Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Kirab Grebeg Suro Gedangsewu Kediri, Tradisi Sakral Warisan Leluhur di Bulan Suro

    Kirab Grebeg Suro Gedangsewu Kediri, Tradisi Sakral Warisan Leluhur di Bulan Suro

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 4 Juli 2025 - 17:07
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kirab Grebek Suro di Gedangsewu Pare Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Bulan Suro selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Jawa, termasuk di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Setiap tahun, desa ini menggelar tradisi Kirab Budaya Grebeg Suro dan Sedekah Bumi sebagai bentuk pelestarian nilai budaya leluhur.

    Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (4/7/2025) dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gedangsewu, Ruslan Abdul Gani, bersama Ketua TP PKK Desa Gedangsewu, Lala Insan Kumala. Warga dan para tokoh masyarakat turut serta berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju Punden Sumber Wungu, tempat sakral yang diyakini sebagai pusat spiritual desa.

    Kepala Desa Gedangsewu Ruslan Abdul Gani dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan tradisi leluhur yang diadakan setiap tahunnya pada hari Jumat Pahing sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi, mempererat persaudaraan, merekatkan nilai sosial budaya yang terjadi secara turun-temurun.

    Banner Promo

    “Jadi semoga tradisi ini semakin tahun, semakin meriah, apalagi kita ketahui sendiri sudah dicanangkan di Kota Kediri yaitu Kediri Berbudaya,” terangnya.

    Dalam konteks spiritualitas lokal, Kirab Grebeg Suro juga menjadi media untuk memohon keselamatan desa dan dijauhkan dari segala bentuk bencana. Punden Sumber Wungu dipercaya masyarakat sebagai tempat keramat yang menjadi pusat kekuatan spiritual desa.

    Kirab Grebek Suro di Gedangsewu Pare Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]

    “Katanya leluhur itu Desa Gedangsewu itu pundennya Sumber Wungu, tepatnya di desa Duluran dengan mengandung arti atau makna ‘Nyunsewu amargo kulo golek sak duluran.’ Jadi kita ini semuanya saudara tidak ada yang orang lain,” ujarnya.

    Rangkaian acara telah dimulai sejak malam sebelumnya dengan doa bersama di punden. Keesokan harinya dilanjutkan dengan kirab budaya dan pertunjukan kesenian tradisional jaranan yang menyemarakkan suasana.

    Kepala desa juga menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal untuk meramaikan kegiatan. Sekitar 20 stan UMKM turut memamerkan produk unggulan mereka sebagai bagian dari upaya mengangkat potensi ekonomi desa.

    “Jadi mari kita bersama-sama melestarikan budaya ini terutama masalah lingkungan hidup, itu sangat penting, tanam pohon sedekah yang tidak ada buntut karena tanam pohon itu mengeluarkan oksigen yang dihirup setiap hari,” pungkasnya. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Grebek Suro kediri Kirab
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePersik Kediri Rekrut Pemain Portugal Telmo Castanheira, Rekom dari Ong Kim Swee
    Next Article Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Baru Capai 30 Persen

    Info Lainnya

    Tak Sekadar Peringatan, Hotel Lotus Garden Kediri Hadirkan Pengalaman Membatik untuk Tamu

    2 Oktober 2026 - 19:05

    Lukis Kisah Panji, Puluhan Pelajar Kediri Asah Kreativitas di Museum Sri Aji Joyoboyo

    28 September 2026 - 07:34

    Dewata Keling Carnival Pertahankan Tradisi di Tengah Maraknya Karnaval Sound System

    7 September 2026 - 12:53

    Pameran Abhirama 2 di Kediri Kenalkan Pesona Barongan dari Masa ke Masa kepada Generasi Muda

    19 Agustus 2026 - 20:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.