Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Dinas Pertanian Kediri Sosialisasikan Pengendalian Patek Cabai dengan Pendekatan Organik dan Kimia

    Dinas Pertanian Kediri Sosialisasikan Pengendalian Patek Cabai dengan Pendekatan Organik dan Kimia

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 24 Juni 2025 - 14:16
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Menyikapi meningkatnya laporan serangan penyakit patek pada tanaman cabai, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri melalui Bidang Hortikultura bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Kepung, serta pegiat petani organik Irham Abimanyu menggelar sosialisasi pengendalian patek kepada petani cabai di Poktan Tani Mulyo, Desa Purworejo, Kecamatan Kepung, Selasa, 24 Juni 2025.

    Penyakit patek yang disebabkan oleh jamur antraknosa ini telah mengancam lahan pertanian cabai di beberapa wilayah Kediri. Sebagian petani bahkan melaporkan adanya kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.

    Staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Syamsul Hidayah, menjelaskan bahwa pengobatan patek bisa dilakukan dengan fungisida, baik dari bahan alami maupun kimia. Namun ia menyarankan agar petani mengutamakan penggunaan fungisida organik.

    Banner Promo

    “Karena dengan ramah lingkungan, harapan kita nanti tanamannya itu jadi tanaman sehat. Dengan tanaman sehat otomatis ketahanannya lebih kuat. Kalau sudah kuat, serangan hama dan penyakit bisa diminimalisasi. Tapi karena kondisi alam dan lain-lain tidak menutup kemungkinan tanaman bisa melemah, saat itulah penggunaan fungisida kimia bisa dipertimbangkan,” ujarnya kepada reporter tahukediri.id.

    Irham Abimanyu, pegiat pertanian organik yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa pendekatan organik dalam pengendalian patek tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya produksi.

    “Hari ini kita perlahan-lahan mengajak masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang organik. Manfaatnya jelas, mengurangi biaya produksi, memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dan yang kedua memberi pengetahuan. Jadi pertanian organik sebenarnya pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan,” jelas Irham.

    Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pertanian dan Irham Abimanyu juga membagikan produk pengendali patek berbasis kimia dan organik kepada para petani. Tujuannya adalah untuk memberikan pilihan dan uji manfaat dari masing-masing metode dalam pengendalian penyakit tanaman. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Dinas Pertanian kediri Patek
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWali Kota Kediri Resmikan Ground Breaking Proyek Jalan Stasiun dan Drainase Rp 8,2 Miliar
    Next Article Mahasiswa Hukum Uniska Kediri Pelajari Sistem Peradilan Anak Lewat Studi Lapangan di LPKA Blitar

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.