Kediri (tahukediri.id) – Ribuan buruh pabrik rokok di Kota Kediri kembali merasakan manfaat dari Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT).
Bantuan sebesar Rp1 juta tersebut dinilai membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pekerja, mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga, anak, hingga membantu orang tua.
Salah satunya Okta, pemuda buruh rokok di PT Gudang Garam yang telah bekerja sekitar tiga tahun. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
Menurut Warga Bandar Kidul itu, uang BLT DBHCT itu akan digunakan untuk menambah kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu orang tuanya.
“Bantuan ini untuk tambahan kebutuhan sehari-hari, bantu orang tua. Jadi terbantu, sangat terbantu. Ini sudah ketiga kalinya dapat,” katanya saat ditemui usai menerima BLT DBHCT di kelurahan Semampir, Sabtu (3/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri yang telah menyalurkan bantuan tersebut.
“Terima kasih untuk Pemerintah Kota Kediri atas penyaluran dana BLT. Semoga penyalurannya lancar terus,” imbuhnya.
Manfaat serupa dirasakan Febriati, warga Kelurahan Pojok yang juga bekerja sebagai buruh pabrik rokok. Ia mengatakan telah menerima bantuan tersebut sejak tahun lalu dengan nominal Rp1 juta.
Bagi Febriati, bantuan tersebut sangat berarti karena bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih bayi.
“Ya, bantuan BLT ini untuk keperluan anak, anaknya masih bayi. Semoga terus berjalan sih pak, soalnya untuk kebutuhan pegawai rokok seperti saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Agung Dwi Cahyono, warga Banjarmlati yang sudah empat tahun bekerja di pabrik rokok Gudang Garam, mengaku telah empat kali menerima bantuan tersebut.
Agung mengatakan uang bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama kebutuhan istri dan anaknya yang masih berusia tiga tahun.
“Uangnya untuk keperluan rumah tangga, untuk anak dan istri,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut cukup membantu menopang kebutuhan keluarganya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kediri atas bantuan yang diberikan.
“Bantuan BLT ini sangat membantu lah. Kalau dinilai satu sampai sepuluh, nilainya sembilan. Terima kasih Wali Kota Kediri atas bantuannya,” katanya.
Hal senada disampaikan Sukma. Perempuan yang telah bekerja sebagai buruh rokok sejak 2019 itu mengaku sudah tiga kali menerima BLT DBHCHT dalam tiga tahun terakhir.
Dengan nominal Rp1 juta, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Sebagai buruh pabrik sangat membantu sih, kan itu juga hasil jerih payah dari kami yang selaku memproduksi,” terangnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat terus disalurkan kepada para buruh rokok yang menjadi penerima manfaat.
“Harapannya semoga selalu mendapatkan apa yang seharusnya kita dapat, terus untuk pemerintahnya terimakasih karena sudah membantu kami sebagai pekerja buruh pabrik,” ucapnya.
Penerima lainnya, Neri Kumala Sari, warga Kelurahan Pojok yang juga bekerja di pabrik rokok Gudang Garam, mengaku telah menerima BLT tersebut sekitar tiga kali.
Menurut Neri, bantuan itu sangat bermanfaat karena dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu keluarga. Terima kasih, Mbak Wali, sudah memberikan bantuan ini, karena ini sangat membantu,” ujarnya.
Bagi para buruh rokok penerima BLT DBHCHT di Kota Kediri, bantuan senilai Rp1 juta tersebut menjadi tambahan yang cukup berarti di tengah kebutuhan keluarga yang terus berjalan. Mereka berharap penyaluran bantuan dapat berlangsung lancar dan manfaatnya terus dirasakan oleh para pekerja sektor hasil tembakau.
Tahun ini Pemerintah Kota Kediri menyalurkan BLT DBHCT kepada 4.245 buruh pabrik. Jumlah tersebut terdiri dari 3.292 buruh pabrik rokok Gudang Garam dan 953 penerima dari non-Gudang Garam. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap melalui Bank Jatim.

