Kediri (tahukediri.id) – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas tertemper Kereta Api Singosari di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Kamis (8/10/2026).
Kapolsek Gampengrejo AKP Rudi Hartono mengatakan, korban ditemukan di jalur kereta api yang berada di kawasan persawahan atau, tepat di belakang Mako Polsek Gampengrejo sekitar 150–200 meter.
“Itu di tepi persawahan, Mbak. Ya memang dekat kampung tapi di persawahan realnya itu. Belakang polsek itu ke utara paling ya sekitar 150 ke 200 m itu,” katanya saat dikonfirmasi.
Lebih jauh Rudi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIB. Saat kejadian, Kereta Api Singosari melintas dari arah utara menuju selatan dengan perjalanan dari Jakarta menuju Blitar.
Lokasi kejadian berada di area persawahan. Di sisi timur jalur rel terdapat persawahan, sementara sisi lainnya berbatasan dengan kawasan permukiman warga. Meski begitu, Menurut Rudi, warga sekitar tak ada yang mengenali korban.
“Enggak tahu warga. Enggak ada yang mengenali, enggak ada yang mengenali. Dikira orang sambi, ternyata bukan tadi. Makanya nanti nunggu data dari Polres,” jelasnya.
Dari pemeriksaan awal, korban mengenakan celana jins berwarna hitam. Sementara pakaian bagian atas yang ditemukan berupa baju berwarna biru muda bermotif garis-garis dengan lengan panjang.
“Pakaian yang tersisa yaitu, celana jin hitam kempel. Baju atas ote-ote. Cuma ada baju biru muda liris-liris lengan panjang,” terangnya.
Sedangkan kondisi korban mengalami luka berat akibat. Polisi menyebut sejumlah bagian tubuh korban mengalami kerusakan parah.
Saat ditemukan, badan korban sudah tidak utuh, beberapa bagian disebut terlepas dari tubuhnya.
Terkait penyebab korban berada di jalur rel, polisi masih melakukan pendalaman. Dugaan korban sengaja berada di jalur kereta api masih sebatas kemungkinan dan belum dapat dipastikan.
“Kemungkinan, kalau bunuh diri, iya. Kemungkinan atau kadang blank pikirannya kalau orang-orang ketabrak kereta, tapi di, itu di tepi persawahan, Mbak. Ya memang dekat kampung tapi di persawahan realnya itu,” jelasnya.
Hingga kini polisi masih melakukan proses identifikasi untuk mengetahui identitas korban. Sementara jenazah korban kini berada RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Masih diidentifikasi terekam ndak, dia punya identitas nggak nanti. Masih diidentifikasi terekam enggak dia punya identitas enggak nanti. Sekarang masih di RS Bhayangkara,” pungkasnya. [nik/ang]

