Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Margiono, Pandai Besi Tradisional Kediri yang Tetap Membara di Tengah Gempuran Zaman

    Margiono, Pandai Besi Tradisional Kediri yang Tetap Membara di Tengah Gempuran Zaman

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 30 Mei 2025 - 06:36
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di antara deru modernisasi dan dominasi alat produksi pabrikan, suara dentingan logam dari sebuah rumah di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, masih terdengar nyaring. Itulah suara palu besi milik Margiono (68), seorang pandai besi tradisional yang tetap teguh mempertahankan warisan leluhurnya.

    bukan sekadar perajin logam. Ia adalah penjaga tradisi, pewaris keahlian turun-temurun dalam mengolah besi menjadi alat pertanian seperti sabit dan cangkul. Dari teras rumah yang sekaligus menjadi bengkel kerjanya, setiap hari Margiono bersama anak laki-lakinya, Zaenuri, bekerja dengan telaten.

    Mereka memanaskan, menempa, dan membentuk plat besi dengan peralatan sederhana yang tak lekang oleh waktu.

    Banner Promo

    “Keahlian dalam mengolah plat besi ini saya dapatkan dari ayah sejak tahun 1978 silam sebelum meninggal,” kata Margiono saat ditemui di rumahnya.

    Asap arang sisa pembakaran dan bau logam panas menjadi bagian dari keseharian mereka. Bagi Margiono, pandai besi bukan hanya cara untuk mencari nafkah, tetapi juga bentuk penghormatan kepada sejarah keluarga dan budaya yang telah hidup selama ratusan tahun.

    Menariknya, di saat profesi ini makin langka dan nyaris tergerus zaman, permintaan terhadap hasil kerajinan Margiono justru masih stabil, terutama saat musim panen tiba. Seperti musim panen tebu saat ini, sabit menjadi produk yang paling banyak dicari.

    “Permintaan banyak ketika sudah memasuki masa panen tebu seperti saat ini. Dalam seminggu bisa tembus 10 buah sabit, sedangkan untuk cangkul kurang lebih 5 buah setiap bulan,” sebut Margiono.

    Dengan harga Rp 135.000 untuk satu buah sabit dan Rp 180.000 untuk cangkul, produk buatan Margiono bersaing tidak hanya karena fungsinya, tetapi juga karena nilai keaslian dan ketekunan yang melekat di setiap goresan dan pukulan palunya.

    Margiono dan Zaenuri bukan hanya menjual alat pertanian, mereka menjual dedikasi, sebuah cerita panjang tentang ketekunan, keberanian melawan arus, dan penghormatan terhadap akar budaya. ***

    Gempuran Zaman kediri Kerajinan Tradisional Pandai Besi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleVideo Viral Gunung Kelud Meletus 29 Mei 2025 Dipastikan Hoaks, BPBD Kediri Minta Masyarakat Tetap Tenang
    Next Article Halaqah Digital di Pesantren Al Amien Kediri, Raffi Ahmad Dorong Santri Melek Teknologi

    Info Lainnya

    Tak Sekadar Peringatan, Hotel Lotus Garden Kediri Hadirkan Pengalaman Membatik untuk Tamu

    2 Oktober 2026 - 19:05

    Lukis Kisah Panji, Puluhan Pelajar Kediri Asah Kreativitas di Museum Sri Aji Joyoboyo

    28 September 2026 - 07:34

    Dewata Keling Carnival Pertahankan Tradisi di Tengah Maraknya Karnaval Sound System

    7 September 2026 - 12:53

    Pameran Abhirama 2 di Kediri Kenalkan Pesona Barongan dari Masa ke Masa kepada Generasi Muda

    19 Agustus 2026 - 20:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.