Kediri (tahukediri.id) – Satreskrim Polres Kediri terus mendalami kasus dugaan pembakaran rumah seorang janda bernama Erma Puspita (37) di Dusun Manginrejo, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Hari ini, Jumat (17/7/2026) Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kediri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah rumah korban.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Angga Riatma melalui Kanit Resmob Satreskrim Polres Kediri, Ipda Candra Wahyu Widodo, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah korban dengan kerugian Rp1 Miliar pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
“Hari ini kita selesai melaksanakan olah TKP Semoga segera ada petunjuk dan segala sesuatunya dapat segera kita ungkap,” ujarnya.
Dipimpin Kanit Subbid Fiskomfor, AKP Rendy, Tim Labfor Polda Jatim yang berjumlah empat orang didampingi Tim Inafis Satreskrim Polres Kediri sebanyak lima personel tersebut, pihaknya berhasil menemukan sejumlah petunjuk penting yang diduga berkaitan dengan sumber awal api.
“Dari situ ada beberapa bahan yang sudah diambil untuk sebagai sampel. Apakah itu barang-barang nanti itu dibakar atau memang sengaja dibakar dengan bahan apa membakarnya, nanti akan kita sampaikan setelah pelaku kita ungkap,” jelas Ipda Candra.
Selain mengambil sampel di lokasi, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti lain yang masih akan dianalisis lebih lanjut.
Petugas belum membeberkan secara rinci barang bukti tersebut karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan.
“Ada (barang bukti) . Masih kita dalami. Mohon waktu dan mohon bersabar,” tarangnya.
Adapun dugaan motif pelaku, penyidik masih melakukan pendalaman. Namun, berdasarkan keterangan sementara dari saksi korban, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan pribadi yang belum selesai meski kedua belah pihak telah bercerai.
“Untuk dugaan dari keterangan saksi korban ada sesuatu masalah. Meskipun mereka itu korban itu sudah bercerai, tapi masih ada sesuatu yang mungkin sebagai masalah lah untuk pelaku itu mengambil tindakan tersebut,” jelasnya.
Sementara terkait terduga pelaku, Ipda Candra menegaskan hingga kini penyidik masih mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk tersangka masih kami dalami. Anggota di lapangan masih bekerja mengumpulkan rekaman CCTV maupun keterangan saksi-saksi. Kami mohon waktu, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa segera terungkap,” pungkasnya. [nik/ang]

