Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Mulai November, Pembayaran Jasa Pelayanan Pasar di Kota Kediri Ditargetkan Berbasis Digital

    27 Oktober 2026 - 21:46

    Dua Warga Terpeleset, Damkar Kediri Bergerak Bersihkan Tumpahan Limbah Blotong

    27 Oktober 2026 - 21:41

    Truk Box Diduga Ngeblong saat Lalu Lintas Padat, Berujung Terguling di Ngasem Kediri

    27 Oktober 2026 - 21:36
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kasus HIV di Kediri Capai 170 hingga Juli, Usia 25-40 Mendominasi

    Kasus HIV di Kediri Capai 170 hingga Juli, Usia 25-40 Mendominasi

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 9 September 2026 - 09:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kasus HIV di Kabupaten Kediri hingga pertengan tahun 2026 relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat, hingga akhir Juli ini terdapat 170 penderita.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri adalah dr. Bambang Triyono Putro mengatakan, angka tersebut merupakan pemambahan kasus dari tahun 2025 yang mencapai 291.

    “Sementara sampai akhir bulan Juli mungkin kurang lebih stabil dibanding tahun lalu,” katanya.

    Banner Promo

    Bambang mengungkapkan, temuan kasus HIV tahun ini didominasi oleh kelopok usia produktif. “Mayoritas kalangan dewasa 25-40 thn,” ungkapnya.

    Meski begitu perhatian terhadap kalangan para remaja tidak bisa diabaikan. Menurut Bambang kalangan remaja dengan gaya hidup saat ini memiliki risiko yang lebih tinggi. Sedangkan anak, selama tidak tertular oleh orang tua, maka akan aman.

    “Gaya hidup pergaulan yang membuat remaja saat ini lebih beresiko dibandingkan beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

    Beberapa langkah dilakukan agar kasus HIV di Kabupaten Kediri tidak semakin bertambah. Di antaranya, Dinkes bersama Puskesmas melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat termasuk anak sekolah terkait pemahaman tentang HIV AIDS, penularan serta pencegahannya.

    Selain edukasi, screening juga dilakukan bersama puskesmas dan mitra terhadap kelompok yang memiliki faktor risiko. Jika ditemukan kasus, pasien akan mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan kesehatan.

    “Dinkes bersama Puskesmas (PKM) dan mitra melakukan screening pada kelompok resiko untuk penemuan kasus yg selanjutnya akan ditata laksana sesuai standar,” ujarnya.

    Bagi ibu hamil, screening HIV dapat dilakukan melalui pemeriksaan dalam rangkaian ANC (antenatal care) terpadu. Sementara kegiatan bersama mitra dilakukan menyesuaikan jadwal dan kegiatan di lapangan.

    Bambang melanjutkan, screening tidak hanya dilakukan terhadap ibu hamil. Pemeriksaan juga dapat dilakukan terhadap seseorang yang memiliki faktor risiko atau ketika dokter mencurigai adanya indikasi tertentu saat pasien mendapatkan pelayanan kesehatan.

    “Kalau ada faktor resiko bisa ikut screening ke PKM atau mungkin saat sakit, kemudian dokter curiga bisa juga diminta periksa lab,” katanya.

    Dinkes juga terus memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan sebagai pusat pelayanan bagi orang dengan HIV (ODHIV), demi memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan dan pengobatan.

    Selain itu, ODHIV juga terus dipantau terkait kepatuhan pengobatan dan penurunan viral load. Upaya tersebut penting untuk menjaga kondisi kesehatan sekaligus meminimalkan risiko penularan.

    Bambang mengajak masyarakat Kabupaten Kediri untuk tidak mengabaikan upaya pencegahan HIV. Menurutnya, pengetahuan mengenai risiko, penerapan perilaku hidup sehat, dan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

    “Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Memahami risiko, menerapkan perilaku sehat, dan melakukan pemeriksaan secara berkala adalah bagian dari perlindungan diri,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri HIV Kediri Kabupaten Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePedagang Pasang Banner Penolakan, Perumda Pasar Joyoboyo Ungkap Polemik Tarif Pasar Pahing
    Next Article Tak Ingin Desa Dipimpin PJ, Pilkades Kediri 2026 Didesak Segera Jalan

    Info Lainnya

    Mulai November, Pembayaran Jasa Pelayanan Pasar di Kota Kediri Ditargetkan Berbasis Digital

    27 Oktober 2026 - 21:46

    Dua Warga Terpeleset, Damkar Kediri Bergerak Bersihkan Tumpahan Limbah Blotong

    27 Oktober 2026 - 21:41

    Truk Box Diduga Ngeblong saat Lalu Lintas Padat, Berujung Terguling di Ngasem Kediri

    27 Oktober 2026 - 21:36

    6.245 Penerima Bansos Kediri Terdampak Dugaan Afiliasi Judol, Dinsos Ungkap Kendala Sanggahan

    26 Oktober 2026 - 21:36

    FKG Universitas Kadiri dan FKG UGM Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Kaji Buah Bit Sebagai Bahan Pendeteksi Plak Gigi

    26 Oktober 2026 - 21:32

    96 Personel Dikerahkan, Polres Kediri Sasar Pelanggaran Lalu Lintas hingga Keselamatan Pelajar

    26 Oktober 2026 - 21:15
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Mulai November, Pembayaran Jasa Pelayanan Pasar di Kota Kediri Ditargetkan Berbasis Digital

    27 Oktober 2026 - 21:46

    Dua Warga Terpeleset, Damkar Kediri Bergerak Bersihkan Tumpahan Limbah Blotong

    27 Oktober 2026 - 21:41

    Truk Box Diduga Ngeblong saat Lalu Lintas Padat, Berujung Terguling di Ngasem Kediri

    27 Oktober 2026 - 21:36

    6.245 Penerima Bansos Kediri Terdampak Dugaan Afiliasi Judol, Dinsos Ungkap Kendala Sanggahan

    26 Oktober 2026 - 21:36

    FKG Universitas Kadiri dan FKG UGM Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Kaji Buah Bit Sebagai Bahan Pendeteksi Plak Gigi

    26 Oktober 2026 - 21:32
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.