Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08

    Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    8 Oktober 2026 - 20:04

    Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    8 Oktober 2026 - 19:59
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 8 Oktober 2026 - 19:59
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengunjungi perkembangan Museum Sri Aji Jayabaya, Rabu (8/10/2026).

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menyampaikan, kedatangan Mas Bup sapaan akrab Bupati Kediri bukan sekedar melihat progres perkembangan revitalisasi Museum Sri Aji Jayabaya, tetapi juga membahas potensi pariwisata di Kabupaten Kediri.

    “Iya. Mas Bupati sangat antusias terhadap pengembangan kebudayaan dan untuk daya tarik wisata yang kita punya,” katanya.

    Banner Promo

    Mustika melanjut, Mas Bup memberikan perhatian terhadap sejumlah destinasi, termasuk Gunung Kelud, kawasan Besuki, serta pengembangan monumen yang telah ada.

    Untuk kawasan monumen, pengembangan atraksi masih akan membutuhkan pembahasan dan kajian lebih lanjut. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah pemanfaatan area rooftop agar dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata pengunjung.

    “Jadi beliau ada arahan bagaimana untuk memajukan area Besuki, terus monumen nanti bagaimana agar itu daya tariknya ditambah, mungkin bisa sampai ke Roof top dan lain-lain, pengunjung bisa sampai ke sana. Itu perlu pembahasan dan kajian lebih lanjut,” jelasnya.

    Sedangkan kawasan Gunung Kelud saat ini masih dalam proses pekerjaan oleh perangkat daerah terkait. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus berkoordinasi dalam pengembangan kawasan tersebut.

    Sementara untuk Museum Sri Aji Joyoboyo, pengembangan Museum Etnografika terus dimatangkan. Konsep pengembangan museum yang berada di kawasan potensial wisata budaya tersebut kini hampir memasuki tahap finalisasi.

    “Untuk museum lanjutan Etnografika, ide-idenya sudah hampir selesai. Insyaallah dalam minggu-minggu ini kita finalisasi,” kata Mustika.

    Setelah konsep final, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap. Pengerjaan tahap pertama itu diharap dapat terlaksana tahun depan menyesuaikan dengan ketersediaan waktu dan anggaran.

    “Jadi nanti untuk pada perubahan anggaran kita lanjut untuk pembuatan tahap pertama yaitu Etnografika. Jadi yang sebelah sisi utara ini nanti mulai kita tata. Jadi kita cukupkan dari segi waktu dan biaya, nanti seberapa jauh, nanti kita lanjut tahap-tahap berikutnya di tahun depan,” terangnya.

    Mustika melanjutkan, tahapan berikutnya akan dilanjutkan pada tahun depan hingga museum dapat dikembangkan secara optimal.

    “Ya, harapannya di tahun depan bisa optimal walaupun nanti mungkin bisa dilanjutkan ke berikutnya untuk optimalisasi mungkin menambah atraksi yang lain di museum tersebut masih dimungkinkan,” terangnya.

    Menurut Mustika, pengembangan Museum Etnografika juga membuka peluang untuk menghubungkan sejumlah destinasi wisata budaya yang berada di sekitarnya.

    Kabupaten Kediri, lanjutnya, memiliki banyak destinasi budaya yang dapat dikemas dalam satu koneksi wisata, di antaranya Tegowangi, Surowono, hingga kawasan Museum Sri Aji Jayabaya dan petilasan Sri Aji Joyoboyo.

    “Kalau paket wisata tentu kita tidak menutup peluang seperti itu karena kita juga punya tempat wisata budaya yang lain seperti Tegowangi, Surowono dan lain-lain,” ujarnya.

    Kedekatan lokasi Museum Etnografika dengan Museum Sri Aji Jayabaya dan petilasan Sri Aji Joyoboyo dinilai menjadi peluang untuk membangun konektivitas antar-destinasi.

    “Jadi rencana awal karena di sana memang ada jalan tembus. Harapannya pada saat pementasan di sini kan ada kirab budaya satu suro di menang ini. Jadi harapannya nanti bisa kita koneksikan dengan acara tersebut,” katanya.

    Bahkan, area di sekitar museum dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi selama kegiatan budaya berlangsung.

    “Mungkin stand-nya di sini, yang biasanya di Balai Desa mungkin stand-nya di sini. Itu tidak menutup kemungkinan,” imbuhnya.

    Sementara revitalisasi Amphitheater ditargetkan rampung pada bulan November 2026 ini. Setelah itu, perhatian akan diarahkan pada bagaimana menghidupkan kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan.

    Menurutnya, Amphitheater harus dikemas dengan agenda seni dan budaya yang dapat digelar secara berkelanjutan.

    “Kalau nanti sudah selesai tinggal nanti operasionalnya untuk Amphitheater ini nanti bagaimana kita mengemas acara-acara tersebut agar bisa continue dan bisa terus dapat berjalan menghidupi Amphitheater ini,” katanya.

    Pengembangan secara bertahap ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wisata Kediri, terutama dengan menggabungkan potensi alam, sejarah, budaya, dan pertunjukan seni dalam satu rangkaian destinasi. [nik/ang]

    Berita Kediri Mas Dhito Museum Sri Aji Jayabaya
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSharing Love, Spreading Joy: GenBI dan Lumbung Kebaikan Hangatkan Hari Lansia di PSTW Pare
    Next Article Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    Info Lainnya

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08

    Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    8 Oktober 2026 - 20:04

    Sharing Love, Spreading Joy: GenBI dan Lumbung Kebaikan Hangatkan Hari Lansia di PSTW Pare

    8 Oktober 2026 - 17:45

    Polres Kediri Ungkap Kasus Aborsi di Bulupasar, 2 Pasangan Kekasih Ditetapkan Tersangka

    7 Oktober 2026 - 20:23

    Polres Kediri Ungkap Kasus Pembuangan Jasad Bayi di Pare, Dua Kekasih Jadi Tersangka

    7 Oktober 2026 - 20:07

    Pagar Baru Stadion Brawijaya Kediri Dikebut, 94 Meter Rampung Jelang Persik vs Madura United

    7 Oktober 2026 - 13:22
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Pria Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Singosari, Jasad Ditemukan di Persawahan Gampengrejo Kediri

    8 Oktober 2026 - 20:08

    Empat Benda Diduga Cagar Budaya Dievakuasi Disparbud Kediri dari Rumah Warga

    8 Oktober 2026 - 20:04

    Bupati Kediri Dorong Pengembangan Wisata Budaya, Museum Sri Aji Jayabaya Jadi Salah Satu Fokus

    8 Oktober 2026 - 19:59

    Sharing Love, Spreading Joy: GenBI dan Lumbung Kebaikan Hangatkan Hari Lansia di PSTW Pare

    8 Oktober 2026 - 17:45

    Polres Kediri Ungkap Kasus Aborsi di Bulupasar, 2 Pasangan Kekasih Ditetapkan Tersangka

    7 Oktober 2026 - 20:23
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.