Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Pemkab Kediri Dorong Patung Macan Putih Jadi Pintu Masuk Wisata Desa Berkelanjutan

    Pemkab Kediri Dorong Patung Macan Putih Jadi Pintu Masuk Wisata Desa Berkelanjutan

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 12 Januari 2026 - 17:16
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berupaya menangkap momentum viral Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri agar tidak berhenti sebagai fenomena sesaat, melainkan berkembang menjadi penggerak wisata desa yang berkelanjutan.

    Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan peran sesuai kewenangan dengan melakukan survei lapangan serta berkoordinasi langsung dengan pemerintah desa. Menurutnya Patung Macan Putih sebagai point of view awal yang bisa terhubung dengan potensi wisata lain di desa.

    “Patung sebagai point of view tapi ada sasaran lain di desa sehingga bisa menjadi paket wisata yang menarik. Juga tentang asistensi untuk pembentukan Desa Wisata serta peran pokdarwis sebagai penggerak,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

    Disparbud juga memberikan asistensi pembentukan Desa Wisata serta penguatan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak di tingkat desa. Menurutnya, konsep wisata desa harus memberi dampak langsung bagi masyarakat dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa).

    Sejumlah potensi wisata di Balongjeruk dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, seperti river tubing, wisata budaya jaranan, serta keberadaan bedug tua yang bernilai historis. Selain itu, terdapat kawasan gundukan tanah yang dikenal sebagai Gunung Krenge, membentang di wilayah Desa Dungus, Juwet, Tenggerlor, dan Wonorejo, yang masih terbuka untuk digali lebih lanjut gagasan dan pemanfaatannya.

    “Belum semua potensi itu berjalan. Karena itu wisata desa, maka kita arahkan sebagai potensi desa yang dikembangkan oleh desa atau pokdarwis sehingga langsung masuk PADesa,” jelasnya.

    Terkait fasilitas pendukung di sekitar monumen seperti toilet dan kebersihan yang dibutuhkan, Mustika menegaskan bahwa pengadaan tetap menjadi kewenangan desa, baik melalui Dana Desa maupun skema hibah yang dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait. Sementara toilet portabel berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan bersifat sementara.

    “Sepertinya kalau seperti itu tetep dari dana Desa atau mungkin hibah ke desa saya gak paham silahkan ke dpmpd. Kalau kami tidak bisa,” tegasnya.

    Ia juga menekankan peluang pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan fasilitas wisata. “Sebenarnya potensi juga untuk toilet kalau pemberdayaan dengan masyarakat yang menyiapkan.Cuan juga kan untuk mereka,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyampaikan bahwa pemerintah desa berupaya menjaga antusiasme masyarakat dan pengunjung agar tidak sekadar mengikuti tren (fear of missing out), tetapi berlanjut dalam jangka panjang. Salah satunya menyelenggarakan Car Free Day sekaligus senam bersama di kawasan tersebut setiap minggunya.

    “Ya, kita usahakan, kita kelola dengan baik, ya intinya nanti setiap CFD itu kita usahakan ada kegiatan. Itu skala kecil atau menengah atau besar, nanti kita tetap usahakan setiap minggu itu. Selain CFD, ada kegiatan warga yang di situ,” paparnya.

    Desa Balongjeruk juga merencanakan pengembangan pasar desa sebagai inovasi lanjutan. Rencana tersebut akan dibahas bersama apabila mendapat izin dari Bupati Kediri, termasuk kemungkinan pemanfaatan aset tanah milik Pemkab untuk penataan PKL, parkir, serta pembangunan fasilitas umum.

    “Area itu kan ada SD di situ. Jadi yang sudah intinya hanya dipakai kelas 1 dengan kelas 2 saja. Itu nanti kita tukar guling atau gimana. Atau bisa dimanfaatkan untuk PKL-nya atau gimana, biar lokasi itu juga lebih tertata, gitu,” kata Safi’i

    Kabar baik lainnya, Patung Macan Putih telah resmi memperoleh sertifikat hak cipta dan dipatenkan sebagai milik Desa Balongjeruk. Sertifikat tersebut dijadwalkan diserahkan langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur.

    “Terkait parkir masih seikhlasnya, toilet sementara masih memanfaatkan masjid, musala, dan pasar. Nah, nanti ke belakangnya ya itu kita menunggu. Mungkin ada bantuan dari kabupaten. Ya, seperti contoh ya itu tadi kita manfaatkan tanah Pemkab. Itu nanti, kalau memang diizinkan ya kita bangun di situlah nanti kita tata sebaik mungkin” pungkas Safi’i. [nik/ang]

    Berita Kediri jatim Wisata Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBidik Porprov Jatim 2027, GABSI Kabupaten Kediri Siapkan Atlet Bridge
    Next Article Dinkes Kota Kediri Pastikan Belum Ada Kasus Super Flu Meski H3N2 Terdeteksi di Jatim

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.