Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    26 Agustus 2026 - 18:54

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48

    500 Ojol se-Kediri Raya Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres 27

    26 Agustus 2026 - 18:41
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 26 Agustus 2026 - 18:54
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Debit air di Sumber Podang Kediri menurun akibat kemarau.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kemarau panjang membuat wajah Sumber Podang, Desa Joho, Kecamatan Semen untuk sementara berubah. Jika biasanya pengunjung dapat menikmati aliran air yang lebih tinggi, kini bebatuan sungai justru mendominasi pemandangan.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang selama ini ikut mengelola kawasan wisata Sumber Podang. Widayanti (35), salah satu pedagang di kawasan Sumber Podang, mengatakan kondisi kali saat ini tergolong lebih parah dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Aliran sungai yang biasanya mencapai lutut kini hanya menyisakan aliran dangkal hingga bebatuan di dasar sungai terlihat jelas.

    “Kalau musim kemarau itu airnya memang sedikit, kalau musim hujan itu airnya bening, batu-batu itu nggak keliatan. Tapi ini paling parah, sebelum-sebelumnya ndak sampai kering, batunya kelihatan semua,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi debit air Sumber Podang sangat dipengaruhi musim. Saat musim hujan, aliran air biasanya lebih banyak dan jernih. Bahkan, bebatuan di dasar sungai tidak terlihat karena tertutup aliran air.

    Namun, kemarau panjang yang terjadi kali ini membuat debit air menyusut lebih jauh. Selain akibat minimnya hujan, sebagian aliran air juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

    Meski begitu, lanjutnya, kondisi tersebut tidak sampai membuat warga sekitar mengalami kekurangan air. Bendungan yang berada di bagian atas kawasan Sumber Podang memang turut mengalami penyusutan, tetapi kebutuhan air masyarakat setempat masih relatif aman.

    “Tapi meski begitu, Alhamdulillah warga sini ndak sampai kekurangan air. Bendungan di atas itu meski menyusut tapi Alhamdulillah air warga sini aman, ndak sampai kekurangan,” katanya.

    Debit air Sungai di Kabupaten Kediri menurun

    Meski debit air menurun drastis, kawasan tersebut masih menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

    Salah satunya, Nita, pengunjung asal Ngasem, mengaku mengetahui Sumber Podang setelah kawasan tersebut ramai diperbincangkan di TikTok. Ia kemudian datang bersama keluarganya untuk melihat langsung kondisi sumber air sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga.

    “Saya pertama kali ke sini karena ramai di TikTok. Jadi ingin tahu bagaimana kondisi sumber airnya saat musim kemarau,” kata Nita.

    Menurutnya, Sumber Podang masih memiliki daya tarik meski debit air sedang rendah. Lingkungan yang masih bersih serta keberadaan warung dengan harga makanan yang relatif terjangkau menjadi nilai tambah bagi wisatawan.

    “Sumbernya bagus dan masih terjaga kebersihannya. Ditambah kulinernya ramah di kantong. Jadi sekalian bersama keluarga, family time,” tuturnya.

    Di Kabupaten Kediri sendiri terdapat sejumlah daerah yang mengalami rawan kekeringan sepanjang tahun 2026. Data Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri mencatat setidaknya ada 14 desa yang rawan kekeringan.

    Di antaranya, Desa Ponggok dan Desa Ngetrep di Kecamatan Mojo, Desa Babadan dan Desa Sempu di Kecamatan Ngancar, Desa Sepawon dan Desa Wonorejo-Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Desa Bobang Kecamatan Semen, Desa Kalipang Kecamatan Grogol, Desa Kepung dan Besowo Kepung, Desa Manyaran Kecamatan Banyakan, Kelurahan Sumberbendo, Sampirejo dan Pelem Kecamatan Pare.

    “Dari 14 desa ini, yang darurat air bersih di Ponggok Mojo,” terang Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri Triatmono Wahyoe, saat dikonfirmasi Rabu (26/8/2026).

    Sehingga, lanjutnya pihaknya mengirimkan bantuan air bersih yang dijadwalkan sejak 12 Agustus sampai 30 September 2026. Sementara, desa lainnya, lanjut Triatmono, masih terbilang aman.

    “Kita hanya membantu untuk kebutuhan warga masyarakat. PMI pada dasarnya membantu pemerintah/ BPBD sesuai kemampuan anggaran di PMI, selanjutnya akan dilanjutkan BPBD,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kekeringan Kediri Kemarau Kediri Sungai Mengering
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    Info Lainnya

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48

    500 Ojol se-Kediri Raya Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres 27

    26 Agustus 2026 - 18:41

    Mahasiswa Universitas Kadiri Ciptakan Rocket Stove Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 19:43

    AI Makin Dekat dengan Pelajar, Polres Kediri Dorong Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab

    25 Agustus 2026 - 13:22

    Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Plemahan Bangun Komunikasi dengan Kelompok Tani Mejono

    25 Agustus 2026 - 13:08

    DKPP Kediri Sebut Harga Sapi dan Ayam Potong Mulai Membaik, Pakan Jadi Tantangan Peternak

    25 Agustus 2026 - 13:03
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kemarau Panjang, Debit Air Sumber Podang Kediri Menyusut hingga Bebatuan Sungai Terlihat

    26 Agustus 2026 - 18:54

    Lansia Cantik hingga Line Dance, Festival Lansia Kediri 2026 Penuh Semangat dan Keceriaan

    26 Agustus 2026 - 18:48

    500 Ojol se-Kediri Raya Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres 27

    26 Agustus 2026 - 18:41

    Mahasiswa Universitas Kadiri Ciptakan Rocket Stove Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah di Wonocatur

    25 Agustus 2026 - 19:43

    AI Makin Dekat dengan Pelajar, Polres Kediri Dorong Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab

    25 Agustus 2026 - 13:22
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.