Kediri (tahukediri.id) – Nasib memprihatinkan dialami Wiji, warga Dusun Bulurejo, Desa Sumberjo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan persoalan kesehatan mental yang dialaminya, Wiji kini harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi pada kedua kakinya.
Ironisnya, kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang iurannya dibayarkan pemerintah justru dilaporkan sudah tidak aktif.
Ketua Ketua Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Provinsi Jawa Timur Arif Witanto mengatakan, kepesertaan KIS tidak aktif lantaran status Wiji termasuk desil 8.
“Kepesertaannya dalam KIS sudah di non aktifkan karena ia dianggap masuk dalam desil 8, sedangkan kondisi ekonomi dan mentalnya sangat memprihatinkan sekali,” jelasnya.
Arif menjelaskan, Wiji termasuk warga tidak mampu. Ia juga memiliki kondisi kekurangan dalam kesehatan mental dan saat ini mengalami infeksi pada kedua kakinya. Salah satunya bahkan harus diperban untuk mencegah bertambah parah.
Pihaknya berharap kondisi Wiji mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga bisa mendapatkan kembali kepesertaannya dalam penjaminan kesehatan.
“Perhatian pemerintah dan masyarakat tentu sangat diperlukan mengingat kondisinya itu, agar ia bisa mendapatkan kembali kepesertaannya dalam penjaminan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait KIS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib mengatakan, mengenai kepesertaan KIS merupakan kewenangan dari kemensos.
“Tentang itu kewenangan kemensos. Dinkes tidak mendapatkan pemberitahuan datanya,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widodo menyampaikan, kasus tersebut telah ditindaklanjuti.
“Proses tindak lanjut mb, Dinsos merekomendasikan untuk selanjutnya ditindaklanjuti dinkes, sudah kita bantu komunikasi ke dinkes,” ujarnya. [nik/ang]

