Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Pasar Induk Pare Overload, Pemkab Kediri Bangun Los Baru untuk 20 Pedagang dan Lebarkan Akses Truk

    4 November 2026 - 18:13

    Tuntutan Kasus Kematian Anang Sularso di Kediri Kembali Tertunda, Jaksa Masih Matangkan Berat Hukuman

    4 November 2026 - 18:06

    Sehat Tapi Minta Surat Sakit? Ini Bahaya Hukum yang Menanti Pasien

    4 November 2026 - 06:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Pasar Induk Pare Overload, Pemkab Kediri Bangun Los Baru untuk 20 Pedagang dan Lebarkan Akses Truk

    Pasar Induk Pare Overload, Pemkab Kediri Bangun Los Baru untuk 20 Pedagang dan Lebarkan Akses Truk

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 4 November 2026 - 18:13
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Foto Media
    Pemkab Kediri membangun satu los baru dan memperlebar akses jalan di Pasar Induk Pare untuk mengatasi kepadatan pedagang
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri membangun satu los baru dan memperlebar akses jalan di Pasar Induk Pare untuk mengatasi kepadatan pedagang serta aktivitas bongkar muat komoditas. Pengembangan yang masuk proyek strategis daerah 2026 itu mencatat progres 67,386 persen hingga minggu ke-15, dengan target penyelesaian pada 26 November 2026.

    Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan penambahan los ditujukan untuk mengakomodasi pedagang besar yang selama ini belum memperoleh tempat berjualan memadai. Fasilitas baru tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 20 pedagang.

    “Pasar Induk Pare ini menjadi proyek strategis daerah tahun 2026 ini ada tambahan satu los untuk pengembangan dan juga menampung pedagang-pedagang yang belum mendapatkan tempat. Kalau progres sampai dengan minggu ke-15 ini kurang lebih 67,386%,” katanya.

    Banner Promo

    Pengembangan pasar ini dilatarbelakangi kondisi aktivitas perdagangan yang semakin padat. Pada musim panen atau saat pasokan komoditas tertentu melimpah, barang dagangan seperti cabai, jagung, dan kacang-kacangan kerap memenuhi area pinggir jalan. Akibatnya, arus kendaraan terganggu dan ruang untuk aktivitas bongkar muat semakin terbatas.

    Tutik menjelaskan, penambahan los akan diikuti penataan ulang pedagang, terutama penjual komoditas musiman asal Kabupaten Kediri seperti jagung, terong, dan kacang panjang. Pemerintah daerah berharap pengelompokan tersebut dapat mencegah pedagang meluber ke badan jalan ketika pasokan komoditas meningkat.

    “Jadi di Pasar Induk itu saat ini sedikit overload ya dari baik itu pedagangnya maupun komoditas jualannya. Kalau misalkan pas musim tertentu, katakanlah cabe ataupun jagung ataupun kacang itu sampai melimpah di jalan-jalan. Nah, nanti akan kami tata ulang kaitannya beberapa komoditas yang musiman itu biar pada saat musiman tidak melebar di jalan-jalan yang menimbulkan kemacetan, orang masuk-keluar masuk tidak nyaman, mau bongkar muat juga tidak nyaman karena macet. Nah itu menjadi titik poin dari Mas Bupati memberikan kebijakan untuk perluasan di sana,” katanya.

    Los tambahan tersebut dirancang berbeda dari fasilitas pasar tradisional pada umumnya. Area ini diperuntukkan bagi pedagang besar yang membutuhkan ruang lebih luas untuk aktivitas perdagangan sekaligus pengemasan barang sebelum dikirim ke berbagai daerah.

    Menurut Tutik, sebagian pedagang bahkan memiliki jangkauan pemasaran hingga luar pulau sehingga membutuhkan tempat untuk kegiatan pengemasan atau packing.

    “Kalau jumlah pedagang belum bisa mencakup semuanya memang, tapi insyaallah 20 pedagang bisa terkondisikan,” ujarnya.

    Penempatan pedagang nantinya tidak menggunakan mekanisme undian. Disdagperin akan melibatkan paguyuban pedagang yang sudah terbentuk untuk membantu pengelompokan berdasarkan jenis komoditas.

    Dengan sistem zonasi tersebut, pedagang yang menjual komoditas sejenis diharapkan berada dalam satu kawasan. Penataan ini dinilai dapat mempermudah pembeli, termasuk pedagang dari luar daerah, ketika mencari dan melakukan transaksi komoditas dalam jumlah besar.

    “Karena di sana pedagang besar, tidak pakai undian. Jadi nanti kami kumpulkan. Di sana sudah ada paguyuban, biar teman-teman paguyuban nanti yang membantu kami untuk penataan. Karena komoditasnya juga biar seragam ya, misalkan cabe tidak satu lokasi, itu akan menyulitkan pedagang-pedagang luar yang mau masuk,” jelasnya.

    Selain menambah kapasitas perdagangan, Pemkab Kediri juga membangun akses jalan di sisi barat pasar dengan lebar sekitar 8 hingga 9 meter. Jalur tersebut disiapkan agar kendaraan berukuran besar, termasuk truk pengangkut komoditas, dapat masuk dan bermanuver lebih leluasa.

