Kediri (tahukediri.id) – Kasus dugaan keracunan MBG yang dialami 9 siswa SDN Kampung Dalem 3 Kediri ditengarai dari lauk ayam katsu. Para siswa mengaku, rasa olahan ayam tersebut kecut dan kurang matang.
Salah satu siswa kelas IV, Aska mengatakan, makanan MBG yang diterima kali ini tidak seperti biasanya. Menurutnya ada beberapa menu seperti ayam katsu yang terasa kecut.
“Ayamnya rasanya kecut, trus kaya belum matang,” katanya.
Guru yang mengetahui hal tersebut langsung melarang para siswa untuk tidak memakannya. “Sama guru nggak boleh dimakan,” katanya.
Namun nahas, kesembilan siswa yang telah memakan menu MBG tersebut mengalami gejala seperti keracunan. Mulai dari perut panas, mual, muntah trus pusing.
Pj. Sekda Kota Kediri Endang Kartika Sari, menyampaikan terdapat sembilan siswa yang diduga mengalami keracunan, satu siswa dibawa pulang karena hanya mengalami sakit ringan, sementara delapan siswa lainnya dilarikan ke Puskesmas Kota Utara.
“Jadi tadi ada kabar bahwa di SD Kampung Dalam 3, ini terjadi keracunan ya. Ada sembilan orang murid, yang satu karena hanya ringan, langsung dibawa pulang oleh orang tuanya. Kemudian yang delapan dilarikan ke Puskesmas Kota Utara,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, karena tiga orang terus mengalami muntah-muntah sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Gambiran.
“Dua siswa putri dan satu orang siswa putra. Kemudian yang lima masih, tadi ada di Puskesmas Kota Utara,” imbuhnya.
Lebih jauh Endang menjelaskan, berdasarkan keterangan siswa yang mengalami indikasi keracunan, dugaan awal berasal dari menu ayam katsu.
“Dugaan awal dari chicken katsu atau ayam gorengnya. Karena tadi setelah saya tanya ke siswa yang mengalami keracunan itu, memang ada yang makan sayur, ada yang juga makan lengkap lah. Ada nasi, sayur, buah. Tapi ada beberapa juga yang hanya makan nasi dan ayam katsu saja. Jadi indikasinya ke ayam,” terangnya.
Mengetahui kabar tersebut, Dinas Kesehatan langsung bergerak mengambil sampel makanan MBG dari SD Kampung Dalem 3.
Petugas Puskesmas Kota Utara Endik mengatakan pihaknta telah mengamankan menu makanan untuk diuji lab.
“Yang saya amankan ada buah, ada ayam, sayur, edamame sama nasi putih. Ada lima. Itu untuk pemeriksaan lab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan pihaknya meminta Dinkes Kota Kediri untuk memeriksa seluruh siswa sebagai antisipasi bertambahnya korban, mengingat semua siswa juga mengonsumsi MBG yang serupa.
“Kalau harapan saya antisipasi. Karena sudah konsumsi,” ujarnya.
Sebagai langah lanjutan, Pemerintah Kota Kediri akan berkoordinasi dengan Korwil MBG terkait hal ini. Pihaknya juga akan terus melakukan observasi dan memberikan edukasi kepada siswa terkait rasa, tekstur makanan, sehingga kejadian tersebut tidak kembali terjadi.
“Jadi ini terus dilakukan observasi kepada siswa-siswa yang tidak mengalami muntah dan juga diedukasi kalau makanannya itu sudah bau atau mencurigakan rasanya. Apa, aneh itu supaya tidak juga,” pungkasnya. [nik/ang].

