Kediri (tahukediri.id) – Di tengah sejumlah gunung api Indonesia yang bergejolak, Gunung Kelud hingga saat ini masih manunjukkan status normal.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan belum ada peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu dikhawatirkan.
Petugas Pengamat Gunung Api Kelud dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Nuridin Kausar, mengatakan, aktivitas Gunung Api Kelud hingga kini masih berada pada Level I (Normal).
“Gunung Api Kelud itu masih gunung api aktif cuma statusnya karena di level 1 atau normal jadi belum ada peningkatan aktivitas ya,” katanya.
Menurutnya, sejumlah gempa yang terekam oleh peralatan pemantauan di Gunung Kelud tidak selalu berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
Nurudin menjelaskan, secara umum, kegempaan dapat dibedakan menjadi gempa tektonik dan gempa vulkanik.
Gempa tektonik terjadi akibat aktivitas lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik berkaitan dengan aktivitas gunung api.
“Kalau di sini karena istilahnya kan kalau gunung api biasanya ada sendiri perposnya itu, kalau di sini yang kita pantau kan aktivitas gunung api Kelud,” jelasnya.
Nurudin melanjutkan, peralatan pemantauan di Gunung Kelud memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Kondisi tersebut membuat gempa tektonik yang terjadi cukup jauh dari kawasan Kelud tetap dapat terekam.

“Dulu pernah gempa-gempa yang di luar negeri seperti di Filipina dan Jepang juga ada yang terekam sampai sini. Kalau gempanya besar, getarannya sampai sini dan terekam,” ungkapnya.
Meski begitu, Nurudin memastikan hingga saat ini belum ada pengaruh gempa tektonik yang terpantau terhadap aktivitas Gunung Kelud.
“Kalau yang gempa-gempa tektonik itu kalau di sini kebetulan tidak berpengaruh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengaruh gempa tektonik terhadap aktivitas gunung api bisa berbeda-beda pada setiap gunung. Karena itu, kondisi masing-masing gunung perlu dipantau berdasarkan karakteristik dan aktivitasnya.
“Kalau yang gempa-gempa tektonik itu kalau di sini kebetulan tidak berpengaruh,” tegas Nurudin.
Meski status masih Level I (Normal), aktivitas Gunung Kelud tetap dipantau secara rutin oleh PVMBG. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Kelud.
Di sisi lain, pembangunan di sekitar kawasan Gunung Kelud seperti proyek penambahan jalan utama dengan lebar enam meter dan panjang 243 masih dilakukan.
Fasilitas penunjang lainnya seperti keberadaan toilet dan foodcourt di puncak juga tengah dipersiapkan pemerintah daerah demi pelayanan terbaik wisatawan yang berkunjung.
Berdasarkan pemantauan reporter tahukediri.id, terdapat delapan lapak yang telah berdiri di kawasan puncak Gunung Kelud. [nik/ang]