    Selama ini, aktivitas kendaraan dan bongkar muat banyak terpusat di bagian tengah serta timur pasar. Dengan berfungsinya akses barat, arus kendaraan diharapkan terbagi sehingga tidak menumpuk pada satu titik.

    “Jadi kalau barat nanti sudah bisa difungsikan bongkar muat, mengurangi yang di tengah. Jadi di tengah juga jadinya satu sisi, yang satu sisi pindah di sebelah barat,” terangnya.

    Meski progres pembangunan telah mencapai lebih dari 67 persen, sejumlah pekerjaan masih membutuhkan percepatan. Tutik menyebut pemasangan atap berbahan spandek tinggal memasuki tahap penyelesaian karena materialnya telah tersedia. Sementara itu, pengecoran lantai dan pemasangan paving masih menjadi perhatian.

    Cuaca hujan yang mulai sering terjadi di wilayah Pare juga menjadi faktor yang harus diantisipasi. Disdagperin meminta kontraktor mengatur metode kerja dan mempercepat penyelesaian agar kondisi cuaca tidak menghambat target proyek.

    “Jadi sebetulnya tidak banyak, hanya memang perlu upaya-upaya pengendalian dan percepatan. Nah, ini kami mohon untuk kontraktor juga memahami, mengingat musim hujan sudah mulai beberapa kali Pare hujan. Makanya ini juga menjadi perhatian mitigasi kami untuk terus ada percepatan-percepatan. Meskipun progress on the track semua, tapi kalau misalkan ada sedikit kesalahan strategi ataupun apa, metode kerja yang enggak pas bisa tidak selesai. Tapi ini terus menjadi bahan pengendalian kami,” jelasnya.

    Tutik memastikan pekerjaan masih mengacu pada jadwal kontrak dengan batas akhir penyelesaian 26 November 2026. Pemerintah daerah juga akan mengkaji secara hati-hati apabila terdapat usulan perubahan atau tambahan pekerjaan agar tidak mengganggu target yang telah ditetapkan.

    “kalau sekarang ini memang kami harus lebih berhati-hati, jangan sampai tambahan pekerjaan itu justru malah membuat target awal tidak terpenuhi. Makanya sekarang sudah on the track, nanti akan menjadi bahan kajian pengawas maupun kami. Tapi selama ini masih on the track, insyaallah terakhir 26 November kalau sesuai kontrak kami,” pungkasnya.

    Dengan kapasitas los yang diperkirakan hanya menampung 20 pedagang, persoalan berikutnya adalah memastikan penataan benar-benar mampu mengurangi aktivitas perdagangan di badan jalan.

    Pemkab Kediri juga perlu memastikan akses barat dapat berfungsi optimal untuk kendaraan besar, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terlihat dari selesainya fisik proyek, tetapi juga dari berkurangnya kemacetan dan semakin lancarnya aktivitas perdagangan di Pasar Induk Pare. [nik/ang]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTuntutan Kasus Kematian Anang Sularso di Kediri Kembali Tertunda, Jaksa Masih Matangkan Berat Hukuman

    Info Lainnya

    Tuntutan Kasus Kematian Anang Sularso di Kediri Kembali Tertunda, Jaksa Masih Matangkan Berat Hukuman

    4 November 2026 - 18:06

    Puncak HAN 2026, Pemkab Kediri Tekankan Hak Anak dan Ancaman Bullying di Sekolah

    4 November 2026 - 06:38

    Bangun Generasi Berintegritas, Disdik Kabupaten Kediri Ajak 70 SMP Kampanyekan Antikorupsi Lewat Seni

    3 November 2026 - 20:34

    Pedagang Pasar Ngadiluwih Mulai Undi Lapak, Disdagperin Tegaskan Tak Boleh Ada Praktik Sewa

    3 November 2026 - 20:00

    APBD 2027 Tertekan Penurunan TKD, Pemkab Kediri Targetkan PAD Rp933,48 Miliar

    2 November 2026 - 17:55

    Kirim 7 Atlet, PERSAMBI KabupatenKediri Pulangdengan10 Medali dari Kejurprov Sambo Jatim

    2 November 2026 - 17:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Pasar Induk Pare Overload, Pemkab Kediri Bangun Los Baru untuk 20 Pedagang dan Lebarkan Akses Truk

    4 November 2026 - 18:13

    Tuntutan Kasus Kematian Anang Sularso di Kediri Kembali Tertunda, Jaksa Masih Matangkan Berat Hukuman

    4 November 2026 - 18:06

    Sehat Tapi Minta Surat Sakit? Ini Bahaya Hukum yang Menanti Pasien

    4 November 2026 - 06:50

    Puncak HAN 2026, Pemkab Kediri Tekankan Hak Anak dan Ancaman Bullying di Sekolah

    4 November 2026 - 06:38

    Anak dari Pernikahan Siri, Ini Ketentuan Hukumnya

    4 November 2026 - 06:33
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.