Kediri (tahukediri.id) – Cabang Olahraga Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kediri kembali menggelar Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Cup, pada Sabtu (18/7/2026).
Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Cup ke-2 tahun 2026 yang diselenggarakan di Conventions Hall Simpang Lima Gumul (CH SLG) tersebut diikuti oleh 319 peserta dari 20 kontingen yang mewakili 8 perguruan yang ada di Kabupaten Kediri.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini nanti bertujuan untuk menjaring para atlet serta adanya pembinaan yang nanti akan kita pilah-pilah di persiapan untuk atletnya IPSI Kabupaten Kediri. Nanti ada beberapa kejuaraan yang diikuti oleh IPSI Kabupaten Kediri di provinsi ataupun nanti di kejuaraan open lainnya,” ujarnya.
Menurut Hakim, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini lebih meningkat dibanding edisi pertama. Pada Kejurkab tahun 2026 juga ada dua arena pertandingan agar seluruh rangkaian selesai dalam dua hari.
“Alhamdulillah lebih besar ini ya. Sebelumnya kan dilaksanakan di Bagawanta. Dan ini di CH SLG langsung dua arena karena kemarin kalau pesertanya difulkan bisa 3 hari. Karena kita sudah buat randon 2 hari akhirnya kita batasi juga untuk pesertanya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kabupaten Kediri, Heri Setiawan, menegaskan kejuaraan ini merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan atlet berprestasi.

Menurutnya, seluruh juara dari setiap kelas akan dipantau untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
“Hanya dengan jenjangan kegiatan semacam ini kayak piala bupati, kepala piala ketua KONI juga ketua IPSI. Nah, itu nantinya akan menjadi sebuah gelaran yang untuk belanja atlet. Nanti ketika sudah juara satu semua dari berbagai kelas, itu akan kita ambil di Puslatda, kita gembleng, kemudian akan kita rekomendasikan ke jenjang berikutnya. Harapan kami target untuk Porprov 2027 mendapat emas,” jelasnya.
Heri mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada penyelenggaraan pertama hanya diikuti sekitar 200 atlet, sedangkan tahun ini mencapai 319 atlet, terdiri dari 161 atlet putra dan 158 atlet putri.
Selain fokus pada pembinaan atlet, IPSI Kabupaten Kediri juga terus meningkatkan kualitas perangkat pertandingan melalui sertifikasi wasit dan juri serta memperkuat koordinasi dengan seluruh perguruan pencak silat.
Ke depan, IPSI menargetkan sedikitnya tiga event besar digelar setiap tahun sebagai sarana pembinaan dan pencarian atlet potensial.
Meski demikian, Heri mengakui tantangan terbesar saat ini adalah penerapan regulasi baru dalam pertandingan pencak silat.
“Tantangan terbesar sebetulnya tantangannya ya regulasi baru di di ini di apanya butuh butuh apa ya, kan di pencak silat ini ada aturan baru butuh penyelarasan. Artinya biar teman-teman atlet ini juga paham dan ketika bertanding itu apa yang menjadi regulasi dari aturan baru ini juga mereka menguasai. Tantangannya itu,” tegasnya.
Semangat meraih prestasi juga ditunjukkan Athifa Eleanora Elatif (10), atlet dari Club Pagar Nusa. Ia mengaku mengikuti kejuaraan untuk menambah pengalaman sekaligus mengejar cita-citanya menjadi atlet pencak silat.
“Saya ingin punya prestasi dan menjadi atlet. Semoga di kejuaraan ini bisa meraih juara satu,” ucap Athifa penuh semangat.
Ketua KONI Kabupaten Kediri berharap kejuaraan ini mampu menjadi wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten Kediri di tingkat yang lebih tinggi.
“Pesan-pesan untuk atlet muda, terus berlatih, terus semangat, tetap fokus pada target kalian karena dengan usaha dan kerja keras Insya-Allah hasilnya pasti bagus,” tandas Hakim. [nik/ang]

