Kediri (tahukediri.id) – Kawasan wisata Gunung Kelud terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Kediri disebut tengah menyiapkan pengembangan potensi wisata air panas yang berada di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menyampaikan, saat ini proses perizinan untuk pengembangan wisata air panas masih berjalan.
“Perizinan-perizinannya yang sedang diproses.
Kami ingin itu juga terwujud karena itu adalah daya tarik wisata yang ada di kawasan wisata Gunung Kelud,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wisata air panas diyakini dapat menjadi magnet tambahan bagi wisatawan. Dengan semakin beragamnya destinasi, kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Kelud diharapkan ikut meningkat.
“Kalau itu ada, itu bisa terwujud, insyaallah nanti akan menambah warna tersendiri di daerah Gunung Kelud. Pasti insyaallah itu nanti akan menambah kunjungan juga untuk wisatawan ke sana,” katanya.
Mustika melanjutkan, sebelumnya pemandian air panas di kawasan Gunung Kelud sudah ada, namun hancur tergerus erupsi Gunung Kelud tahun 2014.
Kini, pemerintah daerah mengupayakan dibukanya kembali potensi wisata alam itu.
Pengembangan kawasan tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada akhir tahun. Namun, sejumlah pekerjaan masih harus dilakukan, terutama terkait akses menuju lokasi.

“Kita berharap bisa akhir tahun juga terlaksana ya. Karena ini juga ada pengembangan jalan sampai ke kawah juga sudah terlaksana,” terangnya.
Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan pembangunan tahun ini berupa penambahan jalan utama dengan lebar enam meter dan panjang 243 meter.
“Pekerjaan telah kita mulai, penambahan jalan utama selebar 6 meter dengan panjang 243 meter,” kata Irwan.
Pembangunan jalan menggunakan struktur cor beton atau rigid pavement. Struktur tersebut dipilih karena dinilai lebih tahan terhadap kerusakan sehingga diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan mendukung aktivitas di kawasan wisata Gunung Kelud.
Pembangunan dilakukan secara bertahap. Untuk pekerjaan tahun ini, jalan dibangun hingga titik akhir di depan area parkir ojek motor.
Selain mendukung sektor pariwisata, akses tersebut juga dibutuhkan untuk menunjang aktivitas petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan pemantauan rutin Gunung Kelud.

Sementara itu, pembangunan akses menuju kawasan air panas masih memiliki tantangan, terutama kondisi medan yang memiliki kontur cukup berat.
“Ya jelas jalurnya. Kita memulai jalur baru dan tantangannya memang konturnya juga untuk pembuatan pengupasan dan lain-lain perlu, perlu ada pekerjaan khusus lah,” jelas Mustika.
Menurut Mustika, saat ini, kondisi alami kawasan tersebut masih dipertahankan. Di lokasi terdapat air terjun serta sumber air panas dan air dingin yang bertemu.
Potensi tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dengan tetap memperhatikan kondisi kawasan Gunung Kelud.
“Ini kita mencoba mulai lagi. Tapi kondisi untuk kolam itu sendiri itu air terjun, air terjun, terus ada sebetulnya bukan kolam, belum ada kolamnya sekarang. Itu ada air panas dan air dingin bertemu jadi satu. Ini itu bisa dikembangkan untuk pohon-pohon,” terangnya. [nik/ang]

