Kediri (tahukediri.id) – Bukan sekadar tempat warga berjaga malam. Pos Kamling RT 05/RW 02 Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, tampil dengan konsep keamanan lingkungan yang memadukan gotong royong, administrasi tertib hingga teknologi digital.
Keunggulan tersebut membuat Pos Kamling RT 05 dipercaya mewakili Kota Kediri dalam PIN Siskamling tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dan hari ini, Senin (5/10/2026), Tim Penilai Provinsi Jatim bahkan langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk melihat kesesuaian kondisi lapangan dengan paparan serta bukti administrasi yang telah disampaikan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi kekompakan warga RT 05/RW 02 yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.
Menurut Mbak Wali, sapan akrabnya, keamanan kota tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kesadaran masyarakat di tingkat paling bawah, terutama RT dan RW, justru menjadi benteng pertama dalam mencegah potensi gangguan.
“Kita ketahui bersama untuk menjaga lingkungan agar nyaman ini dimulai dari lingkungan terdekat kita dulu, yaitu lingkungan RT, kemudian lingkungan RW sampai tingkat kota,” katanya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi. Pos Kamling RT 05 memiliki enam titik CCTV yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis.
CCTV tersebut terpusat di Pos Kamling dan dapat diakses warga. Bahkan, sistem tersebut telah terintegrasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan.
Keberadaan CCTV juga membantu pemantauan kawasan yang menjadi jalur utama menuju UIN.
Ketua RT 05, Deddy Dwi Irawan, mengatakan, rekaman CCTV tersebut juga kerap dimanfaatkan pihak kepolisian maupun pihak kampus.
“CCTV-nya semua di sentral di sini. Itu ada enam titik. Memang spot-nya kan spot penting semua,” kata Deddy.
Tak hanya CCTV, warga juga mulai menerapkan digitalisasi dalam kegiatan lingkungan, termasuk pengingat jadwal kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan perangkat digital.
“Jadi untuk masalah kayak arisan gitu, kita set-nya kita buat digital juga. Untuk jaga-jaga kayak gitu. Jadi memudahkan. Jadi istilahnya kita biar melek teknologi lah. Kita di industri 4.0 kan harus setidaknya warga itu setidaknya mengetahui lah, jadi paham untuk digital untuk komunikasi kayak gitu.
Lebih jauh Deddy menjelaskan, selain fasilitas, yang menjadi keunggulan lain dari Pos Kamling RT 05 adalah administrasi yang telah dijalankan sejak 2018. Berbagai catatan seperti buku kejadian dan buku tamu masih terdokumentasi dan dikelola secara rutin.
“Administrasi itu buku yang kami kerjakan dari 2018. Buku kejadian, buku tamu, semua kita jalankan,” ungkap Deddy.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya warga menjaga sistem keamanan lingkungan agar tidak hanya aktif ketika ada perlombaan.
Pos Kamling RT 05 sendiri telah aktif sejak 2018.
Sistem penjagaan juga berjalan rutin. Setiap malam, sebanyak empat warga mendapat giliran berjaga di Pos Kamling.
Penjagaan berlangsung mulai sekitar pukul 21.30 WIB hingga 01.00 WIB. Khusus malam tertentu, seperti malam Minggu, waktu penjagaan bisa berlangsung lebih lama karena kondisi jalan yang lebih ramai.
Selain berjaga di pos, warga juga melakukan patroli di sekitar lingkungan RT.
Seluruh kegiatan tersebut dibiayai secara swadaya masyarakat.
Warga memiliki kas khusus Pos Kamling yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, termasuk listrik dan Wi-Fi. Salah satu sumbernya berasal dari kontribusi pelaku usaha yang berada di wilayah RT 05 sebesar Rp10 ribu per bulan.
“Memang kecil tapi alhamdulillah akhirnya itu untuk kebutuhan pokok itu untuk WiFi, untuk bayar listrik kayak gitu semua. Sama jimpitan. Di jimpitan itu malam kita memang itu buat satu tahun sekali itu untuk hari raya,” terang Deddy.
Bagi warga, keberadaan Pos Kamling bukan hanya untuk mengejar prestasi dalam perlombaan.
Ketua RT 05 menilai tantangan terbesar justru bagaimana menjaga kesadaran dan kepedulian warga agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.
“Pos kamling kan sosial. Jadi kembali ke hati. Kalau dia punya empati, punya kesadaran untuk menjaga lingkungan, saya yakin mereka akan guyub,” kata Deddy.
Hal senada disampaikan Wali Kota Kediri. Mbak Wali berharap keberadaan Pos Kamling RT 05 dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Kediri.
Ia menegaskan bahwa penilaian Siskamling bukan semata-mata kompetisi, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Penilaian ini adalah upaya kita bersama untuk meningkatkan kesadaran khususnya yang ada di masyarakat Kota Kediri dan saya optimis Bu Lilik hadir di sini, bersama jajaran, insyaallah nanti kita juara satu,” ujarnya.
Mbak Wali berharap keberadaan Posko Siskampling RT 5 Ngronggo dapat menjadi inspirasi bagi RT, RW dan kelurahan lain di Kota Kediri. Ia melihat sarana dan prasarana yang tersedia di posko tersebut sudah cukup lengkap dan dapat menjadi contoh bagi lingkungan lainnya.
“Saya berharap nantinya di RT, RW, di kelurahan lain ini bisa mencontoh, minimal seperti ini. Tentunya nanti pihak kelurahan maupun kecamatan juga akan mendukung,” ujarnya.
Ia juga meminta jajaran RT, RW, lurah hingga camat ikut mendorong kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Peran Satlinmas diharapkan semakin kuat untuk mendukung masyarakat dalam mendeteksi maupun merespons potensi gangguan keamanan.
Kepala Operasi Gabungan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Lilik Herawati, turut memberikan apresiasi atas capaian Kota Kediri. Menurutnya, Kota Kediri memiliki modal sosial yang kuat dalam penyelenggaraan Satlinmas.
“Kami mengucapkan selamat kepada pemerintah Kota Kediri yang sudah menjadi 10 terbaik di penilaian tahun 2026. Ini menunjukkan ibu (Wali Kota Kediri), bahwa semangat untuk menjaga keamanan lingkungan Jogo Jawa Timur ini sudah tumbuh dan didukung oleh pemerintah daerah,” katanya.
Lilik menyebutkan, saat ini terdapat 1.126 Satlinmas yang mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pihaknya berharap penguatan Satlinmas tidak berhenti pada jumlah personel. Peningkatan kapasitas dan pemberdayaan juga diperlukan, termasuk mendorong keterlibatan generasi milenial dan Gen Z dalam menjaga lingkungan.
Program tersebut merupakan bagian dari semangat Jogo Jawa Timur, yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan mulai dari lingkungan paling kecil.
“Menyambung apa yang disampaikan Bu Wali, kalau desa kelurahannya aman, insyaallah kota Insya Allah, kota aman,” pungkasnya. [nik/ang]

