari Pemerintah Kabupaten Kediri, 2027 sudah dimulai. Sehingga untuk haji 2028, nanti hotelnya sudah pakai Hotel Haji,” kata Sukadi.

    Akses menuju kawasan Hotel Haji juga akan diperkuat. Jalan di samping lokasi direncanakan diperlebar hingga sekitar 15 meter, sehingga mobilitas jemaah maupun kendaraan pendukung dapat berjalan lebih lancar.

    Pemkab juga membuka kemungkinan melakukan pengadaan tanah secara bertahap apabila pelebaran akses dari Hotel Haji menuju Bandara Dhoho masih membutuhkan tambahan lahan.

    “Mas Bup berpesan kepada masyarakat Desa Kalipang dan Kecamatan Grogol mengajak untuk bersama-sama mendukung pembangunan ini. Mari kita jaga suasana yang kondusif sehingga setiap tahapan pembangunan nanti dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tandas Mbak Wabup. [nik/ang]

    Bandara Dhoho Kediri Berita Kediri Embarkasi Haji
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    Info Lainnya

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    26 Agustus 2026 - 18:54

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48

    500 Ojol se-Kediri Raya Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres 27

    26 Agustus 2026 - 18:41

    Mahasiswa Universitas Kadiri Ciptakan Rocket Stove Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 19:43

    AI Makin Dekat dengan Pelajar, Polres Kediri Dorong Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab

    25 Agustus 2026 - 13:22

    Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Plemahan Bangun Komunikasi dengan Kelompok Tani Mejono

    25 Agustus 2026 - 13:08
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Pemkab Kediri Hibahkan Lahan Rp63,2 Miliar untuk Hotel Haji, Bandara Internasional Dhoho Ditarget Jadi Embarkasi 2027

    27 Agustus 2026 - 16:14

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    26 Agustus 2026 - 18:54

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48

    500 Ojol se-Kediri Raya Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres 27

    26 Agustus 2026 - 18:41

    Mahasiswa Universitas Kadiri Ciptakan Rocket Stove Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 19:43
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.