Kediri (tahukediri.id) – Pengerjaan Revitalisasi Pasar Ngadiluwih terus dikebut. Hingga evaluasi minggu ke-12, progres fisik proyek lanjutan tersebut telah mencapai sekitar 54 persen.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri (Disdagin) yang sekaligus Komitmen (PPK) Pasar Ngadiluwih, Tutik Purwaningsih, mengatakan capaian pembangunan saat ini menunjukkan tren positif dan dinilai sesuai jadwal pekerjaan.
“Ya, untuk progres lanjutan pekerjaan Pasar Ngadiluwih, kalau melihat kondisi minggu 11 ke minggu 12 ini, alhamdulillah deviasi progresnya positif dan di angka untuk MOS 54 kurang lebih 54%. Yang terpasang dari evaluasi hari ini yang dilaporkan ke kami adalah 46%,” ujarnya saat ditemui usai monev Pasar Ngadiluwih pada Senin (12/10/2026).
Tutik melanjutkan, percepatan pekerjaan terus ditekankan kepada kontraktor mengingat masih ada tahapan pemindahan pedagang yang harus dipersiapkan sebelum pasar beroperasi secara menyeluruh.
Menurutnya, penyelesaian proyek tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas pendukung benar-benar siap digunakan.
“Karena memang kami berharap dan juga menekankan kepada kontraktor bahwa pekerjaan lanjutan Pasar Ngadiluwih ini harus bisa tepat waktu, bahkan lebih dipercepat. Mengingat kami masih harus ada tahapan pemindahan pedagang,” jelasnya.
Pematangan persiapan pemindahan pedagang juga terus dilakukan, mulai dari validasi data, sosialisasi, penentuan zonasi, hingga penyiapan tempat berjualan.
“Oktober ini kami melakukan sosialisasi kedua, finalisasi terkait dengan hasil perpal. Kemudian tanggal 14, insyaallah 14, 15 besok hari Kamis, Jumat, kami juga melakukan kegiatan sosialisasi untuk pedagang-pedagang yang sudah database-nya final,” jelasnya.
Tutik mengungkapkan, validasi data yang dilakukan sejak September 2026 menunjukkan adanya penambahan jumlah pedagang. Dari data awal sekitar 450 pedagang, hasil verifikasi berkembang menjadi kurang lebih 470 pedagang.
Pendataan juga mencakup pedagang yang selama ini berjualan di tempat penampungan sementara (TPPS), pedagang lesehan, serta pedagang yang sebelumnya beraktivitas di jalan.
Khusus pedagang lesehan, terdapat sekitar 101 pedagang yang turut diakomodasi dalam pendataan. Sementara pedagang baru yang ingin berjualan di Pasar Ngadiluwih akan masuk daftar tunggu dan disesuaikan dengan ketersediaan tempat.
“Ini sepertinya menarik potensi dengan di Ngadiluwih dan saya daftar, Bu, dengan tidak ada riwayat jualan di sini. Nah, itu masuk daftar tunggu kami yang paling akhir. Karena kami tetap harus memberikan peluang untuk pelaku usaha, apabila di sini tempatnya memungkinkan, mereka kami beri peluang. Hanya tahapannya seperti itu. Tidak bisa serta-merta masuk,” terangnya.
Tahapan sosialisasi lanjutan juga disiapkan untuk memastikan pedagang memahami jadwal pemindahan, pembagian zona, serta aturan pembuatan lapak sebelum mulai menempati lokasi baru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sendiri menargetkan seluruh pedagang mulai menempati pasar pada November 2026, sehingga operasional penuh dapat dimulai awal Desember mendatang.
“Sesuai harapan Mas Bupati bahwasanya November nanti semua pedagang harus sudah mulai proses pindah dan Desember awal harus semuanya sudah bisa dioperasionalkan,” pungkasnya. [nik/ang]

