Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kejari Kediri Terima Aduan Dugaan Jual Beli Kios Pasar

    23 Oktober 2026 - 06:39

    SP3 Terbit di Pasar Pahing, PD Pasar Joyoboyo Kediri Beri Pedagang Kesempatan Urus Izin

    22 Oktober 2026 - 22:01

    Stadion Brawijaya Bergemuruh! Persik Kediri Bungkam PSS Sleman 2-1

    22 Oktober 2026 - 21:58
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Muhammadiyah Kediri Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Kalimantan Mereda

    Muhammadiyah Kediri Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Kalimantan Mereda

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 22 Oktober 2026 - 14:01
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di momentum Hari Santri 2026, warga Muhammadiyah Kabupaten Kediri menggelar Salat Istisqo’ atau Salat Minta Hujan di wilayah masing-masing, Kamis (22/10/2026).

    Salah satunya di lapangan SMK 1 Muhammadiyah Ngadiluwih. Di bawah terik matahari, sekitar 500 jemaah yang terdiri dari anak TK, SD, SMP, SMK dan umum memohon doa turun hujan untuk negeri khususnya Kabupaten Kediri yang mengalami kekeringan.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, mengatakan pelaksanaan salat istisqa tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar warga Muhammadiyah di berbagai daerah melaksanakan salat di tanah lapang di wilayah masing-masing.

    Banner Promo

    “Yang pasti tujuannya adalah hari ini kita berharap bahwa hujan segera turun karena kita tahu di banyak tempat dan mayoritas tempat kita kekurangan air, lebih khusus saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan yang karena karhutla itu sangat membutuhkan sekali turunnya hujan,” katanya.

    Menurut Ikhwan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ibadah bersama, tetapi juga sarana pendidikan bagi para siswa untuk mengenal dan mempraktikkan ibadah salat istisqa secara langsung.

    Ia mengungkapkan, pengalaman mengikuti salat istisqa merupakan sesuatu yang istimewa, termasuk bagi kalangan pendidik. Sepanjang usianya yang kini 48 tahun, ia mengaku baru dua kali melaksanakan salat tersebut.

    “Salah satu sisi adalah karena ini di dunia pendidikan, otomatis ini bisa jadi pengalaman pertama baik untuk siswa maupun juga untuk guru,” imbuhnya.

    Ikhwan melanjutkan, kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus mendoakan masyarakat yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan.

    Menurutmya, di tengah kondisi kemarau dan kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, Muhammadiyah juga melakukan aksi kemanusiaan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

    Ikhwan menjelaskan, MDMC turut terlibat dalam penanganan dampak karhutla, termasuk di Kalimantan Utara dan Palangka Raya. Muhammadiyah juga memberikan dukungan berupa bantuan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Jadi, Muhammadiyah sudah eh dari awal sampai kira-kira 2 bulan, 3 bulan ini selalu kontinu dari berbagai daerah untuk membantu teman-teman yang kemudian berjuang di Kalimantan sana,” jelasnya.

    Langkah tersebut menjadi wujud kepedulian Muhammadiyah dalam merespons bencana, tidak hanya melalui doa, tetapi juga melalui aksi nyata untuk membantu masyarakat terdampak.

    Salah seorang jamaah, Prihating Falastina (56), mengaku mengikuti salat istisqa karena prihatin dengan kondisi kemarau yang berlangsung cukup lama dan cuaca panas yang dirasakan masyarakat.

    “Eh, ya kita tahu kan ini kekeringan. Musim kemaraunya kan panjang sekali. Apalagi sekarang panasnya sangat luar biasa. Jadi kita itu berharapnya hanya kepada Allah. Karena Rasulullah menyunahkan kita untuk melakukan salat istisqa,” ujar warga yang akrab disapa Tina.

    Menurut warga asal Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tersebut, salat istisqa merupakan salah satu ikhtiar yang diajarkan dalam Islam ketika masyarakat menghadapi kekeringan.

    Tina sendiri hadir bersama suami dan sejumlah rekannya. Informasi mengenai pelaksanaan salat istisqa diterimanya melalui jaringan komunikasi Aisyiyah, yang diteruskan dari tingkat cabang hingga ranting.

    Meski pelaksanaan kegiatan berlangsung pada hari kerja dengan pemberitahuan yang relatif mendadak, ia tetap berupaya hadir bersama jamaah lainnya.

    Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat segera dikabulkan sehingga hujan turun dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

    Pelaksanaan salat istisqa ini menjadi bentuk ikhtiar bersama warga Muhammadiyah Kabupaten Kediri dalam menghadapi kemarau panjang. Melalui doa, pendidikan keagamaan, serta aksi kemanusiaan, mereka berharap hujan segera turun, kebutuhan air masyarakat terpenuhi, dan kebakaran hutan serta lahan di Kalimantan dapat segera mereda.

    Selain Ngadiluwih, daerah lain seperti Pare, Gurah, Badas, Kandangan, Plemahan, juga menyelenggarakan salat dan doa minta hujan.

    “Harapannya, ya, kita berharap supaya hujan segera turun, bisa membawa berkah buat semuanya,” tandas Tina. [nik/ang]

    Minta Hujan Muhammadiyah Kediri Salat Istisqo
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSantri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, PCNU Kediri Dorong Keberanian Suarakan Kebenaran
    Next Article Stadion Brawijaya Bergemuruh! Persik Kediri Bungkam PSS Sleman 2-1

    Info Lainnya

    Kejari Kediri Terima Aduan Dugaan Jual Beli Kios Pasar

    23 Oktober 2026 - 06:39

    SP3 Terbit di Pasar Pahing, PD Pasar Joyoboyo Kediri Beri Pedagang Kesempatan Urus Izin

    22 Oktober 2026 - 22:01

    Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, PCNU Kediri Dorong Keberanian Suarakan Kebenaran

    22 Oktober 2026 - 13:40

    Berangkat dari Persoalan Petani, Remaja Asal Kediri Kembangkan Jemuralert.com untuk Antisipasi Hujan Saat Jemur Gabah

    22 Oktober 2026 - 06:29

    Puluhan Kiai NU Serukan Penegakan Hukum yang Adil dalam Kasus Gus Yaqut dari Lirboyo Kediri

    22 Oktober 2026 - 06:16

    DPRD Kediri Gelar RDP Tambang PT EPAS, Warga Puncu Tegas Minta Penutupan Permanen

    21 Oktober 2026 - 20:00
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kejari Kediri Terima Aduan Dugaan Jual Beli Kios Pasar

    23 Oktober 2026 - 06:39

    SP3 Terbit di Pasar Pahing, PD Pasar Joyoboyo Kediri Beri Pedagang Kesempatan Urus Izin

    22 Oktober 2026 - 22:01

    Stadion Brawijaya Bergemuruh! Persik Kediri Bungkam PSS Sleman 2-1

    22 Oktober 2026 - 21:58

    Muhammadiyah Kediri Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Kalimantan Mereda

    22 Oktober 2026 - 14:01

    Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, PCNU Kediri Dorong Keberanian Suarakan Kebenaran

    22 Oktober 2026 - 13:40
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.