Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Olahraga»Dari Pinggiran Kediri ke Puncak SEA Games: Kisah Pengorbanan Rendy Varera Raih Emas dan Perak

    Dari Pinggiran Kediri ke Puncak SEA Games: Kisah Pengorbanan Rendy Varera Raih Emas dan Perak

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Olahraga 16 Desember 2025 - 20:01
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dibalik prestasi gemilang di SEA Games 2025 di Thailand, ada kerja keras, konsistensi latihan, serta pengorbanan yang dijalani Rendy Varera Sanjaya, atlet balap sepeda asal Kandat Kendiri yang sukses membawa medali perak di nomor Downhill dan emas di nomor XC Eliminator.

    Persiapan Rendy terbilang panjang dan matang. Bahkan sebulan sebelum menjalani training camp nasional, ia sudah lebih dulu tampil di Kejuaraan Asia Champion di China pada April. Usai dari ajang tersebut, Rendy langsung dipanggil mengikuti training camp (TC) Pelatnas yang dimulai awal Mei hingga Desember.

    “Jadi, untuk persiapan sudah sangat siap pastinya karena sudah jauh-jauh hari ada Mei, Juni sampai dengan Desember. Itu Sudah cukup siap karena latihannya sudah lama juga,” ujarnya saat ditemui awak media Selasa (16/12).

    Demi menghadapi SEA Games, Rendy bahkan berangkat lebih awal ke Thailand pada 3 Mei untuk melakukan adaptasi. Ia mengakui perbedaan cuaca dan karakter trek menjadi tantangan tersendiri. Jika di Yogyakarta udara relatif sejuk, lintasan di Thailand berada di kawasan pantai dengan suhu yang jauh lebih panas.

    “Yang untuk treknya di sana itu pinggir pantai, jadi panas banget. Perlu penyesuaian. Jadi mungkin penyesuaian itu, dan harus siapin mental karena ini sea games pertama,” katanya.

    Meski menghadapi lawan-lawan kuat dari negara ASEAN, Rendy menilai tekanan terbesar datang dari tuan rumah. Namun pengalamannya bertanding di level Asia membuatnya lebih percaya diri. Sebelumnya, Rendy telah mengoleksi medali perunggu Kejuaraan Asia 2023 di India dan 2024 di Malaysia, serta terakhir berada di posisi keempat pada Asia Champions 2025 di China.

    Menariknya, Rendy juga menjadi satu-satunya atlet putra Indonesia yang turun di nomor Cycling Mountain Men’s Downhill dan XC Eliminator. Total, tim MTB Indonesia hanya diperkuat tiga atlet, dua di antaranya atlet putri asal Sumedang dan Lumajang.

    Menurutnya kepercayaan membela Indonesia di SEA Games tak datang instan. Rendy sudah tiga kali mengikuti TC (Training Camp) Pelatnas, namun baru tahun ini dipercaya turun langsung bertanding. Ia menilai konsistensi performa dan mental menjadi kunci utama.

    “Soalnya syaratnya dari latihan konsisten semua harus, kita harus stabil. Mungkin yang paling berpengaruh juga dari mental juga kalau kita perform sebagus apapun kalau mentalnya enggak kuat, enggak akan bisa menopang itu semua,” tegasnya.

    Selain itu, di balik kesuksesannya juga tersimpan kisah pengorbanan besar. Demi memenuhi kebutuhan perlengkapan, Rendy rela menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda Enduro yang digunakan bertanding.

    “Jadi, ada sedikit besar pengorbanan dari mungkin latihan jauh dari keluarga, satu. Kedua, saya jual mobil untuk beli sepeda buat persiapan Sea Games. Jadi, sempat izin ke istri, ‘Dijual dulu ya, nanti buat main dulu. Kalau ada rezeki kita beli lagi.’ Dijual dengan cepat karena sepeda juga harus, butuhnya sangat cepat,” kenangnya.

    Peran keluarga juga tak kalah penting dalam perjalanannya hingga mencapai titik karir tinggi di puncak tahun 2025. Sang Ayah, Heru menyampaikan bahwa kecintaan Rendy pada sepeda sudah terlihat sejak usia dini.

    “Kalau senang sepeda itu sudah sejak kecil, bahkan di usia 2 tahun sudah bisa naik sepeda. Sepeda itu pun dibawa masuk ke kamar untuk sudah jadi teman tidur sampai kemarin,” ujar Heru.

    Satu yang sering ia tekankan pada sang anak pada setiap kejuaraan yang dijalaninya yakni harus lebih baik dari kemarin. “Untuk latihan motivasi, hari ini harus lebih baik dari yang kemarin,” imbuhnya.

    Menurut Rendy dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan utama. Sebelum berangkat ke jSEA Games pun ia berpamitan dan meminta doa restu orang tua, istri, serta anaknya hingga menjelang pertandingan, komunikasi dengan keluarga pun tak pernah putus.

    “Pastinya sebelum final, sebelum berangkat saya telepon ayah, ibu, istri juga pamitan sama anak. Jadi, kalau saya di saya pamit, dia senang, wah, saya ke sana loh. Dia senang, dia merestui, berarti saya harus menang,” tandasnya. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Atlet Balap Sepeda kediri SEA Games 2025
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMengenal Nanas Queen Simplek, Komuditas Kabupaten Kediri yang Mulai Trial Ekspor ke Arab Saudi
    Next Article Musda VII LDII Kota Kediri Jadi Penentu Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan

    Info Lainnya

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56

    550 Pelajar Ramaikan KSAC 2026, PASI Kediri Bidik Bibit Atlet untuk Popda hingga Porprov 2029

    24 Agustus 2026 - 19:50

    Tak Sekadar Bertanding, Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 Dorong Sport Tourism dan Geliat Ekonomi

    22 Agustus 2026 - 18:48

    KONI Kabupaten Kediri Sukses Gelar Kelud Flag Summit, Tahun Ini Dimeriahkan Fun Run

    18 Agustus 2026 - 17:48

    Uji Nyali di Kelud Flag Summit 2026, Siswa SMPN 1 Plosoklaten Berhasil Capai Garis Finish

    17 Agustus 2026 - 21:50
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.