Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Dinas Pertanian Kediri Sosialisasikan Pengendalian Patek Cabai dengan Pendekatan Organik dan Kimia

    Dinas Pertanian Kediri Sosialisasikan Pengendalian Patek Cabai dengan Pendekatan Organik dan Kimia

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 24 Juni 2025 - 14:16
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Menyikapi meningkatnya laporan serangan penyakit patek pada tanaman cabai, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri melalui Bidang Hortikultura bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Kepung, serta pegiat petani organik Irham Abimanyu menggelar sosialisasi pengendalian patek kepada petani cabai di Poktan Tani Mulyo, Desa Purworejo, Kecamatan Kepung, Selasa, 24 Juni 2025.

    Penyakit patek yang disebabkan oleh jamur antraknosa ini telah mengancam lahan pertanian cabai di beberapa wilayah Kediri. Sebagian petani bahkan melaporkan adanya kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.

    Staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Syamsul Hidayah, menjelaskan bahwa pengobatan patek bisa dilakukan dengan fungisida, baik dari bahan alami maupun kimia. Namun ia menyarankan agar petani mengutamakan penggunaan fungisida organik.

    “Karena dengan ramah lingkungan, harapan kita nanti tanamannya itu jadi tanaman sehat. Dengan tanaman sehat otomatis ketahanannya lebih kuat. Kalau sudah kuat, serangan hama dan penyakit bisa diminimalisasi. Tapi karena kondisi alam dan lain-lain tidak menutup kemungkinan tanaman bisa melemah, saat itulah penggunaan fungisida kimia bisa dipertimbangkan,” ujarnya kepada reporter tahukediri.id.

    Irham Abimanyu, pegiat pertanian organik yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa pendekatan organik dalam pengendalian patek tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya produksi.

    “Hari ini kita perlahan-lahan mengajak masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang organik. Manfaatnya jelas, mengurangi biaya produksi, memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dan yang kedua memberi pengetahuan. Jadi pertanian organik sebenarnya pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan,” jelas Irham.

    Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pertanian dan Irham Abimanyu juga membagikan produk pengendali patek berbasis kimia dan organik kepada para petani. Tujuannya adalah untuk memberikan pilihan dan uji manfaat dari masing-masing metode dalam pengendalian penyakit tanaman. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Dinas Pertanian kediri Patek
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWali Kota Kediri Resmikan Ground Breaking Proyek Jalan Stasiun dan Drainase Rp 8,2 Miliar
    Next Article Mahasiswa Hukum Uniska Kediri Pelajari Sistem Peradilan Anak Lewat Studi Lapangan di LPKA Blitar

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.