Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bidik Emas di Porprov 2027, Ju-Jitsu Kediri Seleksi Atlet Terbaik Lewat Kejurkab

    17 Oktober 2026 - 20:19

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Uniska Kediri Dampingi Petani Kopi Lereng Wilis Ciptakan Diversifikasi Produk Premium

    Uniska Kediri Dampingi Petani Kopi Lereng Wilis Ciptakan Diversifikasi Produk Premium

    Mohamad EdyMohamad Edy News 1 Oktober 2025 - 18:48
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Uniska Kediri menggelar PKM di kawasan pertanian kopi Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. [dok. Pemkab Kediri]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Potensi kopi arabika Gunung Wilis di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kini mendapat dorongan besar dari dunia akademik. Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri mengambil peran aktif dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk membantu para petani kopi di lereng Gunung Wilis agar naik kelas, tidak hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai nilai produk premium.

    Tim akademisi Uniska Kediri fokus mendampingi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Margo Mulyo. Pendampingan ini mencakup pengolahan pascapanen dan strategi pemasaran yang inovatif. Desa Jugo, yang dikenal memiliki tanah subur di lereng Wilis, menjadi pilot project dalam upaya pengembangan komoditas kopi unggulan Kediri ini.

    Ketua Tim PKM Uniska Kediri, Dr. Ratna Dewi Mulyaningtiyas, SP., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat desa. Tujuan utamanya adalah menciptakan produk yang berdaya saing tinggi.

    Banner Promo

    “Harapannya, petani kopi di Jugo mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bernilai tambah melalui inovasi dan diversifikasi,” ujarnya.

    Program PKM yang diusung tim Uniska Kediri mengusung tema spesifik, yakni “Peningkatan Kapasitas Petani dalam Upaya Diversifikasi Produk Unggulan Kopi Gunung Wilis Kabupaten Kediri.” Fokus pada diversifikasi produk ini penting untuk memaksimalkan potensi Kopi Wilis yang memiliki ciri khas istimewa.

    Dr. Arisyahidin, SE., MM., Wakil Direktur Pascasarjana Uniska Kediri, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara volume produksi dan mutu. Ia menekankan bahwa kualitas adalah kunci untuk diterima pasar yang lebih luas.

    “Kopi Gunung Wilis memiliki ciri khas istimewa. Namun produksi yang melimpah harus diimbangi dengan kualitas agar diterima pasar, baik lokal maupun nasional,” katanya.

    Sementara itu, Dr. Sonny Subroto Maheri Laksono, M.Si., Asisten II Pemerintah Kabupaten Kediri, memberikan perspektif dari sisi pemerintah. Ia mengakui potensi besar kopi Gunung Wilis, namun menyayangkan nilai jualnya yang masih rendah dan kurang optimalnya diversifikasi produk. Menurutnya, masalah ini hanya bisa diatasi melalui kolaborasi multipihak yang solid.

    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan petani. Harus ada sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha. Dengan begitu, petani tidak sekadar produsen bahan mentah, tetapi bisa menjadi pelaku utama dalam rantai nilai kopi premium,” tegasnya.

    Sonny menambahkan bahwa setiap pihak memiliki peran penguat: pemerintah sebagai fasilitator, akademisi sebagai inovator, dunia usaha sebagai penggerak pasar, dan masyarakat sebagai pelaku langsung di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa Kopi Wilis bersaing dengan komoditas kopi ternama.

    “Dengan kolaborasi, Kopi Wilis bisa benar-benar naik kelas, dari green beans menjadi produk premium yang mampu bersaing dengan Kopi Gayo, Kintamani, bahkan kopi impor,” tambahnya. ***

    Gunung Wilis Kopi Arabika Petani Kopi UNISKA Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSatpol PP dan Bea Cukai Kediri Amankan 560 Bungkus Rokok Ilegal dari Tiga Toko Madura
    Next Article Striker Muda Persik Kediri Wigi Pratama Dipanggil Timnas U-23 SEA Games 2025: Bawa Modal Mental Liga 1

    Info Lainnya

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bidik Emas di Porprov 2027, Ju-Jitsu Kediri Seleksi Atlet Terbaik Lewat Kejurkab

    17 Oktober 2026 - 20:19

    DPC Gerindra Kediri Gelar Aksi Indonesia Asri, Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Sumber Gundi

    17 Oktober 2026 - 20:11

    Kandang Sapi di Kediri Terbakar, Satu Orang Terluka

    17 Oktober 2026 - 14:58

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.