Kediri (tahukediri.id) – Warga Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, dikejutkan dengan penemuan jasad bayi yang terkubur di perkarangan belakang rumah pada Senin (5/10/2026) sore.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono mengatakan, penemuan tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, seorang warga yang hendak menguburkan cempe di belakang rumah melihat kantong plastik berwarna hitam yang sebagian tertanam di dalam tanah.
Karena penasaran dan mencium bau tidak sedap, kantong tersebut kemudian ditarik keluar. Warga terkejut setelah mengetahui bahwa isinya adalah jasad bayi laki-laki.
“Mendapati bahwa kantong plastik hitam tersebut berisi bayi Mr. X yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi menghadap ke utara. selanjutnya warga menghubungi perangkat desa (Pak RT) dan melaporkan kejadian tersebut ke Pihak Kepolisian Polsek Pare,” jelasnya, Selasa (6/10/2026).
Ketua RT 05/RW 16, Fuad Amin (48), mengatakan warga awalnya sama sekali tidak menyangka benda yang ditemukan tersebut merupakan jasad bayi.
Menurut Fuad, kantong plastik hitam itu ditemukan ketika warga sedang menggali tanah. Kantong tersebut berada di dalam tanah dengan kedalaman yang diperkirakan sekitar 20 sentimeter.
“Awalnya tidak mengira kalau itu bayi. Setelah tahu, kami tidak berani membuka sendiri. Akhirnya memanggil saya sebagai RT, kemudian saya lapor ke Kasun, Kasun lapor ke Babinsa,” jelasnya.
Fuad menyebut jasad bayi tersebut dibungkus terlebih dahulu menggunakan kain sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam.
“Iya, dibungkus kresek warna hitam tapi dalamnya ada krudungnya. Jadi dibungkus mori, kerudung trus dikek kresek, mari ngono dipendem,” katanya.
Sementara itu, Tukijan (44), orang yang saat itu menggali tanah untuk menguburkan cempe mengaku milik lokasi tersebut karena tanahnya gembur dan mudah dicangkul.
“Saya pilih di situ karena tanahnya empuk. Waktu dicangkul ternyata mengenai kresek,” kata Tukijan.
Tukijan melanjutkan, ia sempat mengira kresek yang mengenai cangkulannya merupakan sampah, lantaran baunya yang busuk. Lantas ia memanggil istrinya menanyakan kresek hitam itu.
Istri Tukijan, Suratemi (50), yang melihat kresek semakin curiga setelah meraba kresek yang tersebut terasa empuk dan berat ketika diangkat. Kantong berwarna hitam itu juga sempat robek terkena cangkul.
“Trus saya ke belakang, liat keresek hitam ya saya angkat. Saya ya nggak nyangka kalau isinya bayi,” ungkapnya.
Suratemi mengatakan kondisi jasad bayi saat ditemukan masih utuh. Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan telah memiliki bentuk tubuh lengkap.
“Sudah berbentuk bayi, lengkap. Bayinya laki-laki, ada wajahnya, ganteng, rambutnya juga hitam,” tutur Suratemi.
Suratemi merasa tidak adanya aktivitas mencurigakan sebelum jasad bayi ditemukan. Namun pada Minggu malam sebelumnya, anak laki-lakinya yang berusia 20 tahun sempat melihat ada laki-laki mengintip dari jendela.
“Blas ndak ada (mencurigakan). Malah Minggu malam itu, anak saya disini, sebelah itu ka jualan es, jam 22.00 WIB tutup. Trus anak saya itu tiba-tiba ngelangkahi saya tidur, bilang takut ada orang ngintip dari luar. Saya keluar kan lihat, tapi ndak ada,” terangnya.
Meski demikian, ia berharap kasus tersebut segera terungkap.
“Semoga cepat terungkap. Kasihan bayinya,” ujar Suratemi.
AKP Wendi menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, bayi tersebut diduga baru dilahirkan. Hal itu diketahui karena masih terdapat ari-ari serta tali pusar yang telah dipotong.
“Bahwa korban adalah seorang bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan karena masih ada ari-ari serta tali pusar yang sudah dipotong. Kondisi korban bayi laki-laki dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.
Jasad bayi kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan dan visum.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kantong plastik warna hitam yang digunakan untuk membungkus jasad bayi.
Hingga kini, identitas bayi maupun pihak yang diduga menguburkan jasad tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi juga masih mendalami kapan dan bagaimana bayi tersebut berada di lokasi. [nik/ang]

